Tantangan Hari Ke-2 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiim…

Alhamdulillah sekarang sudah memasuki hari ke-2 dalam mempraktekkan komprod poin intonasi dan suara yang ramah kepada anak-anak, terutama pada si kakak. Hari ini alhamdulillah saya tidak banyak berkata-kata dengan suara yang keras pada anak-anak, kebetulan juga pas lagi puasa….jadi cukup membantu untuk menahan emosi amarah…agar energi tidak banyak terkuras…hehehe. Kalaupun melihat tingkah anak-anak yang¬†orat-arit mainan…mainan air di kamar mandi sampai air nglober keluar kamar mandi…saya mencoba untuk mengambil napas panjang dan berusaha tersenyum di hadapan anak-anak…(walaupun agak sesak di dada…hahaha).

Komunikasi dengan kakak diawali pada saat membangunkannya di waktu sahur…alhamdulillah si kakak sudah mulai belajar puasa Romadlon di tahun ini. Dengan suara lembut saya membangunkan: “Kakak sayang…bangun yuk…sekarang waktunya sahur…”, ternyata kakak merespon dengan menendang perut saya. sayapun tidak memaksa karena keliatannya si kakak sangat ngantuk banget. Kemudian saya lanjutkan pembicaraan, “Waktu imsak kurang 15 menit lagi ya kak? bunda tunggu ya” dan sayapun segera sahur bersama suami. Setelah kami selesai sahur ternyata si kakak juga tidak bangun, lalu ganti ayah yang giliran membangunkannya. Beberapa menit kemudian si kakak bangun dan sayapun segera menghampirinya dan segera saya tatap wajahnya dengan senyum: “kakak mau sahur sama apa?” kakak menjawab dengan cemberut: “gak mau sahur, gara-gara tadi malem sholat tarawih…jadi susah bangunnya…dan bla…bla…” saya jawab: oooo…gitu ya…masih ngantuk ya kakak…gak enak ya kak…bagaimana kalo kakak cuci muka dulu kayak bunda tadi…jadi seger gak ngantuk…hehehe”. dan akhirnya kakak mau melaksanakan saran itu dan makan sahur. Tapi tiba-tiba pada saat kakak makan sahur, segelas susu tumpah di karpet gara-gara kesenggol kakinya. sayapun terdiam menarik napas dalam-dalam dan berusaha menahan untuk tidak marah (dalam hati saya berkata” sabar…sabar…sabar…ini tantangan…ini tantangan…hahaha). Alhamdulillah dengan saya berkata lembut dan tersenyum membuat si kakak segera minta maaf dan tidak jadi¬†marah-marah walaupun sedikit agak cemberut.

Yang menarik lagi hari ini pada saat kakak dan ade’Bibie bermain bareng mainan motor-motoran…lagi seru-serunya…si ade’merebut mainan dari si kakak…si kakakpun langsung marah dan bentak-bentak si ade’. Segera saya menghampiri si adek dengan tersenyum dan menatap wajahnya: “ade’ bibi kalo mau pinjam mainan bilang dulu ya? coba bilang dulu sama kakak? oke?. Diapun langsung bilang…tapi kakak masih cemberut…”ade’ bibie mainannya gantian ya…” “kakak juga sabar ya menunggu giliran mainannya” “bunda yang jadi wasitnya ya”. Ade’bibie dan kakak langsung serentak bilang “Oke….” dan akhirnya kompaklah mereka bermain motor-motoran dengan bergiliran. Efek positif setelahnya adalah si kakak begitu semangat ketika disuruh mandi, menyiapkan perlengkapan sekolah, dll.

Masalah berkomunikasi dengan suami alhamdulillah berjalan dengan chair…kami membiasakan untuk ngobrol ringan tentang anak-anak sebelum tidur dan sepulang kerja. Alhamdulillah intensitas kontak mata dengan suami ketika saling bercerita sudah lumayan banyak, suami juga senang bercrita sana-sini tentang anak-anak. intinya kloplah…hehehe…

alhamdulillah tantangan hari ini terlewati dengan baik walau agak berat…hehehehe..minimal hari ini saya tidak marah-marah dan bisa tersenyum lebar.

#level1

#day2

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar