Category Archives: Uncategorized

TANTANGAN 10 HARI LEVEL#10 (DAY 8)

Bismillaahirrohmanirrohiiim…

Malam hari ini absen tidak mendongneg. Saya sebenarnya sudah siap dengan tema baru, tapi ternyata si kakak ada tugas dari sekolah yang membutuhkan waktu lama. Dongeng yang saya persiapkan adalah tentang “KUNANG-KUNANG YANG BERCAHAYA”, lagi-lagi tentang hewan karena kakak memang demen banget dengan dunia hewan. Rencananya dalam dongeng itu saya selipkan nilai-nilai moral tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Kunang-kunang bisa bercahaya adalah salah satu tanda Kekuasaan Allah, ada hikmah dan pelajaran besar bagi manusia di semua Ciptaannya-Nya. Allah menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia. Sehingga kita sebagai manusia bagaimanan cara memanfaatkannya ciptaan-Nya, kita gunakan untuk apa, apakah bisa menambah nilai ibadah kita atau sebaliknya.

Karena kakak sudah ngantuk, sayapun juga sudah tidak bisa menahan rasa kantuk itu, maka malam ini tidak jadi mendongeng. Kakak sebenarnya agak kecewa dengan kejadian ini. Agar kakak tidak kecewa, maka saya coba untuk memberitahu kepada dia kalau dongengnya esok pagi jika masih ada waktu sebelum berangkat sekolah.  Tapi ternyata pagi hari juga tidak ada waktu, karena kakak masih melanjutkan tugas sekolahnya, lalu persiapan ke sekolah. “Yaaah…gak jadi ndengerin dongeng donk…”Kata kakak dengan nada kecewa. “Ya sudah…nanti malam dongengnya dobel…hehehe…” Jawab saya.

 

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

 

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL#10 (DAY 4)

Bismillaahirrohmaanirrohiiim…..

Malam hari ini beda….kakak biasanya minta dongengnya sebelum tidur…tapi malam ini habis maghrib sudah minta didongengin. Dia minta dongeng tentang ikan Hiu. Dia penasaran banget yang namanya Hantu Ikan  yang seperti di buku-buku cerita. Karena saya kurang persiapan tentang dongeng ini, saya minta waktu 10 menit ke kakak untuk mencari informasi tentang  Hantu Ikan di laut. Saya coba untuk browsing di IPusnas, ketemulah buku cerita Seri Mengenal Dunia Ikan yaitu tentang Hantu Ikan. Alhamdulillaah…..Lalu baru mulailah mendongeng tentang  Hantu Ikan di Laut.

“Kakak…yuk kita mulai dongengnya…Bunda sudah baca ceritanya tadi….” Kata Bunda

“Oke dech….kakak sambil tidur-tiduran ya…”

HANTU IKAN

Sebagian besar ikan adalah karnivora. Apa itu karnivora? karnivora adalah hewan pemakan daging, daging apa saja mereka makan, baik daging hewan air, atau hewan darat. Bahkan hewan udarapun bisa mereka makan. Waow rakus banget ya…Terkadang manusia juga menjadi makanan mereka, Lho! serem ya…

Hantu laut! Julukan yang pantas buat si ikan hiu putih. Coba bayangkan bentuk tubuhnya, dari ujung kepala smapai ujung ekor. badannya besar, giginya taring dan runcing, mulutnya lebar, dan matanya bulat tajam. Waah, dia tampak sangat jahat bukan? Panjang hiu putih hampir 7 meter. waaah…panjang juga, ya? Bunda saja cuma 1 meter lebih 35 centimeter, belum ada apa-apanya ya sama panjangnya ikan hiu putih. Dia terkenal paling ganas saat makan, juga paling rakus, lho! kalau sedang kelapran, benda apa saja yang bergerak mungkin akan dimakannya. hmmm…serem ya….

Ajaib! Ikan hiu mempunyai gigi-gigi yang unik. Bila giginya ada yang tanggal, gigi baru akan segera menggantikannya. Jadi, jangan heran selama hidupnya ikan hiu menganggalkan ribuan gigi. Gigi-gigi yang tanggal itu, banyak hanyut terbawa ombak. Bahkan, sering ditemukan di tepi pantai. Bagi orang-orang purba, gigi hiu sangat bermanfaat sebagai senjata atau alat potong. Orang purba adalah orang yang hidup zaman dulu ketika bumi ini diciptakan oleh Allah.

Ikan Hiu banyak keistimewaan. Selain penciumannya yang tajam, gerakan ikan hiu juga sangat anggun. Ketika akan menyerang mangsa, dia bisa meluncur dengan sangat cepat. Kadang menerkam mangsanya dengan berbelok seperti penari balet.hehehe….Namun hiu juga punya kelemahan, lho! Ternyata, dia tidak bisa berenang mundur. Bila terjepit sesuatu dan tidak ada ruang untuk bergerak maka dia akan segera mati. hal ini dikarenakan hiu perlu bergerak untuk mendukung alat pernapasannya. badannya gendut sih….hahahaha (kakak ikut tertawa…kayak ayah…hahaha). “Ups..gak boleh ngejek…” Kata Bunda…


“Serem ya…ikan hiu putih…emm…masih ada kah hantu ikan yang lainnya bun?”Tanya kakak.

“Masih ada…laaaah…mau hantu ikan yang lain kakak?” Ujar Bunda.

“Mau…mau…ayo dilanjut bun…seruuu…” Jawab Kakak.

Selain ikan hiu putih, ada juga hantu ikan lainnya. Namanya, ikan paus pembunuh. Panjangnya sekitar 8 meter, lebih panjang dari ikan hiu putih. Meski tidak menyeramkan, paus pembunuh tergolong ikan buas. Jangan sampai kita terkecoh! Punggung ikan paus pembunuh berbeda dengan ikan-ikan paus lainnya. Punggungnya memiliki sirip yang panjang. Bila dilihat dari kejauhan, sirip ikan paus pembunuh sangat mirip dengan ikan hiu. Sampai sekarang ini belum ada data yang pasti, juka paus pembunuh memangsa manusia, tetapi paus pembunuh lebih senang memakan anjing laut dan amamlia laut lainnya. Seperti singa di daratan yang suka hidup berkelompok. Paus pembunuh juga hidup berkelompok, lho! Mereka selalu berburu bersama-sama. Bahkan, ikan hiu putih yang terbesarpun akan takut berhadapan dengan mereka. Kalau tidak ada mangsa lain, ikan paus pembuhun kadang memangsa paus jenis lainnya. Waow…rakus banget ya? masak temannya sendiri dimakan juga kalau lagi lapeeer…dan bahkan paus yang paling besar pun bisa menjadi mangsanya. Wah…wah…bener-bener ikan buas ya?.

“Iya..ya bun….kasihan temannya kalau seperti itu…”Kata kakak.

“Sebenarnya masih ada hantu ikan yang lainnya…tapi bunda mau ngerjakan tugas yang lain. Dilanjut besok gak papa ya kak?” Tanya bunda.

“Iya dech…kakak mau maen sama adek kalo gitu” Jawab kakak.


Jadi, tujuan dongeng kali ini adalah untuk mengenalkan hewan-hewan buas di laut, mengenalkannya lebih dekat kepada anak-anak agar mereka lebih luas wawasan tentang hewan laut. Kebetulan kakak juga sekali dengan hewan.

Sumber dongeng: Buku Seri mengenal Dunia Hewan “Hantu Ikan” (penulis: Kak Kambini Yudianto)

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

 

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (Day#1)

Bismillahirrohmanirrohiiim,,,,,

Dalam aktivitas sehari-hari tidak terlepas dari matematika…iya betul matematika. Mulai dari bangun pagi jam berapa, memasak sayur dengan takaran bumbu berapa sendok, biji, liter dll, merebus air berapa lama dan lain sebagainya, semuanya menggunakan angka-angkamatematik untuk kepastian ukurannya. Nah…ternyata cukup banyak matematika di sekitar kita yang perlu diperkenalkan kepada anak-anak kita sejak dini dengan menyenangkan.

Kakak Cia (6,5 tahun) sejak kecil memang menyukai matematik. Minatnya terhadap matematik mulai terlihat menonjol ketika TK B. Kalau sudah melihat angka matanya berbinar-binar. Hari ini sepulang sekolah kakak minta dibuatkan soal tentang penjumlahan, pengurangan, perbandingan, pengelompokan. Untuk menghindari agar tidak bosan dengan yang namanya angka, maka saya buat gambar-gambar yang ada di sekitar sekaligus untuk menanamkan konsep matematika di lingkungan sekitar. Subhanallah…dia kelihatan berbinar-binar dan antusias untuk mengerjakannya.”Emmm…Kalau ini ya gampang BUN…kakak suka ini…” kata kakak Cia. “Oya…oke dech coba dikerjain…heheh.”Jawab saya. Kemudian tidak sekedar mengerjakan soal matematik saja tapi saya coba mengaplikasikan dalam keseharian. Pada saat pagi hari ketika saya masak di dapur, kakak bertanya kepada saya, ” Bun…sekarang jam berapa? nanti kakak mandi jam berapa?”. Nah…ini pertanyaan yang bagus, momen yang tepat untuk saya gunakan mengenalkan matematik dalam kehidupan sehari-hari kepada kakak (pikir saya). Berikut percakapan saya dengan kakak di waktu itu:

Saya: “Oiya…coba kakak lihat jam dindingnya…jarum pendeknya ada di angka berapa? dan jarum panjangnya ada diangka berapa?”

Karena kakak sudah mengenal angka maka dengan mudah dia menyebut,

Kakak: ” Jarum pendek ada di tengah-tengah antara angka 5 dan 6 bun…terus jarum panjang ada diangka 6″

Saya: ” Oke betul kakak…itu artinya sekarang jam 5 lebih 30 menit atau setengah 6″ .Nanti kakak mandi jam 6 tepat ya…, jarum pendek ada di angka 6 dan jarum panjangnya ada di angka 12″

Kakak: “Ooo…aku tau…kalau jarum panjangnya diangka 6 itu artinya setengah ya bun, kalau di angka 12 itu pas ya bun…begitu?

Saya: : Iya betul…100 untuk kakak…kakak memang anak bunda yang hebat…hehehe…”

Berbeda dengan ade’Bibie (5 tahun 2 bulan), hari ini saya menstimulus logika matematikanya dengan mengajarkan warna dan mengelompokkanya. Alat yang saya gunakan adalah mainan lego yang menjadi mainan kesukaannya.

Saya:” Ade’ Bibi…yu bermain lego…mau?

De’Bibie:” Iya…..mau…ayoook maen ledo…”

lego saya acak, dan saya meminta de’Bibie untuk menyusun barisan seperti kereta dengan warna yang sama, sambio memperkenalkan warna, dan mencoba untuk meminta menghitungnya.

saya:” Ayo bikin kereta api yang panjang….”

De’Bibi: ” Teta api…api…ya…”

Saya:” iya..ayo mana warna hijau???

de’Bibie:”ini…ini…ijau…”

Saya: “Jadiin satu ya yang hijau….bikin barisan…”

de’Bibie:” Mana…mana….ini ya….”

Dia dengan senang hati dan serius menyusun balok-balok itu menjadi barisan yang rapi, lalu menghitungnya. Tapi kadangmasih loncat-loncat menghitungnya…hehehee…warnanya kadang juga masih kacau…

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroundUs

Pengamatan Gaya Belajar Anak #Day3

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pengamatan Tanggal 18 September 2017

Cia (6,5 th)

Hari ini memang saya agak telat pulang dari kerja, karena ada acara pembubaran panitia di kampus. Jadi nyampai rumah setelah maghrib. Begitu nyampai di rumah saya disambut sama anak-anak dengan girangnya…”Bunda-bunda kakak mau cerita” kata kakak, “Ok…wah kayaknya seru ya ceritanya”Jawab saya.
Aktifitas:
– Selalu menceritakan pengalaman di sekolah (mengulang apa yang disampaikan guru) >>auditory
– Bertanya apa-apa yang dia belum ketahui di sekolah >> auditory
– Selalu menggambar setelah sepulang sekolah >> visual

– Belajar B.Inggris anggota tubuh dengan menunjuka anggota tubuh>> visual

Bibie (5 th)
Aktifitas:
– Sibuk sekali bermain menata kartu, lego >>kinestetik
– Suka main game yang ada aksinya>>>kinestetik

– Mempraktekkan nari yang ada di vedeo>>>kinestetik

 

#Tantangan10hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#Kuliah bunsay iip

LISTRIK MAGNET

Modul Praktikum Listrik Magnet dapat di-download di bawah ini:

MODUL LISTRIK MAGNET _2017-2018_ GANJIL

MATERI PEMBEKALAN PRAKTIKUM LISTRIK MAGNET _2017_

TERMODINAMIKA

Modul Praktikum Termodinamika T.A 2017-2018 dapat di-download di bawah ini:

Modul Termodinamika 2017-2018

MATERI PEMBEKALAN PRAKTIKUM TERMODINAMIKA_2017_

FAMILY PROJECT HARI KE-9

Bunda sayang

Ibu Profesional

IIP

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Hari ini adalah pelaksanaan proyek mingguan menanam bunga, sesuai dengan rencana proyek ini kita lakukan hanya berdua yaitu saya dan kakak. Pelaksanaan proyek ini saya laporkan dalam bentuk master mind.

Sukses apa hari ini?

Kegiatan ini diawali dengan memilih bunga yang akan ditanam. Saya bersama kakak langsung meluncur ke pasar bunga splendit untuk memilih-milih bunga. akhirnya setelah survey ke beberapa toko kakak memilih 2 bunga yang disukainya, dan saya memilih satu bunga. selain bunga, saya juga membeli tanaman sayur yaitu tanaman lombok dan terong, juga tanaman jeruk purut. Maklum, saya paling tidak tahan kalau melihat yang hujau-hijau, jadi agak meleset dari anggaran yang direncanakan.hehehehe…tapi sudah sesuai dengan budget. Kemudian berlanjut dengan membeli media tanam dan pot bunya. Begitu selesai membeli bunga, kita tidak langsung pulang begitu saja, kita tanya-tanya dulu kepada penjual bagaimana cara menanam dan perawatan bunga tersebut. Setelah itu kita baru cabut pulang. Perjalanan pulang kita tempuh sekitar 30 menit dengan membawa sepeda motor.

Setelah sampai di rumah, kakak begitu semangat menyiapkan segala peralatan yang diperlukan, seperti gunting, sapu, serok, pisau, dll. Sebelum mulai menanam, kakak memilih tempat yang sesuai, dia paling ahli kalau dalam hal menata dan mendesain, hehehehe….akhirnya diputuskan di teras rumah berhadapan dengan taman depan rumah, viewnya memang pas dan bagus. Barulah kemudian saya memulai untuk proses menanam. Pertama saya buka plastik polybag dengan gunting, kemudian saya  pindahkan ke pot bunga, baru kemudian menaruh media tanam ke pot bunga. Setelah selesai semua, kakak yang bertugas menata tempatnya dan kemudian kakak menyiram satu persatu bunga itu. Kakak kelihatan berbinar-binar ketika melakukan proyek ini, benar-benar kakak sangat menyukainya, dan dia berkomitmen untuk merawatnya, Subhanallah benar-benar ini adalah karunia Mu ya Allah, kau jadikan anakku menjadi insan yang sangat mencintai makhluk Mu.

Proses tanan-menanam selesai, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Ayahpun terkejut karena kita berdua (saya dan kakak) tidak memberitahukan kegiatan ini kepada ayah sebelumnya. ayah begitu takjub, karena ada bunga=bunga yang indah di teras rumah, jadi suasana rumah terasa indah bagai di surga (hahahay…lebay).

Tips sukses

  1. Sayangi segala pekerjaan yang kita lakukan
  2. Lakukan pekerjaan dengan keikhlasan dan kesabaran
  3. Biasakan melakukan sesuatu sesuai dengan yang direncanakan
  4. Hargai setiap hasil karya seseorang.
  5. cintai sesama makhluk dengan sepenuh hati.

Mau sukses apa besok?

  1. Melibatkan semua anggota keluarga dalam menjalankan proyek keluarga
  2. Ingin Fokus dengan kecerdasan ade Bibie.
  3. Melatih tanggung jawab kakak dalam merawat bunga
  4. Istiqomah dalam menjalankan proyek harian.

Demikian master mind pada hari ini, semoga bermanfaat dan tetap semangat.aamiin

#Day9

#GameLevel3

#MyTeamMyFamily

#BunsayIIP

MATERI BUNDA SAYANG SESI#2 IIP BATCH#2

Senin, 10 Juli 2017

Fasilitator : Heny

KorLan : Yulia Ika

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?

Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.

 

Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

 

Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

 

Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?

 

Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.

 

Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita madih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

 

Apa saja tolok ukur kemandirian anak-anak?

 

☘Usia 1-3 tahun

Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.

Contoh :

✅Toilet Training

✅Makan sendiri

✅Berbicara jika memerlukan sesuatu

 

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th  adalah sbb :

👨‍👩‍👦‍👦 Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.

👨‍👩‍👦‍👦 Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.

👨‍👩‍👦‍👦Komitmen dan konsisten dengan aturan

 

Contoh:

Aturan berbicara :

Di rumah ini hanya yang berbicara baik-baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkannya.

 

Maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.

 

Aturan bermain:

Di rumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudaj tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain.

 

Maka tempatkanlah mainan-mainan dalam tempat yang mudah di ambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak-anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan di tempat B. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.

 

☘Anak usia 3-5 th

Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya

Contoh :

✅ Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.

✅Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

 

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :

👨‍👩‍👦‍👦Hargai keinginan anak-anak

👨‍👩‍👦‍👦Jangan buru-buru memberikan pertolongan

👨‍👩‍👦‍👦 Terima ketidaksempurnaan

👨‍👩‍👦‍👦 Hargai proses, jangan permasalahkan hasil

👨‍👩‍👦‍👦 Berbagi peran bersama anak

👨‍👩‍👦‍👦 Lakukan dengan proses bermain bersama anak

 

Contoh :

✅Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.

✅Apabila anda memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.

✅Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtus.Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.

 

☘Anak-anak usia sekolah

Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, mka saat anak-anak memasuki usia sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dari dalam dirinya tentang apa saja yang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupan ini.

 

⛔Kesalahan fatal orangtua di usia ini adalah terlalu fokus di tugas-tugas sekolah anak, seperti PR sekolah,les pelajaran dll. Sehingga kemandirian anak justru kadang mengalami penurunan dibandingkan usia sebelumnya.

 

🔑Kunci orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia sekolah

👨‍👩‍👦‍👦Jangan mudah iba dengan beban sekolah anak-anak sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orangtuanya

👨‍👩‍👦‍👦Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri

👨‍👩‍👦‍👦Percayakan manajemen waktu yang sudah dibuat oleh anak-anak.

👨‍👩‍👦‍👦Kenalkan kesepakatan, konsekuensi dan resiko

 

Contoh :

✅Perbanyak membuat permainan yang dibuatnya sendiri ( DIY = Do It Yourself)

✅Dibuatkan kamar sendiri, karena anak-anak yang mahir mengelola kamar tidurnya, akan menjadi pijakan awal kesuksesan ia dalam mengelola rumahnya kelak ketika dewasa.

 

☘Ketrampilan-ketrampilan dasar yang harus dilatihakan untuk anak-anak usia sekolah ini adalah sbb:

1⃣Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya

2⃣Ketrampilan Literasi

3⃣Mengurus diri sendiri

4⃣Berkomunikasi

5⃣Melayani

6⃣Menghasilkan makanan

7⃣Perjalanan Mandiri

8⃣Memakai teknologi

9⃣Transaksi keuangan

🔟Berkarya

 

☘3Hal yang diperlukan secara mutlak di orangtua dalam melatih kemandirian anak adalah :

1⃣Konsistensi

2⃣Motivasi

3⃣Teladan

 

Silakan tengok diri kita sendiri, apakah saat ini kita termasuk orangtua yang mandiri?

 

☘Dukungan-dukungan untuk melatih kemandirian anak

1⃣Rumah harus didesain untuk anak-anak

2⃣Membuat aturan bersama anak-anak

3⃣Konsisten dalam melakukan aturan

4⃣Kenalkan resiko pada anak

5⃣Berikan tanggung jawab sesuai usia anak

 

Ingat, kita tidak akan selamanya bersama anak-anak.Maka melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita

 

Salam,

 

 

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

 

Sumber bacaan:

 

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, gaza media, 2014

Septi Peni, Mendidik anak mandiri, pengalaman pribadi, wawancara

Aar Sumardiono, Ketrampilan dasar dalam mendidikan anak sukses dan bahagia, rumah inspirasi

 

 

Diskusi

 

  1. Andriyanti

1.bgm tips melatih kemandirian pd anak usia sekolah..kelas 3SD ?

saya tampilkan tabel kemandirian berdasarkan usia ya mba, silakan mba sesuaikan dgn usia ananda. Silakan diperhatikan apa saja y harus dilatih sesuai usia ananda d rumah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.bgm cara bernegosiasi yg efektif dg anak dlm rangka melatih kemandirian nya?

Mba andri bisa diskusi dgn ananda mengenai apa itu kemandirian, apa saja y harus ananda bisa lakukan sendiri, dan sampaikan harapan mba thdp ananda mengenai mengapa ananda harus belajar mandiri, sampaikan andai orang tua tidak dapat mendampingi ananda lagi, ananda sudah siap dan mampu mandiri.lalu bisa sama2 melihat tabel target kemandirian berdasarkan usia, diskusikan mana y akan dilatih bersama ananda diawal, lalu lakukan.. lakukan..lakukan…

 

3.utk kesalahan fatal dlm hal melatih kemandirian ini sering dialami ortu ….bgm tips/ cara spy bisa lebih “TEGA” ?

TEGA(s) ini tentunya harus dimulai dgn aturan yg jelas, apa saja yg harus dilakukan apa tujuannya, setelah sama2 memahami, boleh juga membuat sistem reward n punishment.

Dan lalukan dgn konsisten dan komitmen

 

 

  1. Artit Meita

Assalamualaikum,

“Kakak adalah contoh figur bagi adik – adiknya.  Beri contoh baik pada kakak dan kan kau dapati adik – adiknya mengikuti kebaikannya”.

Saya menulis kata-kata tersebut diblog, sejatinya kakak adalah role model adik2nya. Tapi terkadang keadaan dilapangan berbeda sesuai mood, si kakak (7y) mandiri mengembalikan mainan setelah bermain tapi terkadang membuat si adek (3y) lebih santai dan cenderung mengandalkan si kakak. Bagaimana agar kakak dan adik bisa sejalan kemandiriannya dan adik tidak terus mengandalkan si kakak. Terimakasih

 

mba Artit, ananda memiliki rentang usia berbeda dan cukup jauh, mba bisa melihat apa saja kemandirian yg harus dicapai ssuai tahap usia ananda, dan menyesuaikan dgn kondisi ananda dirumah, lalu mulai berlatih kemandirian berdasar usia dan kondisi masing-masing ananda

 

  1. Ayunda
  2. Gmn cara mengatasi anak yg sdng tantrum dgn cara menangis meronta2 saat menginginkan sesuatu yg tidak disetujui oleh orang tua?

Anak itu paling pintar membaca situasi, saat keinginannya tidak diikuti, senjata paling ampuh adalah dgn membuat orang tua gusar, merasa malu dgn sekitar, penat dsb. Salah satu nya dgn cara menangis meronta.

Saran saya, jika ananda seperti, biarkan saja, sampaikan bahwa ananda boleh mengeluarkan perasaan kesal, marahnya, dan jika sudah puas menangis, kita akan membicarakan nya.

Awasi saja dr jarak tertentu, pastikan ananda dlm kondisi aman.

 

  1. Bagaimana melatih kemandirian anak usia 1-3th. Apa sebatas memberikan pemahaman terus menerus tentang kemandirian yg ingin kita latih

Silakan melihat tabel kemandirian berdasarkan rentang usia nya ya mba, lalu lakukan latihan kemandirian tsb.

 

  1. Bagaimana jika terjadi pada anak yg rasa ingin tahunya tinggi pada usia 1-3th tentang smua aktivitas yg dilakukan org tua ato org2 disekitarnya. Maka qta org tua apa membiarkannya mengeksplor keingintahuannya atau kita harus membuat aturan dan perjanjian pada anak mana yang boleh dan tidak dilakukan? Tapi jika aturan yang dibuat tetapi anak tidak merasa puas bagaimana?

 

Selama itu positif mengapa tidak? Mengenai tingkat kepuasan thdp aturan, kembali ke tujuan dibuat aturan, maka berpegang saja di koridor tsb. Toh kita pribadi pun sering tidak puas thdp peraturan-peraturan yg ada, namun jika untuk kebaikan, maka tunduk adalah hal terbaik bukan?

 

 

  1. Apa menyekolahkan anak sedini mgkn dapat mempercepat proses kemandirian anak?

 

Latihan kemandirian yg paling efektif dan terbaik adalah dirumah dengan guru utama dan terbaik nya, yaitu orang tua.

Jangan mengandalkan pihak ketiga untuk melatih hal-hal yg akan dijadikan bekal ananda kelak saat kita tidak dapat mendampingi nya lagi ✅

 

  1. Kholilatul Wardani

Assalamualaikum,

  1. pada Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th salah satu contoh membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri. dalam proses latihan ini apakah sama sekali tidak boleh anak berlatih sendiri? untuk mengajari biasanya memang membersamai, akan tetai dalam stepnya terkadang saya juga membiarkan anak saya untuk berlatih sendiri, contoh makan, proses awal2 saya temani, ajari, arahkan, semakin dia menunjukkan progress, saya berusaha memberikan waktu anak sendiri tanpa di awasi untuk kegiatan yang sedang dia pelajari, karena saya ingin melatihnya tidak selalu saya ada di sampingnya untuk mengajarkan. bagaimana dengan kondidi seperti ini ( belum 100% full bisa sendiri, tapi saya berikan waktu untuk latihan sendiri)

terkadang juga tidak di set untuk latihan makan misal, tapi dia melakukan sendiri, karena tempat makan yang bisa dia jangkau sendiri)

*memang berbeda dengan saat membersamai, saya bisa tau kekreatifitasan anak saya, saat ada masalah yang muncul dalam latihan, saya berikan waktu sendiri mungkin kalau secara ketercapaian di atas 60%)

 

Diawal pelatihan ananda memang harus dibersamai, kita jelaskan dan contohkan caranya, dan seiring anak y makin mahir, tidak mengapa dibiarkan sendiri. Biarkan ananda bereksplorasi kemampuan baru nya.

 

 

  1. disampaikan bahwa jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya. (pada contoh aturan bermain) ;
  2. apakah pada usia 1-3 ini kita full menjadi peran teman?
  3. apabila tidak kapan kita berperan jadi ortu dan kapan jadi teman?
  4. bagaimana agar peran kita terampaikan dengan baik, misal saat kita menasehati berperan jadi ortu, anak malah menghiraukan karena dianggap teman, dan pada saat kita menjadi teman, anak kurang terbuka karena menganggap kita dalam peran ortu?
  5. apa saja peran ortu untuk anak usia 1-3 tahun?

 

Saya pribadi lebih memilih tetap berperan menjadi orang tua namun bisa dijadikan teman terbaik bagi ananda untuk bercerita semua hal yg ditemui nya, baik sedih, senang, marah dsb

  1. terkait pernyataan ‘jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.’

dalam kondisi ini saya berusaha menjelaskan ke anak saya bahwa “anak shalih harus ngomong, kalau nangis bunda gak ngerti”seringnya metode ini berhasil, akan tetapi ada case2 tertentu yang saya tidak memahami apa yang dia inginkan..lalu step saya ” anak shalih..bilang sama allah ya nak, bunda gak ngerti anak shalih mau apa?biar allah dengan caranya yan menunjukkan apa yang anak shalih inginkan”. Untuk step seperti ini saya tidak mengetahui jawaban secara langsung, tapi alhamdulillah biasanya dengan cara Allah dimudahkan.

yang saya tanyakan untuk step ke 2 yang saya ceritakan di atas, terkadang jngka waktu dalam menemukan jawaban yang anak inginkan kan beda, dengan kondisi dia tetap menangis.

  1. step apa yang harus dilakukan oleh ibu agar dalam kondisi seperti ini tetap mampu memanage emosi,

Keren mba Dhani, ananda sudah diajarkan memahami menyampaikan apa y diinginkan dgn baik 👍🏻👍🏻👍🏻

Memberi ruang antara ibu dan ananda sesaat bisa jd sarana untuk memanage emosi, banyak istighfar dan mendoakan ananda yg terbaik.

Supaya tidak keluar kalimat-kalimat yg tidak diinginkan boleh juga gigit lidah, agar otak memiliki waktu mencerna.

 

  1. step apa agar ibu selalu menemukan second opinion, tidak mentok, sampai menemukan keinginan anak

. Bagaimana dgn membiarkan ananda menuntaskan emosi yg tidak nyaman nya terlebih dahulu sampai ananda siap untuk menyelesaikan apa yg diinginkan nya?

 

  1. bagaimana mengatasi kondisi pola pendidikan yang berbeda dengan orang tua kita, contoh, saat anak menangis karena sesuatu hal, kita berusaha menjelaskan dan kemudian mengalihkan perhatian ke hal lain; dalam proses menjelaskan ortu sudah mengambil dan seolah mengiyakan permintaan dengan janji2) bersama ortu seminggu sekali (ke anak kita belajar dan tidak pernah membohongi dengan janji2 yang tidak dilakukan) ; juga telah berusaha sounding ke ortu, tapi terkadang hal yang sama di lakukan; padahal saat di menangis kita ingin menuntaskan perasaannya itu, dengan penjelasan bukan dengan metode pengalihan yang seperti itu.

 

Selalu sampai kan dan komunikasi kan ke orang tua perihal cara kita menghadapi ananda, sampai kan dgn cara paling sederhana y paling mudah dimengerti orang tua kita.

Kepada ananda pun selalu tanamkan nilai-nilai yg kita pegang, shg pertemuan sesaat dgn Kakek neneknya tidak menjadikan ananda menghadapi dualisme aturan yg membingungkan

 

  1. kalau ke diri saya, saya berusaha untuk tetap tidak memarahi, berkata kasar atau nada tinggi, bagaimana dengan menjelaskan ke orang di sekitar saya untuk berlaku hal yang sama, karena saya suka sedih kalau liat anak dimarah2 dan di bentak2, karena ketidakpahaman orang tua) terkadang juga saya mau kasih tau tapi responnya, saya aja gak tau sikap anaknya, kalau ga digituin gak akan berhenti. bagaimana yg seharusnya saya lakukan (jadi baper soalnya)

 

Bagaimana dengan keteladanan mba ? Kita lakukan y terbaik yg bisa kita lakukan, biarkan orang disekitar melihat hasilnya, lalu membangun ketertarikan untuk belajar dan melakukan hal yg sama dgn y kita lakukan.

 

  1. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan (kerelaan anak).
  2. Sampai tahap mana kita melatih menerapkan aturan ke anak kita tentang suatu aturan?

 

Mba Dhani akan melakukan sampai tahap mana kira2 thdp ananda?

 

  1. indikator apa saya yang bisa kita lihat bahwa anak2 sendirilah yang rela menjalankan aturan tersebut

 

Tentunya mba Dhani bisa melihat ditahap mana ananda melakukan krn terpaksa dgn ananda melakukan krn terbiasa?

 

  1. bagaimana membedakan anak2 yang memilih sendiri untuk menjalani dengan aturan, atau terpaksa menjalani aturan, (untuk usia 1-3 ; 3-5; usia sekolah) karena banyak kta lihat di kondisi sekarang, bahwa anak2 usia sekolah hanya sekedar menjalani aturan tapi karena terpaksa bukan karena kesadaran.

 

Amati saja, pasti akan terlihat mana y berdasar kesadaran mana y terpaksa.

 

  1. apakah anak usia 1-3 tahun bisa memiliki perasaan terpaksa?pada usia berapa perasaan terpaksa itu muncul?

 

Seperti nya rasa terpaksa itu mutlak dimiliki setiap orang saat mesti berhadapan dgn tgg jawab ya mba, mgkn y bisa kita lakukan adalah memberikan pemahaman dan proses yg menyenangkan thdp ananda. Misal nya usia 3-5 tahun, ananda harus mulai berlatih membereskan mainannya sendiri, mencuci baju sndiri, piring sendiri dll. Kita kira ananda akan sangat keberatan dan terpaksa, namun percayalah anak usia ini sangat suka bermain dgn air, sehingga mencuci alih-alih dirasa sbgi tgg jawab dan dilakukan dgn terpaksa justru menjadi hal y sangat menyenangkan

 

  1. pada point Terima ketidaksempurnaan, tips2 apa bagi para bunda agar lebih mudah dalam menerima ketidaksempurnaan?misal tidak menyukai hal yag disukai anak lain.

 

Dengan menurunkan standar penerimaan kita. Sehingga kita akan menerima ketidak sempurnaan tsb.

 

  1. dalam melatih kemandirian anak, kapan indikator apa yang bisa kita lihat bahwa anak siap untuk dilatih mandiri?berdasarkan apa?karena kalau berdasarkan referensi kan secara umum, terkadang anak kita bisa sama, bisa juga berbed dari ref yang ada. Misal terkait memegang sendiri benda tajam; dari referensi usia 4-5; akan tetapi anak bisa saja sebelum itu, pertanyaan saya, indikator apa yang menunjukkan bahwa anak ini sudah siap untuk dilatih mandiri, sama sepert baca tulis dkk (terkadang ada statement terlalu dini dkk; oleh karena itu butuh indikator jelas yang menggambarkan kesiapan)

 

Amati saja mba, tentu orang tua yg selalu ada didekatnya, memahami sejauh mana ananda siap dilatih kemandirian nya

 

  1. anak saya usia 21m; sudah mulai lancar naik turun tangga sendiri, saat mau dibantu untuk dipegangi, sering menolak, karena dia bilang “bunda..anak shalih aja” kalau tidak berbahaya saya biarkan untuk pengawasan saja ; tapi untuk kondisi tertentu yang bahaya, dia tidak mau, bagaimana menjelaskan pada anak, agar dia memahami, tanpa mencederai perasaan belajarnya yang tinggi.

 

Selama ananda dlm kondisi aman, tidak membahayakan diri dan juga orang disekitar nya biarkan bereksplorasi, namun sekiranya dpt membahayakan, sampaikan saja dgn bahasa y lugas. Insyaallah anak akan memahami nya.

 

  1. Ridla

Assalamualaikum, saya Ridla, ibu dari 2 anak lelaki (4th dan 3th)

  1. Umur brp sebaiknya anak mulai tidur sendiri di kamar sendiri?

 

Saya pernah membaca, ananda sudah boleh belajar tidur sendiri diusia 3 tahun. Krn diusia ini ananda sudah terlepas dr kebutuhan akan ASI dr ibu nya.

Untuk prosesnya, saya baca dr buku melatih kemandirian Abah Ihsan, ananda Diusia 3-4 tahun, pisahkan tempat tidur, namun masih tetap dalam satu kamar, lakukan ini selama 1 tahun agar ananda merasa ” ah ternyata tidak apa2 tidur sendiri”

Barulah pada usia 4-5 tahun pisahkan kamar ananda, dan temani sampai ananda tertidur dikamarnya. Lakukan selama 1 tahun

Setelah satu tahun, 5-6 tahun, dimana tahap 1 dan 2 sdh terlewati barulah Ananda siap untuk tidur dikamar sendiri tanpa ditemani.

 

  1. Efektif kah jika saya mengajarkan kemandirian kepada anak², tp saya sendiri sehari-hari dibantu ART?

Sampaikan saja pada ananda, bahwa ibu membutuhkan art untuk melakukan pekerjaan yg tidak bisa ibu lakukan sendiri, untuk membantu ibu. Untuk hal-hal yg harus ibu lakukan sendiri, ibu akan lakukan.

Dan latih ananda untuk mengerjakan sendiri apa yg menjadi kewajiban nya sndiri.

 

  1. Selama ini, saya mengajarkan kemandirian ke anak² hanya sebatas apa yg saya kerjakan sendiri juga, seperti memasak, mengatur baju di lemari, dll. Sedangkan pekerjaan ART (seperti mencuci baju, menyetrika baju) tidak saya ajarkan kepada anak². Menurut bunda Heny, salahkah saya? Atau lebih baik saya tetap ajarkan saja kepada mereka?

 

Menurut saya tidak mengapa diajarkan, dilatih, dan dibiasakan. Krn ananda tidak akan selamanya bersama kita, pada saatnya ananda harus sdh siap mandiri kapan pun.

 

Tanya satu lagi, anak sy dua lelaki, usia 4th dan 3 th, nantinya sy berniat membuat satu kamar untuk mereka, menurut bunda Heny, gpp satu kamar?  Kasur terpisah atau satu kasur ya?

 

Jika memungkinkan pisahkan kasurnya, jika tidak memungkinkan tidak mengapa satu kasur, namun pisahkan bantal dan selimutnya.

 

  1. Dila
  2. Apa yg bisa kita lakukan mengenai melatih kemandirian pada anak bila anak berusia di bawah 1 tahun?

 

Untuk usia 0-12 bulan, salah satu cara mengajarkan kemandirian dengan menyampaikan pesan-pesan positif, misalnya “wah adek mau pipis ya? Bilang ibu, aku mau pipis. Pintar! Sudah? Yuk, kita bersihkan” atau “waktu nya mandi sayang, yuk lepas baju, mulai dari tangan kiri ya, terus tangan kanan. Hebat! Anak ibu memang pintar”

(Bunda sayang : 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak,  2013)

 

Sedang usia 1-3 tahun, ananda dapat diajarkan untuk mengontrol diri. Sehingga dapat mengenali tanda-tanda rubuh untuk dpt memahami kebutuhan nyA, misal nya saat lapar ananda belajar mengutarakan rasa laparnya, ketika ingin berkemih, ananda  dapat sampaikan keinginan nya tsb.

Selaim itu ananda juga sdg bisa dilatih utnuk makan minum sendiri, memilih baju dan berpakaian, serta utamanya adalah proses menyapih saat usia dua tahun keatas.

 

  1. Misalkan seorang ibu bekerja menitipkan anaknya pada ibunya saat bekerja. (Umur anak 3-5th). Pada saat anak ingin ikut menyetrika dilarang. Memegang strikanya saja tidak diperbolehkan. Si anak mau membantu masak dan sebagainya tidak diperbolehkan karena menurut nenek berbahaya bagi si anak.
  2. Apa dampaknya bagi anak yang diperlakukan seperti itu?
  3. Bagaimana jika kita sebagai orangtua memiliki kondisi seperti itu?

 

Sebelum nya kita mesti lihat dulu usia ananda direntang usia berapa untuk siap thdp latihan kemandirian yg harus dijalaninya.

Sampaikan kepada orang tua mengenai skill kemandirian apa y harus dimiliki  ananda, apa manfaatnya bagi nya kelak, lakukan komunikasi produktif thdp orang tua yg dititipi.

Lakukan jg komunikasi thdp ananda mengenai hal tsb

 

 

  1. Ratih

🎀 Usia 12bln ke atas itu menguji kesabaran, gemes banget utk anak yg suka dg semua barang di makan😥 Bagaimana sikap kita?

 

usia ananda 12 bulan memang sangat menggemaskan yaa 😍😍

Lakukan reframing terlebih dulu dibenak kita, bahwa usia 12 bulan merupakan fase oral, dimana ananda suka sekali bereksplorasi memakan semua y ditemuinya.

Berikan pengertian, dan pastikan semua y disekitar jangkauan nya cukup bersih shg saat ananda kembali bereksplorasi dlm kondisi aman

 

🎀 melatih anak mandiri, bagaimana kalo anak kita di titipkan kapan wkt yg kira2 pas utk melatih?

Klo boleh tau dititipkan dimanakah mba?

 

 

  1. Rindang
  2. Bagaimana jika sudah usia lebih dari 7 tahun anak belum mandiri, karena proses kemandirian yang hilang atau belum dilakukan pada usia-usia sebelumnya? Bagaimana mengejarnya?

 

Mendidik anak itu bukan seperti lari seperti sprint, tapi seperti lari marathon, perjalanan panjang. Krn itu untuk y belum tercapai, tidak usah menjadi sbgi penyesalan, tp jdikan motivasi untuk memperbaiki jika ada y harus diperbaiki.

Mulai berlatih dr y paling harus diprioritaskan ananda, lakukan lakukan dan lakukan. Tetap semangat yaa mba

 

  1. Untuk keterampilan dasar yg harus diberikan adakah tahapan pembelajarannya berdasarkan usia?

Sudah ada ditabel diatas ya mba ✅

 

  1. Puteri Ayu

 

  1. Bagaimana menyikapi anak yg ngambeg. Yg awalnya mau mandiri lama2 jadi malas. Klo d kasih tau tutup telinga. Ini yg usia 5 thn

 

Tega(s) menegakkan peraturan sesuai yg disepakati bersama antara ananda dan orang tua memang tidak mudah. Jika anak ngambek, biarkan saja sampai ananda tenang, lalu lakukan dialog2 membangun, ingat komprod, bukan mencari kesalaham, tp menemukan solusi.

 

  1. Bagaimana cara mendisiplinkan anak usia 20 m yg blm d ajak d siplin bermain (semaunya sendiri)

Ajarkan dgn pesan-pesan positif terlebih dahulu, beri pujian, dan beri reward, misalnya dgn bermain papan bintang. Jika ananda berhasil melakukan a makan akan diberi stiker bintang yg ditempel di papa bintang milik nya ✅

Tantangan Hari Ke-7 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiim….

Alhmadulilllah segala puji Allah SWT. sampai saat ini saya masih diberi kesehatan dan ekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dan menjalankan segala aktifitas baik di rumah maupun di Laboratorium. Dalam berlatih komunikasi produktif memang butuh kesabaran dan keistiqomahan, bila tidak maka hasilnya tidak maksimal dan cenderung berputus asa. Hampir saja hari ini saya tidak tahan menahan amarah dan ngomel-ngomel ke kakak (Cia), lagi-lagi saya menaraik nafas panjang agar tidak sampek marah dan sesekali satya beristighfar.

Mulai tadi pagi kakak mudnya lagi gak bagus gara-gara saya tidak bisa mengambil rapot di sekolah pagi hari seperti yang lain karena saya ada jadwal mengawas ujian mahasiswa S1, adaaaa saja yang diomelin kakak ke saya…yang minta dibelikan susulah, minta jalan-jalan lah, gak mau pake baju sendiri dan bla..bla..bla…pokoknya criwisnya kakak keluar semua…hehehe..saya berusaha untuk diam dan tenang..saya ajak bicara kakak dengan tenang, “Kakak…bunda sudah SMS Bu Guru (B.Is) kalau bunda datang telat ngambil rapot, dan bu Guru mengizinkan…”. Kakak merespon: ” Lha tapi kan malu…terlambat”. Saya: “Ooo..kakak malu? tapi Bu guru kan sudah mengizinkan? Jadi menurut kakak gimana?”. Mencoab menerapkan KISS, jadi tidak terburu-buru memberikan penjelasan yang banyak biar gak bingung kakak sambil melatih kakak untuk menyelesaikan masalah. Lalu si kakak mulai berfikir. Disitulah kakak mulai bisa tenang walau agak sedikit cemberut, tapi minimal saya melaksanakan solusi yang diberikan kakak agar ada kepercayaan padanya.

Setelah tiba di sekolah, saya segera menghampiri kakak di TPA yang sedang bermain dengan teman-teman, dengan melambaikan tangan dan mata berbinar-binar saya menghampiri dia, “Kakak jadi ikut bunda ngambil rapot???”. Kakak menjawab: “Gak jadi wes…bunda saja..tadi pagi kakak cemberut soalnya belum ada teman…sekarang sudah ada teman…”, ” OO..oke dech…selamat bermain ya…?” Jawab saya. Ternyata tadi pagi ngomel bukan karena saya ambil rapot telat tetapi rupanya dia bosen butuh teman bermain, dari sini saya tau bahwa kakak tidak suka aktifitas monoton, suka bermain dengan teman sebayanya. Jadi,  saya harus banyak memberikan waktu untuk bermain dengan kakak sehingga dia tidak bosan di rumah.

Alhamdulillah, kemaren sore saya sudah mulai family forum lagi, selepas pulang dari kantor sambil tidur-tiduran bersama anak-anak dan suami ngobrol bareng, sesekali menemani ade’Bibi bermain game huruf dan angka yang seru banget. Setelah itu juga mendengarkan pengemalan kakak yang baru saja berkunjung ke Panti Asuhan. Si kakak bercerita dengan sangat antusias dan ayahpun meresponnya dengan memberikan pujian. Kemudian mendengarkan  ayah ngobrolin tentang tugas proposal tesisnya, kami berbincang dengan santai dan saling tukar pikiran…Yaa…rasanya sore itu menjadi chaiiir banget suasananya sambil ngabuburit. Semoga family forum tetap selalu ada di sore hari.

Tantangan komunikasi produktif ini membuat kami menjadi terbiasa untuk selalu berbenah dab berbenah. Terimaksih IIP. Tetap Semangat ya…

#level1

#Day7

#Tantangan10hari

#KomunikasiProduktif

#Kuliahbunsayiip

 

 

Zaitun Indonesia Incorporated

KATEGORI : ENTREPRENEURSHIP
Published on Monday, 13 January 2014 07:20
Oleh : Muhaimin Iqbal

Meskipun teh bukan tanaman asli Indonesia, diperkenalkan penjajah Belanda pada abad 17 – kini teh menjadi minuman sehari-hari kita dan bahkan negeri ini masuk kedalam top 10 producers teh dunia. Demikian pula sawit yang diperkenalkan oleh Belanda di abad 19, kita malah menjadi producer no 1 di dunia. Bila dari para penjajah-pun yang referensinya tidak jelas kita bisa membangun industri besar, maka seharusnya kita bisa lebih mudah lagi belajar dan membangun industri yang lebih besar dengan petunjuk hidup kita yang sesungguhnya yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Coba kita berpikir, kok bisa bangsa begini besar diajari untuk minum sesuatu yang sampai sekarang-pun belum jelas benar khasiatnya – yaitu daun teh, yang tanamannya-pun bukan asli kita dan tidak bisa tumbuh di sembarang tempat dari tanah kita. Mengapa tidak minum dari daun jambu misalnya, ataupun banyak dedaunan lainnya yang sebenarnya tidak kalah enak ?

Teh bisa menjadi minuman kita sehari-hari dan bahkan juga bangsa-bangsa lain di dunia, karena memang ada upaya yang massif untuk meng-industrialisasi-nya. Mulai dari penanaman-penanaman di area yang sangat luas, industri pengolahannya , kreatifitas pemasarannya, pencitraannya dlsb.

Belajar dari bagaimana tanaman teh dan sawit  yang begitu berhasilnya diadopsi di negeri ini, maka sudah seharusnya kita-pun bisa mengadopsi tanaman-tanaman yang referensi-nya jelas ada di Al-Qur’an untuk kita kembangkan secaramassif di negeri ini.

Karena sumber referensinya detil dan jelas, maka seharusnya tanaman-tanaman Al-Qur’an itu bisa jauh lebih cepat unggul menjadi industri ketimbang teh dan sawit. Zaitun misalnya yang saya ambilkan sebagai contoh, bisa segera kita industrialisasi dengan skala yang sangat besar karena beberapa faktor berikut :

1)     Teknologi pembibitannya yang sangat cepat – dengan micro cutting – selain sudah berhasil juga sudah kita sebar luaskan ilmunya secara gratis melalui situs ini. Bisa Anda baca/download di sini.

2)     Zaitun InsyaAllah bisa tumbuh dengan baik di tanah kita secara umum karena kebutuhan suhu hidup dan tumbuhnya berada di range 7 – 35 derajat Celcius. Hampir seluruh wilayah negeri ini berada di range suhu tersebut.

3)     Zaitun adalah pohon yang diberkahi (QS 24:35), karena yang disebut adalah “pohon” , maka apapun yang dihasilkan pohon ini juga diberkahi – seperti akar, daun, batang disamping tentu saja buahnya.

4)     Buah zaitun merupakan penghasil minyak makan terbaik dari sisi kwalitas maupun kwantitas. Dari sisi kwalitas Allah sendiri yang mengabarkannya melalui QS 24 : 35, sedangkan kwantitasnya dari data-data rendemen minyak buah zaitun yang berkisar antara 15 % sampai 22 %. Dalam resep pengobatan Nabi, minyak dari buah zaitun disebutkan mengobati 70 jenis penyakit.

5)     Yang belum banyak diketahui dan dielaborasi orang adalah daun zaitun yang menakjubkan. Sebuah zat yang disebut Oleuropein ternyata kandungan terbesarnya justru berada di daun zaitun, dia ada juga pada buahnya tetapi yang belum masak ( menurun pada buah yang sudah tua/masak). Oleuropein ini bersama dengan berbagai bioactive compounds lainnya di negara-negara Mediterranean terbukti efektif mencegah dan mengobati berbagai penyakit zaman ini seperti membakar lemak, menurunkan tekanan darah, menurunkan gula darah, mencegah cancer, mengencerkan darah yang terlalu kental , mencegah dan mengobati berbagi penyakit cardiovascular, mencegah dan mengobati berbagai penyakit degenerative dlsb. Sangat bisa jadi khasiat pengobatan daun zaitun tidak berbeda – atau saling melengkapi – dengan buahnya tersebut di atas. Ini juga sejalan dengan tafsir bahwa yang disebut diberkaihi adalah “pohon” zaitun.

6)     Menanam dan memproses hasil-hasil dari pohon zaitun tidak harus dalam skala besar sebagaimana tanaman industri seperti teh dan sawit. Hanya pemodal besar yang bisa menangani industri teh dan sawit, sedangkan untuk zaitun – industri rumah tangga-pun bisa mengembangkannnya mulai dari tanamannya sampai produk akhir baik dari daun maupun buahnya.

7)     Bila dahulu belanda hanya berbekal 3-4 bibit sawit dari satu negara di Afrika Barat (Guinea) untuk memulai memperkenalkan sawit di Indonesia. Kini di komunitas kami sudah terhimpun ribuan (bakal) bibit zaitun yang berasal dari empat benua dari sejumlah negara seperti Syria, Gaza, Spanyol, Marocco, Mesir, Perancis dan bahkan juga dari bibit zaitun yang dikembangkan di Peru. Bibit-bibit inipun siap Anda kembangkan sendiri dengan cara yang link-nya saya sebutkan di atas.

Walhasil dengan berbagai alasan tersebut di atas, rakyat negeri ini – tidak harus konglomeratnya – secara rame-rame seharusnya bisa menggarap berbagai peluang dari pohon yang diberkahi ini. Peluang untuk menghasilkan minyak makan yang baik, peluang mengembangkan obat halal nan murah dan nyunnah (mengikuti Sunah), peluang di industri minuman (pengganti teh !) dan industri makanan – karena zaitun inilah  satu-satunya penyedap makanan yang disebut di Al-Qur’an (QS 23:20).

   Untuk implementasinya, agar rakyat yang berminat dapat terus menerus meng-update ilmunya dan sekaligus menangkap peluangnya, maka kita harus melakukannya secara berjama’ah. Namun agar jama’ah ini tidak buru-buru ditafsirkan macam-macam, kita akan melakukannya dengan istilah yang business-like yaitu dengan apa yang saya sebut Zaitun Indonesia Incorporated.

Intinya ini adalah organisai yang longgar sifatnya, untuk membangun multi sinergi dari seluruh pihak yang tertarik dengan berbagai sisi peluang di zaitun ini. Mulai dari para penelitinya, petaninya, pemain industrinya, pedagangnya dlsb. Pada waktunya nanti, bisa saja didirikan berbagai perusahaan yang terkait dengan ini – as and when needed.

Bahkan sebagaimana teh dan sawit kita yang mendunia, kita juga ingin suatu saat kelak dunia mengenal Zaitun Indonesia atau Indonesian Olive (Oliveina) – yang karena karakter tanah dan iklimnya yang unique, bisa jadi berbeda dengan Mediterranean  Olive – yang kini merajai dunia.

Lebih lanjut, zaitun ini baru titik awal dari proses industrialisasi tanaman-tanaman Al-Qur’an. Kita pilih zaitun dahulu sebagi pionirnya karena yang sudah ketemu pembiakannya secara massal, sudah ketemu pula industrinya yang bisa dibangun sejak awal – bahkan mulai saat ini yaitu industri bibitnya, menyusul industri berbasis daunnya insyaAllah dalam dua tahun kedepan, dan puncaknya nanti akan dimulai dalam 4-5 tahun kedepan ketika zaitun-zaitun tersebut mulai berbuah – insyaAllah.

J – Curve : Industrialisasi Kebun Al-Qur’an

Setelah learning process industrialisasi zaitun ini berjalan dengan baik, segera akan menyusul Kurma, Anggur, Delima dan Tin. Maka saat itulah negeri Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafuur itu insyaAllah bener-bener bisa kita hadirkan untuk negeri ini.

Bila mencermati panafsiran  Surat Saba : 15 bahwa yang disebut negeri Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafuur itu adalah negeri kebun, kemana-pun berjalan orang melihat ke kanan dan ke kirinya yang dilihatnya adalah kebun, dan kebun-kebun ini adalah kebun-kebun yang memberi makan pada penduduknya – maka kira-kira negeri manakah yang bisa mewujudkannya dengan relatif dekat ? InsyaAllah salah satunya negeri inilah yang memiliki peluang terbaik itu !

Optimisme inilah yang mendorong kami mengadakan majlis BTWG yang bertemu secara rutin untuk mewujudkan negeri BTWG, memulai dengan hal-hal yang konkrit yang sudah bisa kita lakukan saat ini.

Lebih detil tentang rancangan Zaitun Indonesia Incorporated inilah yang akan kita jadikan model dalam pelatihan dan pertemuan BTWG berikutnya (25/1/2014) dengan tema : Social Business Model – The Great Conquest. InsyaAllah.

 

Skip to toolbar