T10 LEVEL#11 (DAY 7)

Bismillahirrohmaanirrohiiim…

Review Diskusi ke-7

Tema: Mengetahui Pelecehan Seksual Pada Anak

Komisi perlindunagn anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan, angka kasusu kekerasan seksual pada 2015 cukup tinggi. Kemudian tahun 2016 dan 2017 turun drastis. Namun di awal tahun 2018 kembali tinggi, bahkan naik drastis. KPAI menyatakan saat ini anak laki-laki sama rentannya dengan dengan anak perempuan. Ini membuat paradigma perlindungan yang dulu menganggap anak perempuan saja yang jadi korban perlu diubah. Saat ini nak laki-laki juga butuh perlindungan.

  • Pelecehan seksual bisa terjadi pada semua anak baik laki-laki maupun perempuan
  • celakanya, pelecehan seksual justru sering terjadi di tempat yang kita pikir aman seperti sekolah bahkan di rumah
  • Peleakunya kadan dari kalangan yang tak kita sangka sebelumnya seperti teman anak, guru, tetangga, keluarga bahkan orang trua.
  • pelecehan tak melulu harus seekstrim perkosaan. Semua bisa berawal dari gestur sederhana.

Pelecehan seksual adalah pelecehan seksual yang merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaiakn melalui kontak fisik maupun non fisik, yang menyasar pada bagian tubuh sekssual atau seksualitas (komnas perempuan).

Macam-macam pelecehan seksual ringan berbentuk kontak fisik antara lain:

  • sentuhan/rangkulan/tepukan di tangan, bahu, paha, pinggang
  • pijitan
  • bergulat dengan maksud bercanda
  • gelitikan
  • jarak wajah yang terlalu dekat
  • usapan di kepala.

Macam-macam pelecehan seksual ringan non- fisik antara lain:

  • siulan
  • Main mata
  • celetukan seperti “cantik, entar malem ngopi yuk”
  • komentar/ucapan/lelucon humor bernuansa seksual

Bentuk-bentuk pelecehan seksual sedang:

  • pelukan yang terlalu erat
  • sentuhan di area pribadi tubuh

bentuk-bentuk pelecehan seksual berat:

  • perkosaan
  • sodomi

Efek kekrasan seksual terhadap anak antara lain: deperesi, stres, gelisah, kecenderungan untuk menjadi korban lebih lanjut pada masa dewasa, dan cedera fisik untuk anak.

  • cara menagtasi trauma pada anak korban kekerasan:
  • hindarkan mengisolasi anak
  • jauhkan anak dari tempat di mana kejadian tersebut terjadi
  • aplikasikan metode terapi EMDR (Eye Movement Desentization Reprocessing) adalah salah satu bentuk psikoterapi oleh para psikolog untuk mengatasi trauma mendalam pada anak-anak.
  • alihkan anak pada kegiatan yang lebih positif
  • berilah dukugan dan tetaplah optimis

Hasil duiskusi:

  1. terkait media edukasi terhadap korban kekerasan seksual ada beberapa poin yang harus diketahui. seselum bertemu anak, konselor harus membuat keputusan tentang media yang paling tepat yang akan digunakan di sini. Pemilihan didasarkan pada usia, jenis kelamin, karakteristik pribadi dan jenis masalah emosional (Geldard, 2012)
  2. Terapi EMDR mulai bisa diaplikasikan pada anak berusia 4-5 tahun ke atas. terapi ini telah melalui uji coba dan hasilnya terbukti efektif dan cepat mengatasi trauma pada anak. Terapi EMDR tidak menggunakan obat atau hipnotis pada anak. Yang mana ini merupakan aplikasi terapi sederhana dengan tidak menyakiti si kecil namun melibatkan peran seta terapis pasien agar penyembuhan bisa berlangsung efektif. untuk itulah, terapi ini dianjurkan untuk langsung melibatkan orang tua di dalamnya.
  3. Media edukasi reproduksi untuk anak biasa dibuat gambar-gambar animasi atu nyanyian-nyanyian yang disukai anak-anak.

 

 

#Tantangan10Hari

#Level11

#KuliahBunsayIIP

#FitrahSeksualitasAnak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar