GAME LEVEL 7 (DAY 5)

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

IIP

BUNDA SAYANG

Bismillahirrohmanirrohiim…..

Seperti biasa di sepanjang perjalanan pulang dari sekolah, kakak ceita-cerita tentang apa yang di sekolah dan berlanjut sampai di rumah. Obrolan selanjutnya adalah tentang kehamilan saya…karena kebetulan dia menemukan buku kontrol hamil saya di jok sepeda motor. Pada kesempatan ini saya buka wawasan mengenai profesi bidan untuk memberikan gambaran kepada dia tentang profesi bidan. Dan ternayata ini menarik bagi dia dan dia bersemangat untuk terus bertanya dan bertanya. hehehe…Nanti pada saat saya periksa akan saya coba ajak kakak untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh Bidan ketika menghadapi pasien agar dia lebih paham dan klik dengan apa yang telah didiskusikan sebelumnya.

Di tengah-tengan perbincangan saya dengan kakak, adek Bibie tiba-tiba menggandeng tangan saya dengan maksud menagajak saya untuk melihat karyanya.

Adek Bibie:”Ini…ini…kereta api…” (maksudnya…ini adalah jalan kereta api hasil karyaku)

Bunda:”Waah…subhanallah bagus sekali…hebat adek Bibie…”

Adek:”Bajus…..ini mobil…ini kereta”. (bajus=bagus…maaf masih agak belum jelas artikulasinya)…dia sambil menunjuk jalan yang telah dia buat bahwa ini adalah jalan untuk mobil dan ini adalah jalan untuk kereta api.

Semakin hari karya adek Bibie membuat jalan kereta api dan mobil semakin bagus dan variatif, desainnya semakin apik seperti layaknya di kota metropolitan, sepertinya dia terinspirasi dari Film Thomas dan Tayo kesukaannya. Hehehehe…

Bunda:”De Bibie suka ini?”

Adek Bibie: “Iya…bajus ya…bajus ya…ini…ini…iniiiii…”
Bunada: “yess…bagus…besok buat lagi ya…”

Adek Bibie dengan senangnya menjawab: “Oke…” sambil mengacungkan jempolnya.

 

#Tantangan10hari

#GameLevel7

#BunsayIIP

#BintangKeluarga

2 Responses to GAME LEVEL 7 (DAY 5)

  1. Alpianti says:

    Subhanallah…
    ada tips gak cara merawat anak yang baik?

    • Sebenarnya tipsnya insyaallah mudah…beri teladan yang baik padanya, misalnya kepingin anak-anak suka baca buku ya beri teladan padanya kita membaca dulu pasti dia akan meniru (bukannya anak-anak itu peniru ulung bukan?)…biarkan dia berkreasi sesuai dengan imajinasinya..jangan matikan kreatifitasnya…karena sesungguhnya dia sejak lahir memiliki fitrah kreatif…tapi seringkali kita sebagi ortu tidak sengaja mematikannya…
      wallahu a’lam bisshowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar