Category Archives: Artikel Inspiratif Muhaimin Iqbal (Pendiri Gerai Dinar)

KEBUNKU KEBUN Al-QUR’AN…

KATEGORI : ENTREPRENEURSHIP
Published on Thursday, 02 May 2013 07:17
Oleh : Muhaimin Iqbal

Indahnya ilmu itu adalah bila dia dibagi, dia tidak berkurang tetapi malah bertambah. Itulah yang terjadi di situs ini, awalnya saya menulis sedikit tentang kebun. Kemudian para pembaca situs ini yang tahu lebih banyak menambahinya dengan ilmu-ilmu mereka. Ada yang menambahinya dari sisi perkebunan, science dan juga banyak yang menambahinya dengan Al-Qur’an. Maka pools of knowledge yang menggelinding seperti bola salju itu insyaAllah cukup untuk membuat grand design sebuah kebun yang tidak biasa, yaitu kebun yang berbasis Al-Qur’an. Apa isinya ?

Kebun ini di-design dengan petunjuk-petunjuk dalam sejumlah besar ayat-ayat Al-Qur’an – maka ayat-ayat inilah yang akan menjadi panglimanya, menjadi penentu arah dan pengambil kebijakan –  akan dibawa kemana kebun ini nantinya. Kemudian tentu serangkaian ilmu-ilmu terapan seperti perkebunan, pertanian, biologi, bio-teknologi dlsb. akan dikerahkan sebagai prajurit – untuk mengimplementasikannya di lapangan.

Design Kebun Berbasis Al-Qur’an

Sebagaimana panglima yang akan mengambil kebijakan strategis, maka ayat-ayat yang terkait dengan ke-aneka ragaman hayati itu dipetakan dahulu. Untuk mudahnya kita pahami, ayat-ayat tersebut divisualisasikan dalam ilustrasi di samping.

Ukuran bulatan disesuaikan dengan banyaknya suatu jenis tanaman disebut di Al-Qur’an, ini kurang lebih mewakili tingkat kepentingan tanaman tersebut bagi kehidupan manusia. Misalnya kurma, disebut sampai sekurangnya 20 kali – maka kurma ini yang kita gambar paling besar. Dari kurma inilah kita memulai rancangan kebun kita ini.

Kemudian tanaman-tanaman lain ada yang disebut dalam sejumlah ayat berdampingan dengan penyebutan kurma. Misalnya anggur, disebut tidak kurang dari 9 kali berdampingan dengan kurma. Zaitun, tidak kurang 5 kali disebut berdampingan dengan kurma. Delima disebut 3 kali berdampingan dengan kurma, demikian pula biji-bijian.

Biji-bijian (leguminosa) bahkan dalam dua ayat disebut mendahulu tumbuhnya kurma  (QS 36:33 ; QS 6:99), karena dia berfungsi sebagi tanaman perintis yang mengikat nitrogen dari udara. Dia mengantarkan lahan yang semula mati/gersang sampai layak untuk ditumbuhi kurma dan kemudian juga tanaman-tanaman lainnya.

Ada juga yang disebut tidak secara berdampingan tetapi masih dalam rangkaian ayat-ayat yang membahas hal yang sama, sehingga masih dalam konteks yang sama. Misalnya padi-padian yang melengkapi kebun kurma (QS 18:32) atau ditanam sesudah kebun kurma memancarkan air – setelah tanah subur (QS 36:35), untuk melengkapi kebutuhan tanaman pangan bagi manusia.

Dalam konteks yang sama dengan makanan bagi manusia, juga ada ayat yang mengisyaratkan pentingnya memperhatikan makanan ternak kita (QS 80 :32). Untuk itu kita juga harus menanam rumput-rumputan (QS 80 :31).

Ada juga pelajaran khusus dari Surga, yaitu tanaman buah pisang (QS 56:29) yang disebut di antara buah yang banyak – yang tidak disebutkan secara langsung namanya satu persatu (QS 56:32), disebut pula bahwa ada buah yang tidak berhenti dan tidak pula terlarang untuk mengambilnya (QS 56:33). Para ahli tanaman dan ahli buah tahu, bahwa pisang adalah buah yang tidak mengenal musim !.

Maka kurang lebih seperti ilustrasi di atas-lah isi kebun yang dirancang berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an itu. Mulai dari tanaman perintis dari jenis biji-bijian, kemudian masuk tanaman utama yaitu kurma. Berdampingan dengan kurma dalam jumlah mengikuti ukuran yang paling banyak adalah anggur, kemudian diikuti zaitun dan delima.

Untuk mengimbangi buah-buhan yang rata-rata ada musimnya masing-masing, diisi pula dengan buah yang tidak mengenal musim yaitu pisang. Di tanah subur yang terbentuk melalui ecosystem kebun ini, kemudian juga ditanam padi-padian seperti beras dan gandum – melengkapi makanan yang kita butuhkan.

Karena kita juga butuh makan daging, maka tidak lupa kita memperhatikan pakan ternak kita – untuk ini rumput-rumputan juga harus ditanam di tempat-tempat yang sesuai. Agar ternak kita tumbuh dengan gizi terbaik, maka di antara tanaman Anggur juga ditanam tanaman Alfaafa – yang secara khusus disebut sebagai tanaman yang bergizi tinggi.

Dalam Al-Qur’an bahasa Inggris terjemahan Yusuf Ali – QS 80 :26 diterjemahkannya menjadi  “and grapes and nutritious plants” (dan anggur dan tanaman bergizi tinggi), lebih menggigit ketimbang yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “anggur dan sayur-sayuran”. Professor Zaghloul El Naggar – penulis mu’jizat Al-Qur’an – mengartikan tanaman bergizi tinggi itu adalah Alfaafa (Alfalfa – Medicago sativa), karena secara ilmiah memang juga terbukti bahwa tanaman inilah jenis tanaman yang memiliki gizi paling tinggi itu.

Tanaman Alfaafa yang membutuhkan sinar matahari yang banyak untuk pertumbuhannya, bisa hidup berdampingan dengan anggur karena karakter anggur yang merambat. Rambatan anggur bisa dibuat vertical seperti pagar tanaman, sehingga dia tumbuh sempurna tanpa memerlukan space yang banyak. Anggur bersimbiose dengan alfaafa yang mempertahankan suhu tanah dan mengikat nitrogen banyak-banyak di akarnya – untuk kesuburan lahan yang dibutuhkan tanaman anggur.

Maka sekali lagi perhatikan pada ilustrasi di atas, betapa satu demi satu tanaman saling melengkapi. Ada yang menyuburkan lahan, ada yang menghasilkan buah, ada yang memancarkan mata air, ada yang memberi hasil bercocok tanam, ada yang tetap berbuah ketika yang lain tidak berbuah, ada yang menyediakan pakan untuk ternak – yang kemudian memberi daging dan susu bagi manusia.

Maka inilah kurang lebih kebun pangan yang bisa berkelanjutan untuk mencukupi pangan bagi manusia sambil terus menjaga lingkungan itu.

Tentu ibarat bola salju, design ini masih perlu terus disempurnakan oleh yang lebih tahu. Tetapi bahwasanya design ini insyaAllah akan menjadi design yang sustainable, karena sekarang-pun Anda bisa melihat buktinya design serupa yang telah hidup lebih dari 2,000 tahun dan sampai sekarang masih ada – yaitu bukti food forest yang ada di Marocco –yang dapat Anda saksikan video-nya di link ini.

Perhatikan baik-baik jenis-jenis tanaman yang disebutkan di video tersebut, Anda akan temukan hampir secara keseluruhan tanaman yang ada di design kebun berbasis Al-Qur’an  tersebut di atas – juga ada terwakili di food forestyang berumur lebih dari 2,000 tahun ini.

Ketika petunjuk itu begitu jelas (QS 2:185), dan bukti ilmiahnya di muka bumi begitu nyata (QS 51:20) – Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS 55:13) ?

Jawabannya adalah tinggal kita ikuti petunjukNya itu dan semaksimal mungkin kita amalkan di lapangan. Insyaallah kami sedang merintis kebun percobaan ini di Jonggol, mudah-mudahan kelak bisa terus bisa disempurnakan oleh anak cucu kita dan digandakan di berbagai tempat lainnya. Tentu saja ini menyakut pekerjaan besar dan lama, maka melalui tulisan ini saya juga mengajak pembaca untuk membantu kami merealisasikannya – dengan cara apapun yang Anda bisa. InsyaAllah bersama-sama kita akan menggelindingkan bola salju yang lebih besar, bola salju yang memakmurkan dunia, bola salju yang menjadikan ayat-ayatNya sebagai panglima. InsyaAllah.

 

Isra’ Mi’raj…

KATEGORI : UMUM
Published on Tuesday, 04 June 2013 07:21
Oleh : Muhaimin Iqbal

Pekan ini kita akan memperingati salah satu peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Islam, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Peristiwa yang luar biasa – tetapi bisa dipahami dengan keimanan, dan baru juga kemudian bisa dipahami dengan ilmu pengetahuan. Melalui penelusuran sejarah para nabi, peristiwa Isra’ Mi’raj ini menjadi lebih mudah lagi dipahami !

Pada malam Isra’ Mi’raj diceritakan bahwa Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sempat menjadi imam di Masjidil Aqsha, siapa makmumnya ? Makmumnya adalah seluruh nabi dan rasul yang menurut sebagian riwayat menceritakan jumlahnya sampai 24,000 nabi dan 300 rasul sehingga Masjidil Aqsha penuh sesak oleh mereka.

Lho kok bisa ? bukankah para nabi dan rasul ini hidup pada dimensi waktu yang berbeda dengan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ?. Atas ijin Allah, pada malam itu dimensi waktu tidak berlaku bagi para nabi dan rasul ini. Lantas bagimana dengan dimensi ruang ? bukankah mereka hidup di tempat-tempat yang berbeda ?

Allah yang kuasa mengendalikan waktu, tentu juga kuasa mengendalikan ruang. Tetapi ada kemungkinan lain yaitu sangat bisa jadi para nabi ini suatu saat memang pernah berada di ruang yang sama selama masa hidupnya. Setidaknya kemungkinan ini saya pelajari dari buku Atlas of the Qur’an karya Dr. Shauqi Abu Khalil.

Dalam buku tersebut digambarkan lokasi-lokasi yang disebut di dalam Al-Qur’an, termasuk di dalamnya tempat kelahiran, perjalanan dan tempat meninggalnya para nabi. Ketika garis-garis yang menghubungkan tempat-tempat para nabi tersebut saya ambil, terus saya taruh pada peta yang sama – maka hasilnya subhanallah, semuanya terpusat pada tempat yang sama – yaitu Palestina ! lihat gambar di bawah.

Konsentrasi Gerakan Para Nabi

Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lahir di Mekkah dan Hijrah ke Madinah sampai meninggal dan dimakamkan di sana. Namun Allah memperjalankan beliau di malam Isra’ Mi’raj untuk mengunjungi Masjidil Aqsha di Palestina, dan disanalah beliau bertemu para nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumnya.

Nabi Adam ketika diturunkan oleh Allah dari Surga ke bumi, turunnya di India sedangkan istrinya (Hawa) turun di Jeddah – kemudian keduanya bertemu di Muzdalifah.  Diceritakan dalam hadits At Thabrani kemudian bahwa Adam melakukan perjalanan ke Mekkah dan kemudian ke Syam – Masjidil Aqsha/Palestina adalah di negeri Syam ini.

Nabi Ibrahim menempuh jalan melingkar ketika pergi dari Iraq ke Mekkah melalui Palestina, demikian pula rute baliknya.

Nabi Sulaiman pernah melakukan perjalanan melalui lembah semut, dimana dia bisa mendengarkan seruan seekor semut terhadap kaum semut-nya agar menyingkir (QS 27:18). Lembah semut ini berada di dekat daerah yang disebut Asqalan – yang kini merupakan bagian wilayah Gaza (Palestina) yang menjadi benteng pertahanan paling depan dalam menghadapi musuh utama umat Islam yaitu Zionis Yahudi – yang kota terdekatnya (Ashdod) hanya berjarak 1- 2 km dari Asqalan ini.

Demikian pula nabi-nabi lain, dalam sejarah hidup dan perjalanannya selalu bisa dikaitkan dengan Palestina. Maka tidak mengherankan bila wilayah ini menjadi wilayah yang diberkahi (QS 17 :1).

Bila Allah menurunkan para nabiNya ditempat ini, atau memperjalankan nabiNya ketempat ini – pastilah tempat ini adalah tempat yang amat sangat penting. Sayangnya tempat ini (Palestina) kini sebagian besarnya dikuasai oleh Zionis Yahudi  dan di sebagian lainnya (Suriah) saudara-saudara kita harus berjuang keras untuk bisa mempertahankan aqidahnya.

Tidak-kah kita ingin berbuat untuk negeri yang diberkahi, negerinya para nabi ini dengan cara yang juga sudah ditunjukkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits-nya ?

Awal perkara ini adalah kenabian dan rahmat, kemudian menjadi kekhalifahan dan rahmat, lalu menjadi kerajaan dan rahmat, kemudian menjadi tanda dan rahmat, dan setelah itu mereka menggigit bibir hingga membekas sebagaimana keledai bertakadum (zaman belenggu), oleh karena itu hendaklah kalian berjihad, dan sebaik-baik jihad kalian adalah pertalian (persaudaraan) dan sebaik-baik persaudaraan kalian adalah menyatukan negeri Asqalan” (HR. Ath-Tabrani)

Maka bila Anda ingin memberi arti lebih pada peringatan Isra’ Mi’raj kali ini, Anda bisa bergabung dengan kami dalam gerakan Sahabat Al-Aqsha, silahkan kunjungi situs yang dipersiapkan khusus untuk ini yaituhttp://sahabatalaqsha.com/

Mencari Kebahagiaan Dengan Membibit Sendiri Kurma…

KATEGORI : ENTREPRENEURSHIP
Published on Friday, 26 April 2013 09:46
Oleh : Muhaimin Iqbal

Karena banyaknya peminat bibit kurma yang kami tawarkan dalam tulisan tanggal 18/04/2013, hanya sebagian kecil saja yang bisa kami beri bibit kurma impor yang kami datangkan dari pembibitan professional di luar negeri. Namun bagi peminat yang tidak kebagian – Anda tidak perlu kawatir, karena Anda bisa membibitkan sendiri dengan relatif mudah – bahkan bisa menjadi kegembiraan bagi Anda sekeluarga untuk melatih amal yang dianjurkan sampai menjelang hari kiamat ini, yaitu menanam !

Berikut adalah petunjuk sederhana bagi Anda yang tertarik untuk mulai membibitkan kurma Anda sendiri.

  1.  Cari kurma yang enak dan Anda sukai di pasaran, daging buahnya silahkan dimakan dan kumpulkan bijinya. Kurma yang ada di pasaran ini memang tidak secara khusus diperuntukkan sebagai bibit, tetapi tidak masalah juga karena hasil percobaan kami – kira-kira 1/3 dari biji kurma tersebut insyaAllah bisa tumbuh.
  2. Rendam biji kurma tersebut dalam 24 jam, setelah itu bersihkan sisa-sisa daging buah yang masih ada. Ulangi sekali lagi untuk 24 jam berikutnya. Melalui cara ini kita hendak membersihkan biji kurma sampai benar-benar bersih dari sisa-sisa daging buah yang menempel. Bila masih ada daging buah yang menempel, ini bisa menjadi penyebab jamur – bila ada jamur maka biji tidak akan sempat tumbuh sudah keburu busuk oleh jamur.
  3. Biji yang telah benar-benar bersih, tempatkan pada kotak plastik yang terjaga kelembabannya. Caranya, ambil tempat makan anak-anak yang biasanya terbuat dari plastic (seperti Tupperware, tapi yang murah saja), kemudian didasarnya ditaruh kertas tisu yang dibasahkan. Biji kurma ditaruh di atas tisu basah ini dan kotak ditutup. Dengan demikian di dalam kotak akan tetap lembab untuk waktu yang lama.
  4. Kegembiraan Anda akan muncul setiap pagi ketika Anda membuka kotak menunggu biji kurma mulai tumbuh. Agar ini juga menjadi kebahagiaan di Akhirat nanti, maka niatkan bahwa perbuatan kecil ini adalah langkah awal Anda untuk ikut memberi makan bagi dunia sampai ratusan tahun yang akan datang.
  5. Sekitar hari ke 15, akan mulai ada biji yang mengeluarkan bintik putih. Makin hari makin membesar, itulah bakal akar. Tunggu sampai mencapai panjang satu atau dua sentimeter, kemudian pindahkan ke pot-pot kecil yang diisi media tanam – bisa dibeli di pedagang tanaman hias.
  6. Sekitar satu bulan di media tanam, dari akar putih tadi akan mulai muncul daun. Foto di samping adalah gambaran dari bibit-bibit kurma yang sudah menghasilkan akar dan daun – hasil percobaan saya sendiri.
  7. Karena akar kemungkinan akan menembus pot kecil Anda, tempatkan pot-pot Anda pada baki yang berisi air – agar akar tidak kering dan membantu menjaga kelembaban tanah di dalam pot.
  8. Setelah daun mencapai ketinggian 60 cm atau lebih pindahkan ke polybag atau pot yang besar atau tanah yang sesuai.

Dengan cara sederhana ini Anda sudah bisa menanam kurma. Namun para professional perkebunan biasanya kurang suka cara ini karena tidak tahu apakah kurma yang Anda tanam itu nantinya tumbuh sebagia pohon kurma  jantan atau pohon kurma betina.

Pekebun kurma pada umumnya suka kurma betina karena dialah yang menghasilkan buah kurma nantinya. Dan setiap satu kurma jantan cukup untuk dipakai benangsarinya untuk membuahi sekitar 20 pohon kurma betina. Oleh karenanya untuk tanaman komersial, biasanya ditumbuhkan bibitnya di laboratorium kultur jaringan yang bisa disetel jumlah jantan dan betinanya – seperti benih-benih yang kami impor dari pusat pembenihan professional di luar negeri tersebut di atas.

Dengan rasio 1:20, maka kebun kurma bisa memiliki hasil panenan yang tinggi karena mayoritasnya adalah kurma betina. Namun kelebihan ini kan matematika manusia seperti kita yang penuh kelemahan dan keterbatasan dalam ilmu.

Apakah Allah Yang Maha Tahu tidak tahu rasio tersebut di atas ?, pasti  Dialah yang Maha Tahu itu. Tetapi kok Allah juga menjadikan jumlah kurma jantan dan betina itu relatif berimbang 1:1 di alam ? kalau kita menanam kurma dari biji kira-kira peluang jantan dan betina adalah 50 : 50 ?.

Jawabannya antara lain ada di hadits dari Abdullah bin Umar berikut : “Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu dihidangkan kurma yang sudah kering, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya di antara pepohonan itu ada satu jenis pohon yang keberkahannya seperti seorang Muslim”. Lalu aku mempunyai perkiraan bahwa pohon itu adalah pohon kurma, aku berkeinginan menjawab : “wahai Rasulullah, itu adalah pohon kurma”, namun aku melihat bahwa di antara sepuluh orang yang ada aku adalah yang paling muda, maka akupun diam. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bemudian bersabda : “ Yaitu pohon kurma”” (HR. Muslim)

Karena keberkahan pohon kurma itu seperti keberkahan seorang muslim, maka banyaknya kurma jantan yang melebihi kebutuhan untuk sekedar membuahi kurma-kurma betina – pasti juga penuh keberkahan.

Yang sudah ditemukan oleh manusia antara lain adalah benang sari yang tidak digunakan untuk membuahi kurma betina, dapat menjadi obat kesuburan yang luar biasa bagi manusia dan hewan. Bila dimakan manusia, manusia yang memakannya akan perkasa dan anaknya banyak – ini yang antara lain disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu bila umatnya memiliki anak yang banyak.

Bila dimakan ternak menjadi obat kesuburan bagi ternak, ternak-ternak akan memiliki anak yang kuat dan banyak. Bisa mengatasi kebutuhan daging/protein hewani – yang kemudian juga memperbaiki keturunan kita umat manusia.

Walhasil setelah Anda bergembira setiap hari melihat pohon kurma Anda tumbuh, jangan kecewa bila sekian tahun yang akan datang ternyata pohon kurma yang Anda tanam adalah jantan. Jantannya pohon kurma-pun insyaAllah penuh berkah – bagi manusia, bagi ternak dan bagi anak cucu kita karena pohon kurma bisa berumur 100 tahun bahkan lebih.

Mudah-mudahan kegembiraan kecil ini juga bisa mengantar kita pada kegembiraan yang sesungguhnya di akhirat Nanti. Amin.

Food, Energy & Water Dari Kurma…

Kategori : Entrepreneurship
Published on Friday, 19 April 2013 07:38
Oleh : Muhaimin Iqbal

Sejak kami menggali potensi kurma untuk solusi pangan dan pencegahan kelaparan dunia beberapa bulan lalu, begitu banyak sumber yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya – hingga tidak akan cukup bila saya tulis semuanya di sini. Maka beberapa poin yang penting untuk diketahui masyarakat umum akan saya tulis lebih dahulu. Setelah tulisan sebelumnya tentang Menjadikan PetunjukNya Sebagai Panglima , tulisan kali ini adalah tentang bagaimana kurma bisa memberi solusi bukan hanya terhadap masalah pangan tetapi solusi pada tiga kebutuhan pokok bagi manusia sekaligus yaitu Food, Energy & Water (FEW).

  Bahwasanya kurma bisa memberikan solusi pangan (Food) itu sudah sangat jelas, kandungan gizinya dlsb. yang bersifat detail akan saya tulis pada waktunya. Tetapi sebagai gambaran umum dari sisi nilai ekonomi, kemampuan kurma dalam memberikan solusi pangan ini relatif terhadap bahan pangan pokok lainnya dapat dilihat secara langsung dari perbandingan hasil per luasan lahan di samping. Tabel tersebut adalah data yang dikumpulkan oleh team kurma kami Bapak Agus S Djamil. Jelas di sini bahwa kurma adalah produk pangan yang paling efisien di muka bumi.

 Yang tidak bisa dibandingkan secara langsung sangat banyak. Misalnya dari sisi penghematan energi. Ketika makanan kita berasal dari beras, gandum dlsb. diperlukan begitu banyak energi mulai dari penanganan pasca panennya sampai pengolahannya di tingkat rumah tangga.

Dari tahun ketahun siapapun yang memimpin negeri ini pusing tujuh keliling memikirkan subsidi energi untuk rumah tangga. Apakah itu minyak tanah dahulu ataupun gas LPG 3 kg-an kini. Untuk apa ini semua ?, agar ibu-ibu bisa memasak makanannya sehari rata-rata tiga kali.

Bayangkan kalau sebagian saja dari makanan kita itu digantikan dengan kurma ? penurunan konsumsi energi rumah tangga akan sangat besar bagi negeri ini. Penurunan subsidi ini kemudian bisa dipakai untuk kegiatan lainnya yang tidak kalah pentingnya seperti memberikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat, peningkatan kwalitas SDM dlsb.

Kontribusi kurma dari sisi energi bukan hanya pada penghematannya saja, tetapi juga pada supply-nya. Sumber energi dari pohon yang diindikasikan di dua ayat (QS 36 :80 dan  QS 56 : 71-72) itu sejalan dengan ilmu pengetahuan modern yang menyimpulkan energi (bio ethanol misalnya) bisa dihasilkan dari tanaman apapun yang mengandung salah satu dari tiga unsur yaitu serat, pati atau gula. Pohon kurma dapat menghasilkan ketiganya sekaligus !

Yang kemudian juga tidak kalah menariknya adalah kontribusi tanaman kurma dalam penghematan dan konservasi air baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Perhatikan apa yang kita makan sehari-hari, dari memasak nasi, membuat roti, sayur lodeh, rendang dlsb. betapa banyak air yang harus kita gunakan untuk memproduksi makanan kita.  Lagi-lagi kebutuhan air untuk memproses makanan ini menjadi tidak lagi perlu manakala kita menggunakan kurma sebagai bagian utama dari makanan kita.

Ketika masih ditanam-pun kurma menjadi tanaman yang sangat efisien untuk mempertahankan air tanah. Bahkan ada petunjuk kuat bahwa tanaman kurma yang pada umumnya berumur sangat panjang itu – bisa ratusan tahun, dapat menghadirkan mata air tersendiri di tempat tumbuhnya .

Pada umumnya ayat-ayat di Al-Qur’an yang bercerita tentang air yang turun dari langit kemudian tanaman tumbuh dari padanya, demikian pula tentang kurma. Tetapi setidaknya ada dua ayat yang menyebutkan sebaliknya, yaitu air didatangkan atau dipancarkan setelah ada pohon kurma.

 Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air” (QS 36 :34)

 Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.” (QS 19 : 23-24)

 Dengan dua ayat tersebut di atas, pemahaman kita tentang oasis – mata air di pada pasir akan bisa berbeda. Pada umumnya orang beranggapan bahwa karena ada oasis kemudian kurma tumbuh di sekitarnya. Padahal bisa juga sebaliknya, karena ada sekumpulan pohon kurma yang hidup di suatu daerah dalam jangka panjang, mata air-pun kemudian muncul di tempat tersebut.

 Artinya dengan tanaman pohon kurma yang nantinya insyaAllah kita tebarkan di Jakarta misalnya, khususnya di pantai utara Jakarta, bukan hanya Jakarta tidak jadi tenggelam karena keberadaan kurma akan menahan instrusi air laut – tetapi ketersediaan air tawar bersih bagi masyarakat Jakarta di generasi anak cucu kita – bisa jadi akan tertolong dengan banyaknya pohon-pohon kurma ini. Bandingkan ini misalnya dengan biaya yang sangat besar bila pemerintah DKI harus membuat dan merawat dam-dam penampungan air dalam jangka panjang.

Yang masih mengganjal di kita barangkali adalah keyakinan bahwa apakah benar kurma akan tumbuh dan berbuah di negeri ini ? untuk menjawab keraguan inilah melalui tulisan kami sebelumnya tersebut di atas – kita undang sukarelawan yang mau melakukan percobaan bersama kami untuk jangka yang panjang.

 Upaya-upaya ini memang akan melelahkan dan merupakan perjalanan yang panjang, namun bayangkan reward-nya bagi masyarakat anak cucu kita puluhan atau bahkan ratusan tahun kedepan. Tiga kebutuhan pokok mereka – yang menjadi alasan perang bangsa-bangsa modern sampai jaman kita ini – yaitu Food, Energy and Water (FEW) dapat diatasi antara lain melalui kontribusi pohon kurma ini.

 Ilmu kita belum cukup dan bahkan tidak akan pernah cukup, maka kita serahkan kepadaNya Yang Maha Mengetahui dan Maha Perkasa untuk menuntun kita pada jalan dan petunjukNya. Agar kurma-kurma yang kita tanam berbuah dan mendatangkan keberkahan, agar bumi mengeluarkan rezeki yang masih tersimpan di dalamnya dan agar langit menurunkan rezeki yang masih tertahan di atasnya.

 “Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (14:25)

 “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (57:4)

  (INSYAALLAH BERSAMBUNG…)

Memakmurkan Bumi Dengan Surat Yaasiin…

Kategori : Entrepreneurship

Published on Tuesday, 23 April 2013 06:29

Oleh : Muhaimin Iqbal

Di antara surat-surat panjang yang paling banyak dihafal di pesantren sampai kini adalah surat Yaasiin. Ini antara lain karena Pak Kyai suka bercerita bahwa yang membacanya siang dan malam untuk mencari keridlaanNya akan diampuni dosanya. Bahkan bila yang membacanya sedang takut dia akan aman, bila sedang sakit dia akan sembuh, bila sedang lapar maka dia akan kenyang. Ternyata Pak Kyai benar, bila sebagian saja ayat-ayat di surat Yaasiin itu didalami dan diimplementasikan – bumi akan dapat benar-benar makmur berkesinambungan.

Ini saya sarikan dari hasil ngaji saya dengan ustadz yang tidak biasa, ustadz yang sangat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan memiliki kesamaan minat dengan saya – yaitu pertanian dalam arti luas. Petunjuk detil tentang tahap-tahap pemakmuran bumi ini ada di rangkaian ayat berikut :

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ? Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS 36 : 33-36)

 Awalnya bumi itu mati, lalu Allah hidupkan. Dengan apa Allah menghidupkannya ? antara lain dengan tanaman ‘biji-bijian’ yang ‘mereka makan’. Ini petunjuk yang luar biasa untuk kita yang (ingin) terjun di dunia pertanian/perkebunan. Ketika kita mendapati bumi yang ditelantarkan oleh pemilik (sebelum) nya, cara memakmurkan awalnya adalah dengan menanam jenis biji-bijian yang dapat kita makan.

Dalam bahasa ilmiah tanaman biji-bijian ini disebut tanaman leguminosa (family Fabaceae atau Leguminosae) yang memiliki jumlah spesies sekitar 19,300-an. Diantaranya yang sudah pernah saya perkenalkan di situs ini adalah Alfaafa (Medicago sativa) dan Koro Pedang (Canavalia ensiformis).

Selain memberikan hasil yang bisa dimakan manusia maupun ternak (yang ujungnya juga akan di makan manusia), tanaman leguminosa memiliki keunggulan dalam mengikat nitrogen di tanah. Dialah biofertilizer yang paling efektif yang disediakan di alam. Maka jenis tanaman inilah yang pertama yang seharusnya kita tanam ketika mendapati tanah yang mati (gersang, ditelantarkan pemiliknya dlsb).

Dengan tanaman leguminosa yang menutupi tanah, selain membuat tanah kaya akan nitrogen yang akan dibutuhkan oleh tanaman-tanaman selanjutnya – juga terbentuk iklim mikro (microclimate) di atas tanah yang bersangkutan. Suhu permukaan tanah akan turun dan air mulai akan dihasilkan melalui kondensasi dan pengurangan evaporasi.

Setelah tanah sudah mulai subur, tanaman berikutnya adalah kurma dan anggur. Kurma adalah tanaman tegakan yang akarnya masuk jauh ke dalam tanah dan juga merayap ke samping. Kurma adalah tanaman yang sangat efisien dalam pemanfaatan air – sehingga dia mampu hidup di tanah yang minim air sekalipun. Pohonnya yang tinggi dan daunnya yang menjuntai memberikan naungan bagi sekitarnya. Dengan kombinasi tanaman yang merambat (anggur), keberadaannya menyempurnakan iklim mikro di tempat-tempat pertumbuhannya.

Perakarannya yang memperbaiki porositas dan daya serap tanah terhadap air hujan yang jatuh, air tidak terbuang dan tidak menguap –  bila hal ini  berlangsung cukup lama (usia kurma bisa sampai ratusan tahun), maka bukan hanya air akan tersedia cukup di tempat tumbuhnya kurma tersebut, bukan pula sekedar merembes, tetapi air bahkan akan memancar menjadi sejumlah mata air !

Setelah episode tanah yang mati sampai menjadi makmur yang ditandai dengan memancarnya mata air ini, saat itulah manusia bisa menikmati hasil bumi itu secara berkelanjutan dan bahkan mulai bisa bercocok tanam dengan tanaman-tanaman yang disukainya seperti padi, gandum dlsb.

 Dengan itulah manusia harus banyak-banyak bersyukur dan menjaga keseimbangan di alam – agar kemakmuran itu terus terjaga secara berkeseinambungan.

 Ayat ini membuktikan bahwa bila Allah menugasi kita untuk memakmurkan bumi (QS 11 :61), pasti Dia juga memberikan petunjukNya bagaimana cara kita untuk memakmurkan bumi itu. Petunjuk inipun bukan petunjuk yang samar, tetapi petunjuk yang detil lengkap dengan penjelasannya (QS 2 :185).

Maka surat Yaasiin (dan juga surat-surat lainnya) benar-benar akan menjadi petunjuk untuk pelaksanaan misi pemakmuran bumi itu, tetapi mustinya tidak berhenti pada tataran dibaca dan dihafal. Interaksi dengan surat ini musti komplit mulai dari dibaca, dihafalkan, dipahami, diamalkan (diimplementasikan) dan juga diajarkan.

Rintisan untuk implementasi ayat-ayat tersebut di atas sedang kita mulai, setelah bibit Alfaafa ada di kita, kini kami sedang menyiapkan bibit Koro Pedang yang nantinya bersama Alfaafa dapat kita jadikan sebagai tanaman perintis yang akan menjadi pioneer dalam menangani lahan-lahan yang gersang. Alfaafa dan Koro Pedang hanyalah dua contoh tanaman perintis – dari belasan ribu spesies yang ada – yang sudah kami pelajari karakter, efektifitas dan kesesuaiannya dengan lahan-lahan kita pada umumnya.

Bersamaan dengan itu bibit-bibit kurma juga kami sedang siapkan melalui berbagi jalur, mulai dari impor langsung dari sumber yang berkompeten di luar negeri sampai pembibitan sendiri melalui biji maupun yang direncanakan dengan kultur jaringan.

Semua akan di-share pada waktunya masing-masing, agar kita semua bisa belajar bareng memahami ayat-ayatNya, memahami petunjuk dan penjelasanNya dan beramal bareng untuk mengemban tugas yang diberikan ke kita semua yaitu untuk memakmurkan bumi ini ! insyaAllah.

Skip to toolbar