T10 LEVEL#11 (DAY 2)

Bismillahirrohmanirrohiiim…

Review Diskusi ke-2

Tema: Fenomena Pengetahuan Tentang Seksualitas di Luar Batas Usia Anak

Tantangan Pada Era Digital (faktor pemicu anak mendapatkan info seksualitas di luar batas usianya):

  1. Anak terlalu dini mengenal gadget
  2. Banyak media yang menyajikan pornografi VCD, internet, bahkan tayangan televisi
  3. Pronografi bahkan menjadi komoditi pada era digital ini
  4. Kurangnya pengawasan dan pendampingan orang tua

Beberapa penyebab kemungkinan terjadinya perilaku anak-anak melakukan seks di luar batas usianya adalah:

  1. Adanya modeling yang tidak sepatutnya menjadi contoh bagi anak-anak, terutama di usia yang belum saatnya melihat seksualitas dalam bentuk hubungan suami istri
  2. Tidak adanya atau kurangnya pengawasan dari orang tua.
  3. Belum adanya pendidikan seksualitas yang mampu mengedukasi anak secara maksimal.
  4. Kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang dewasa sekitar, juga kurangnya merasa penting untuk mengajarkan pendidikan seksualitas pada anak.

Penanganan

Apabila anak-anak pra aqil baligh sudah memperlihatkan perilaku hubungan seksual layaknya orang dewasa, maka selaku orangtua perlu melakukan tindakan penanganan yang tepat

Prinsip penanganan:

  1. Menahan amarah,
  2. Menerima kenyataan
  3. Tetap Menyayangi Anak
  4. Tidak memberikan label jelek kepada anak

Langkah-Langkah Orang Tua

  1. Tazkiyatun nafs
  • Orangtua banyak beristighfar dan berdzikir kepada Allah, karena sedikit banyak ada peran orangtua sehingga anak melakukan perbuatan seks tersebut.
  • Orangtua menyadari kesalahannya, bertaubat dan tidak mengulanginya.
  • Berdoa dan bertawakkal kepada Allah, karena Allah-lah pemilik hati.

2. Berdialog dengan anak

  • Cari waktu yang tepat saat akan memulai.
  • Kuatkan bounding dengan anak dan tumbuhkan kepercayaan ¬†anak kepada orangtua.
  • Hindari perkataan dengan nada tinggi.
  • Arahkan diskusi sehingga anak sendiri menyadari bahwa perbuatannya tidak benar.
  • Tujuan dari dialog adalah mencari solusi bersama, bukan menuntut.
  • Sepakati aturan bersama untuk menghentikan kebiasaan buruk anak dan konsekuensi jika melanggar aturan.
  • Tidak terburu-buru, jalani proses dialog dengan tetap memperhatikan anak.

3. Memberikan aktivitas yang bermanfaat yang bisa menyibukkannya.

  • Tawarkan berbagai aktivitas bermanfaat kepada anak
  • Ajak dan dampingi mereka untuk memilih serta melakukan aktivitas bermanfaat.
    Ini juga bisa sebagai upaya mencari bakat anak.

4. Mencari bantuan dan dukungan

  • Carilah bantuan psikolog dan atau psikiater jika orangtua tidak mampu mengatasi sendiri.
  • Carilah dukungan teman/komunitas yang peduli, bisa para orangtua dengan kasus serupa, juga bisa komunitas dengan visi misi yang sama.
  • Bantuan dan dukungan akan menguatkan orangtua untuk bersabar dalam menghadapi anak-anak mereka.

Pencegahan

  1. Mendidik anak sesuai fitrahnya.
    Pendidikan fitrah seksualitas (Ust.Harry Santosa, FBE ver 2.5)
    Usia 0-2 tahun didekatkan kepada ibu dengan menyusui
    Usia 3-6 tahun didekatkan kepada ayah dan ibunya
    Usia 3 tahun anak tahu identitas gendernya laki-laki atau perempuan

Usia 7-10 tahun membangkitkan kesadaran fitrah seksualitas dalam peran kelelakian dan peran keperempuanan.

Usia 10-14 tahun mewujudkan peran seksualitasnya secara bertanggung jawab.

2. Mengkayakan anak dengan berbagai gagasan, wawasan dan aktifitas.
✏Menghindarkan anak dari BLAST (Bored, Lonely, Angry and Afraid, Stress, Tired).
✏Orangtua kaya ide dan kreatif dalam memberikan aktifitas kepada anak.
✏Membuat project keluarga.
✏Menguatkan hubungan antar anggota keluarga.

3. Memberikan Pendidikan seksualitas yang tepat kepada Anak sesuai dengan usianya

Kesimpulan

Dalam pendidikan seksualitas, perlu adanya peran orang tua dalam mendampingi setiap tahap perkembangan fitrah seksualitas pada anak.

Karena setiap tahap memiliki keunikan tersendiri dan perbedaan cara penyampaian maupun cara pendampingan.

Sehingga diharapkan anak mampu melewati setiap tahap perkembangan fitrah seksualitas dengan baik. Tidak tertinggal atau terlampau cepat mengetahui perihal seksualitas di luar batas umurnya atau dalam istilah jawanya adalah “Kebrangas”.

Anak tidak pernah meminta untuk hadir di tengah-tengah kita para orang tua, namun mereka hadir atas harapan kita. Maka jaga dan lindungi mereka sebaik mungkin. Mereka adalah titipan dari Allah yang kelak dimintai pertanggung jawabannya

 

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#Level11

#FitrahSeksualitasAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar