T10 LEVEL#11 (DAY 4)

Bismillahirrohmaanirrohiim…..

Review Diskusi ke-4

Tema: FITRAH SEKSUALITAS —-> MEMBENTUK KARAKTER PEMIMPIN PADA ANAK LAKI-LAKI

“Mendidikk satu anak laki-laki sama dengan membangun sebuah peradaban, karena mreka adalah calon imam keluarga, calon pemimpin peradaban. Ketika mendidik mereka dengan benar, maka kita sedang berkontrbusi untuk munculnya “khoiru ummah” (ummat terbaik yang terdiri dar keluarga-keluarga dahsyat, yang dipimpin para imam keluarga yang tangguh. Rakyat yang tangguh akan memiliki pemimpin yang unggul, karena pemimpin adalah cerminan rakyatnya.” (Septi Dewi Wulandari)

Konsep peran laki-laki dan perempuan dalam al-qur’an (QS. an- Nisa’:34)

Perbedaan otak anak laki-laki dan Perempuan:

Anak laki-laki

  1. Lebih suka bergerak atau bahkan menggerakkan sesuatu
  2. lebih agresif dan lebih mudah fakus pada satu tujuan
  3. lebih bersikap impulsif, mudah terdorong atau terstumulasi

Anak perempuan:

  1. memiliki mendengar dan membedakan nada suara dengan lebih baik
  2. memiliki daya ingat lebih tinggi
  3. lebih tidak impulsif, mampu mengatur emosi dan bicaranya

Fitrah peran ayah

  1. penganggung jawab pendidikan
  2. main of Vision and mission
  3. sang ego dan individualis
  4. pembangun sistem berfikir
  5. Supplier maskulinitas
  6. penegak profesionalisme
  7. konsultan pendidikan
  8. The person of tega

Fitrah peran ibu

  1. peaksana harian pendidikan
  2. person of love and sincerity
  3. sang harmoni dan sinergi
  4. pemilik moralitas dan nuarani
  5. supplier feminitas
  6. pembangun hati dan rasa
  7. berbasis pengorbanan
  8. sang pembasuh luka

karakter pemimpin:

  1. cerdas
  2. inisiatif
  3. tanggung jawab
  4. dapat dipercaya
  5. rela berkorban

Penyebab tidak terbentuknya karakter kepimpinan:

  1. hilangnya figur dan teladan ayah ayah dalam pola pengasuhan
  2. ayah berfungsi sebagai mesin ATM, hanya didatangai anak saat butuh saja
  3. ayahnya hanya menjalankan peran sebagai”penjaga sekolah” ketimbang sebagai “kepala sekolah” pada pola pendidikan keluarga
  4. dominasi peran ibu dalam pola pendidikan rumah dan sekolah, teruatam di level usia dini dan SD
  5. pendidikan kurang menanamkan pentingnya karakter pemimpin bagi laki-laki
  6. kurangnya pemahaman agama dalam pendidikan

akibatnya:

  1. banyak anak yang sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya
  2. hilangnya keberanian, kemandirian, dan ketegasan yang harusnya diajarkan di usia dini, dan berlanjut hingga dewasa
  3. hlangny atanggung jawab pada anak laki-laki untuk mencari nafkah, minimal untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang terdekat yang menjadi tanggungannya.
  4. Dominasi perasaan ketimbang daya nalar saat menyelesaikan masalah lebih berkembang, dan ini sangat berbahaya jika kemudian disertai  dengan aktifitas fisik (pemukulan)
  5. banyak ayah muda yang tak mau terlibat dalam pengasuhan, karena mereka melihat begitulah sosok ayah baginya di masa lalu (lingkaran setan)
  6. tidak adanya rasa bersalah saat mengahadapi masalah, tidak ada inisiatif

Solusi:

  1. menghadirkan sosok ibu dan ayah kembali ke rumah-rumah
  2. komunikasi produktif, denga pendampingan dari ayah dan ibu
  3. melatih jiwa kepemimpinan
  4. melatih anak untuk belajar mandiri secara fiansial
  5. mendampingi ibadah dengan mengajak ngobrol santai tentang makna ibadah kesehariannya.

Hasil diskusi:

  1. Dalam agama Islam, sudah ada tuntunan bahwa suami adalah qowwamuun, maka istri adalah makmum. Istri berperan sebagai penasehat, dia akn berlapang dada apapun penerimaan dari suami.
  2. Jika ayah terlanjur hilang perannya sebagai ayah maka dia harus berdamai dengan innerchlidnya. Jika si ayah sudah menyadari hilangnya peran ayah paad dirinya, pastinya dia akan bisa berdamai iiner childnya. jika belum, kita sebagai istri bisa sbg penasehat
  3. Ada beberapa yang bisa dilakukan ketika seorang suami sudah terlanjur hilang peran ayahnya:

– melakukan komunikasi produktif dengan suami terkait pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, apa saja tugas dan tanggung jawabnya, dan apa konsekuensinya.

– mengajak sumai terlibat dalam agenda parenting yang melibatkan ayah. karena perasaan “tidak sendiri” akan membantu ayah lebih kuat berada dalam koridor yang seharusnya

– membantu melepaskan inner chlid para ayah

– banyak mendoakan suami agar diberi kemuadahan dalam menjalankan semua kewajibannya

– bersabar karena setiap proses membutuhkan waktu

 

#Tantangan10Hari

#Level11

#KuliahBunsayIIP

#FitrahSeksualitas

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar