This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (#Day10)

TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU

Bismillahirrohmanirrohiiim….

Hari ini kita masih berlibur di rumah Ummi. Bermain petak umpet, kejar-kejaran, nonton film kartun mewarnai liburan hari ini. Rencana harus pulang ke rumah hari ini tapi rencana itu gagal karena besok kita masih diajak jalan-jalan tadabur alam ke pantai Balaikambang. Hmmm…sepertinya semakin seru….

Setelah berkunjung ke rumah sodara ummi, kakak masih minta bermain sebentar di ruang tamu. Dia ingat kalau habis maghrib minta diajari matematik yan ada di rumah. Matematika hari ini bertemakan “mencari pola angka” kata kakak. Ya kita bermian pola angka dengan menggunakan koran bekas dibentuk bulat-bulat. Saya dan kakak membuat bulatan kecil-kecil  dari koran bekas seperti bola bekel. Ceritanya kita main tebak-tebakan pola angka matematika (konsep penambahan tetap). Misal angka pertama adalah 1, maka saya letakkan bulatan koran 1 buah, berikutnya 3 buah , 5 buah, berikutnya angka berapa dan polanya pakai angka berapa. Nanti kakak akan mengisi bagian yang kosong dan menebak polanya pakai angka berapa.

1, 3,……,……,……,11,13,….,……,…..,

1,4,…..,10,……,16,……,…..,…..,….

dst.

Kakak dengan rumus jitunya mengisi titik titik itu dan menjawab pola angkanya dengan cepat dan benar. Permainan ini semakin menantang ketika polanya dengan menggunakan angka yang lebih besar.

Sudah sepuluh hari ini saya dan kakak mencoba untuk selalu konsisten untuk belajar matematik bareng, karena kebetulan kita punya pasion yang hampir mirip, suka matematik, aplikasi matematik. Semoga dalam kehidupan sehari-hari kita bisa berfikir secara matematis agar sesuai dengan target yang sudah direncanakan, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, masalah hasil biar Allah yang menentukan. amin.

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroundUs

 

 

TANTANGAN 1O HARI LEVEL 6 (#Day9)

TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU

Bismillahirrohmanirrohiim…..

Alhamdulillah hari ini kita berlibur ke rumah mbah ummi (mertua), sudah sekitar 1 bulan lebih tidak silaturahim ke rumah mertua karena kebetulan suami juga sibuk mengerjakan riset untuk Tesis. Hari ini memang bertepatan dengan hari peringatan Maulid Nadi Muhammad SAW sehingga banyak makanan dan buah-buahan di rumah mertua. Ada buah pisang, rambutan, salak, apel, jeruk, pir, jambu, dan jajanan-jajanan tradisional yang jumlahnya masyaallah banyak sekali. Nah…dari kemaren kakak minta diajarin perkalian walaupun secara usia perkembangan belum waktunya diajari perkalian tetapi anaknya ngotot ingin tau dan bisa. So…pada kesempatan ini saya perkenalkan tentang konsep perkalian mumpung lagi banyak buah-buahan yang bisa dijadikan media.

Setelah selesai makan-makan bareng bersama keluarga dan ngobrol-ngobrol kesana kemari, saya mencoba mendekati kakak yang lagi asyik nonton You tube untuk membicarakan tentang permintaannya kakak kemaren.

Bunda:”Kakak kayaknya asyik banget ya nontonya, nonton apasih?”

Kakak:”Hehehe…iya…ini lho bun lagi nonton mainan selaim”.

Bunda:”Ooh…emm..kakak jadi ingin diajari perkalian gak?”

Kakak:”Oiya…mau…mau bun…ayok sekarang”

Bunda:”hehehe..ternyata masih ingat…”

Kakak:”Ya ingatlah…kan kakak memang pingi bisa perkalian..tapi kan gak bawa buku gimana caranya bun?”

Bunda:”Gak perlu pakek buku…tuh banyak buah-buahan…kita pakai buah-buahan aja untuk belajar perkalian”

Kakak:”lhoh…memang bisa ta?”

Bunda:”Ya bisalah….coba kumpulin semua buah salak…jadikan satu…”

Kakak:”Oke…”

Bunda:”Sekarang kita mulai….contoh perkalian 1 x 1…berarti kita tata 1 buah salak sekali saja di atas lantai…”(saya taruh salak satu di atas lantai)

Bunda:”Berarti jumlahnya berapa kak?”

Kakak: “Ada satu…”

Bunda:”Jadi 1 x 1=1, perkalian itu maksudnya jumlah pengulangan. misal lagi kalo 2 x1 …2 buah salak diulang 1 kali…jadi ada 2…”

Kakak:”ooo gitu…kalau 2 x 2 Bun gimana?”

Bunda:”Coba 2 buah salak ditata…diulang 2 kali…caranya menata 2 buah salak disampingnya ditata 2 buah salak lagi lalu dihitung jumlah salaknya”

Kakak:”Kakak tau…1,2,3,4…ada 4 bun…jadi 2 x 2=4″

Dan seterusnya sampai perkalian 6 x 3 dengan cara yang sama seperti perkalian sebelumnya menata buah-buah salak sesuai dengan angka perkaliannya.Prinsipnya perkalian itu adalah proses pengulangan. Kakak begitu antusias mempelajari konsep matematika dengan buah-buahan. Seru banget katanya….

Semoga Kakak semakin semangat belajar matematika…matematika kehidupan….dan logika matematika dalam kehidupan.Amin.

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroudUs

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (#Day 8)

TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU

Bismillahirrohmanirrohiiim….

Malam hari ini bertepatan dengan tanggal 12 Robi’ul Awwal 1439 Hijriah adalah hari kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW. Mulai setelah sholat maghrib, di masjid-masjid dan musholla terdengar suara bersahut-sahutan melantunkan sholawat Nabi. Yaa robbi sholli…Ya Rosulallah….Semoga kami dan anak turun kami bisa meneladani akhlak Rosulullah SAW. Sungguh kami sangat merindukanmu….Semoga kelak kami selalu bersamamu ya Rosulallah…aamiin. Karena di luar hujan deras, maka kami memilih untuk bersholawat di rumah, saya jelaskan kepada kakak kenapa hari ini banyak orang bersholawat, karena memperingati hari kelahiran orang tercinta, yakni Nabi Muhammad SAW.

Setelah ‘Isya ayah dan de’Bibie keluar rumah untuk membeli buah-buahan untuk dibawa ke musholla (acara maulid Nabi). Saya dan kakak di rumah ngobrol-ngobrol bareng cerita tentang “Pengamen”. Karena beberapa hari ini setiap hari selalu ada pengamen, dan ada ketakutan tersendiri bagi kakak tentang pengamen itu sehingga perlu diobrolkan. Setelah selesai diskusi, saya ajak kakak ke dapur untuk belajar menimbang berat benda. Kebetulan di dapur ada timbangan untuk perlengkapan ketika menakar bahan-bahan membuat kue.

Kakak:”Ada apa bun ke dapur?”

Bunda:”Yuk berpetualang matematik lagi yuuuuk?”

Kakak:”Bunda ini punya ide apa lagi ini” (dengan penuh penasatran)

Bunda:”Bunda ingin tunjukin ke kakak bagaimana mengukur berat benda, biar nanti waktu biki kue kakak sudah bisa”.

Kakak:”Gimana caranya bun?”

Bunda:”Kita ambil timbangannya dulu yuk….”

Kakak:”Oke…”

Bunda:”Pertama-tama kita nyalakan dulu timbangannya dengan menekan tombol ON, kita tunggu sampai ada angka nol di layar, baru kita letakkan benda di atas timbangan”

Kakak:”emmm…gitu…”

Bunda:”Setelah itu baca angka yang di layar, angka itu menunjukkan berat bendanya”

Kakak:”Kita sekarang mau nimbang apa??”

Kebetulan di meja dapur, ada gula, bola kasti, gunting, saus saset, pisau dll. kita coba ukur satu persatu.

Bunda:”Coba kakak taruh bola di atas timbangan, kira-kira beratnya berapa?”

Kakak:”Oke…gini ya?”

Bunda:”Yep…lihat di layar…berapa angkanya?

Kakak: “75…”

Bunda:”Oke…berarti berat bola itu 75 gram”

Lalu kakak mencoba menimbang benda-benda yang lainnya secara bergantian.

Anak-anak itu lebih suka belajar matematika dengan praktek langsung dalam aktifitas sehari-hari, lebih mengena dan lebih gampang dihafal, saya rasa itu juga lebih terasa manfaatnya.

Demikian cekelumit  cerita tentang keseruan kita menemukan matematika di sekitar kita. Necer give up!!!!

 

IIP

KuliahBunsay

ILovemath

MathAroundUs

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (#Day7)

TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU

Bismillahirrohmanirrohiim…..

Sore hari ketika ada acara rutinan tahlil, kakak dan ade tiba-tiba minta jajan karena sudah mulai bosan. Nah, karena saya tidak mungkin keluar dari acara itu, akhirnya saya memberi prolog dulu kepada kakak bahwa saya tidak bisa keluar untuk membelikan jajan untuk kakak dan adek. Dari sini saya meminta kakak untuk membeli jajan sendiri, dan saya mulai memasukkan konsep matematik dengan menggunakan uang. Uang yang saya berikan Rp 5000,-…..2000 untuk jajan adek dan 2000 untuk jajan kakak…dan harus ada kembalian 1000. Setelah kakak mengerti penjelasan saya berangkatlah mereka untuk beli jajan. Ternyata betul, setelah kembali ke tempat tahlil kakak membawa kembalian uang 1000 rupiah.”Ini kembaliannya bun…seribu rupiah….500 an 2 biji…500 ditambah 500 seribu kan?” Kata kakak. bunda;”Siip…”

——————————————

Lalu dalam episode berbeda……..

Hari ini di rumah cuma kita bertiga; saya, kakak dan adik. Ayah ada tugas belajar ke Surabaya selama 2 hari dalam satu minggu. Semua itu tidak mengurangi keseruan kakak dan adek berpetualangan mencari matematika di rumah. Ya…matematika…. cukup menantang dan menarik terutama bagi kakak yang mencintai matematika. Keseruan malam ini adalah bermain ular tangga ANAK MUSLIM yang dilengkapi dengan kuda-kuda imut yang siap bertanding menyusuri angka dalam papan permainan. Yang menjadi wasit (pengocok dadu) dalam permainan ini adalah ade’Bibie. Pertama-tama, kita bertiga suit dulu untyk menentukan urutan pemain. Kebetulan saya dapat urutan nomer 1 dalam bermain.

Bunda:”Gimana sudah siap??”

De’Bibie dan Kakak:”Siap!!”

Bunda:”Oke kita mulai…yuk suit dulu….1,2,3….”

Kakak:”kertas, batu, gunting….yaak…”

Bunda:”Yeee…bunda nomer satu”

Mulailah dadu dikocok oleh ade’Bibie. “Klothak….klotahak…klothak….” bunyi dadu yang dikocok dalam gelas plastik mainan.

Permainan kali ini harus disuarakan dengan lantang ketika menjalankan kuda dalam ular tangga, untuk melatih pelafalan angka terutama untuk ade’Bibie yang masih mengenal konsep menyebut angka. Secara bergantian mendapat giliran dadu, dan permainan semakin seru karena sudah mulai naik turun tangga. Tak jarang sudah beberapa langkah mau gol….ternyata dapat tangga turun….mulailah lagi dari awal…dan seterusnya sampai akhirnya permainan ditutup dengan hasil yang memuaskan.

Demikian cerita keseruan kami mencari matematika di sekitarmu lewat permainan yang menyenangkan bagi anak-anak.

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (#Day6)

TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU

Bismillahirrohmanirrohiiim….

Alhamdulillah beberapa hari ini Malang diguyur hujan, biasanya hujan dimulai siang hari sampai larut malam sehingga membuat suasana malam hari semakin dingin. Walaupun begitu tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk tetap bermain dan belajar seperti yang dilakukan malam hari ini. Setelah belajar pelajaran untuk PAS (penilaian Akhir Semester) besoknya, kakak Cia dan ade’Bibie bermain biji dakon dan lego. nah…pada kesempatan ini saya gunakan untuk memperkenalkan konsep menghitung panjang dan lebar benda dengan menggunakan biji dakon, pasti seruuu…

Saya meminta kakak untuk mencari benda-benda berbentuk balok dan lingkaran, lalu mengumpulkan biji-biji dakon. kakak berhasil menemukan benda-benda berbentuk balok seperti tepak tempat pensil, lego dan tutup panci mainan. Dari sini permainan akan dimulai. Tepak tempat pensil ditaruh di atas lantai, kemudian saya meminta kakak untuk menata biji dakon sampai melingkar berbentuk L di sepanjang tepak tempat pensil (mengukur panjang dan lebar).

Kakak:”Terus daiapain Bun?”

Bunda:”Untuk mengukur panjang tepak tempat pensil, hitunglah jumlah biji dakon yang melintasi sisi panjang tepak tempat pensil”

# Panjang tepak =……..biji dakon

#Lebar tepak=………..biji dakon

Kemudian kakak menghitung jumlah dakon yang melintasi tepak tempat pensil untuk mengisi titik-titik tulosan di atas. Tidak hanya mengukur panjang benda yang berbentuk balok, kakak juga menghitung keliling benda berbentuk lingkaran seperti tutup panci mainan.

Keliling lingkaran tutup panci=………biji dakon

Semuanya dilakukan dengan penuh suka ria, bahkan kakak tambah tertantang untuk mengukur benda-benda yang lain yang lebih besar.

Hari ini de’Bibie belajar mengenal bentuk geometri benda juga meggunakan biji dakon. Saya perkenalkan garis lurus dan bentuk segitiga yang mudah untuk ditirukan.

Bunda:”Ayo de’Bibie  biji dakonnya di tata lurus….kita mau bikin barisan…”

de’Bibie:”Ini ya….” sambil tangannya menata biji-biji berbaris lurus

Bunda:”Oke sip…yang lurus ya barisannya….”

Beberapa saat kemudian……

de’Bibie:”Horeee…sudah selesai….”

Bunda:” Yeee…de’Bibie hebat….ayo lagi….sekarang bikin segitiga ya…”

ade’Bibie:”sejitida ya….” (maklum masih belum fasih lidahnya…..hehhehehe)

Bunda:”iya segitiga……”

Begitu teliti dan rapinya de’Bibie menyusun biji-biji dakon itu sehingga terbentuk segitiga. Dia memang ahlinya kalau dalam menata benda-benda kecil dengan rapi dan apik. Jempol dech pokoknya buat ade’bibie……

Ayo kita temukan lagi matematika di sekitar kita. Keep fighting….never give up…..

 

IIP

KuliahBunsay

ILovemath

MathAroundUs

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (#Day5)

TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU

Bismillahirrohmanirrohiim….

Malam hari setelah selesai belajar pelajaran “Tematik”, saya sempatkan untuk Family Forum dengan ngobrol santai bersama anak-anak karena seharian sekitar 7,5 jam tidak bertemu mereka. Walaupun hanya beberapa menit waktu untuk Family Forum, maka saya berusaha untuk menyisipkan hal yang positif atau ilmu kepada anak-anak, saya tidak ingin waktu yang cukup singkat itu disia-siakan. Pada kesempatan ini, sambil bermain saya perkenalkan kepada kakak konsep tentang menghitung panjang, lebar dan tebal benda  yang ada di rumah dengan menggunakan penggaris. Kebetulan kakak memiliki penggaris 30 cm, saya meminta tolong kakak mengumpulkan benda-benda di rumah seperti power bank, mainan dadu, kertas mainan, benda-benda remahan tembok, piringan VCD, tempat VCD dll. Di sinilah kita memulai petualangan matematik:

Bunda:” Kakak….punya penggaris?”

Kakak:”Ya punyalah….buat apa sih? kok tumben bunda pinjam penggaris….” (bertanya penuh dengan penasaran)

Bunda:” Ada dech…hehehehe….Ini Bunda mau kasih tau kakak…mau gak?”

Kakak:”Maulah….tapi apa dulu…kasih tau kakak…” (kakak semakin penasaran)

Bunda:”Sekarang cari benda-benda yang bentuknya balok dan lingkaran….kita akan berpetualangan dengan angka…hehehehe…seru kaaan?”

Kakak berhasil mengumpulkan benda-benda di rumah sesuai dengan permintaan bunda.

Kakak:”Ini bun barang-barangnya….terus diapain?

Bunda:”Ini …Bunda ingin menunjukkan bagaimana cara mengukur panjang, lebar dan tebal benda-benda ini…mau gak diajari sama bunda?”

Kakak:”Oooo…mau…mau…gimana caranya?”

Bunda mempraktikkan begaimana cara mengukur panjang Power bank, lebarnya dan tebalnya. Ketika mengukur panjang, lebar dan tebal power bank, bunda meminta kakak untuk menghitung angkanya.

Bunda:” Coba kakak hitung angka sampai pada garis akhir yang lurus dengan power bank…”

Kakak: “0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10…….”

Bunda:”Berarti panjang power bank ini 10 cm…..gimana ngerti kan?”
Kakak:”Ooo…gitu tho…ya gampang kalo gini…hehehe”

Kemudian kakak mencoba mengukur benda yang lain, seperti dadu, kertas, piringan VCD, tempat VCD, Power bank tipe lain, dan remahan dinding yang mengelupas. Ternyata seru belajar matematik di rumah, karena aplikatif dan mudah dipahami sehingga anak tidak bosan dan cenderung tertantang.

Kemudian di ruang berbeda, ade”Bibie minta ditemani bermain puzzle Bua-buahan. Pada kesempatan ini saya gunakan untuk mengenalkan konsep geometri benda dan melatih menyelasaikan masalah. Puzzle buah saya minta untuk dilepas semua, dan memintanya untuk dipasang lagi sambil memperkenalkan nama buah-buahnya.

Bunda:”De’Bibie…mau main apa?”

de’Bibie:”ini…ini…pisang…” (sambil menunjuk buah pisang pada puzzle)

Bunda:”Yuk main seru-seruan dengan puzzle….”

de’Bibie:”iya…ini…ini…”

Bunda:”Semua buah-buahnya dilepas ya…nanti de’Bibie yang pasang lagi ya….gimana sudah siap?”

de’Bibie:”iya…” (sambil menganggukkkan kepala)

Bunda:”1…2…3….theeeeet”

de’Bibie dengan semangat seperti orang yang lomba balap karung, segera memasang buah-buahan  di dalam puzzle. Sayapun dengan bertepuk tangan memberi semangat sambil memberi hitungan agar permainan puzzle semakin seru. Setelah beberapa menit akhirnya de’Bibie berhasil menyelsaikan puzzle itu. Kemudian saya minta untuk menghitung jumlah buah-buah itu sesuai dengan kemampuannya.

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroundUs

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (#Day4)

TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU

Bismillahirrohmanirrohim…..

Belajar matematika semakin hari semakin seruuuu bagi kakak Cia dan ade’Bibie. karena mereka lakukan di saat bermain dan beraktifitas rutin. Seperti contoh pada saat lagi main play dooh, saya sisipkan sedikit tentang konsep berhitung dan mengenal warna. Kebetulan juga baju yang dipakai juga sesuai dengan mainan paly doohnya, sehingga lebih cepat untuk memahaminya.

Bunda:”Waah…ade’Bibie lagi main apa ya?”

ade”Bibie:”ledooo ya…” (pengucapan play dooh menjadi ledoo)

Bunda: “bagus ya play doohnya…berwarna warni….warnanya apa ya ini?”

de’Bibie: “gak mau…gak mau…gak mau…” (lagi tidak mood untuk ditanya…hehehe)

Bunda:” Warna hitam ya….play doohnya”

de’Bibie: “Iya…hiiitammm”. Lalu lari menuju kamar tidur untuk rebahan di kasur.

akhirnya saya juga mengikuti dia masuk ke kamar.

Bunda: “Kenapa de’Bibie tidak main lagi?”

de’Bibie: “Gak mau….”

Bunda: “Oke dech…gak papa….eeeh bajunya sama ya dengan warna play doohnya….warna apa ya ini?…Hiiii….???

de”Bibie: “Hitam…”

Bunda:”Yeee…betul….de’Bibie hebat…, waah kancingnya juga warna hitam ya….bagus…”

de’Bibie: “iya…hitam…” (sambil senyum-senyum)

Bunda: “Coba ada berapa kancingnya….”

Jarinya de’Bibie menunjuk ke kancing sambil menghitung jumlah kancing.

de”Bibie:”satu…dua…tiga…ampa…”

Bunda:”Yeee…de’Bibie hebat lagi…tosss”

Kemudian saya lanjut menanyakan jumlah mata, hidung, telinga, dan pipi di wajahnya. Ya memang perlu diulang-ulang agar dia benar-benar paham tentang konsep mengenalkan anghka dan berhitung.

Hari ini kakak belajar bertanggungjawab menyelasaikan tugas merapikan mainan baik punyanya sendiri maupun ade’Bibie. Untuk mengenalkan konsep matematis, saya mencoba untuk membantu bagaimana cara memilah mainan berdasarkan ukuran dan jenis mainan agar memudahkan dalam menyimpan dan mengambil kembali untuk bermain.

Bunda:” Kakak…agar nanti mudah untuk menyimpan mainan, ayo sekarang coba pilah mainan yang kecil-kecil dan yang besar-besar”

Kakak:” Ooo…gitu…kenapa bun?”

Bunda:”biar nanti mudah nyimpannya…dan kalau mau ambil lagi untuk main juga mudah kan?”

Kakak:”Oo..iya…betul…”

Bunda:”kemudian juga pilih mainan sesuai dengan jenisnya…, misal kalau lego di tempat sendiri, play doh di tempat ini…boneka di tempat ini…kartu-kartu juga di tempat yang lain…gampang kan?”

Kakak:”Iya ya…biar gampang, kok bunda punya ide ya??”

Bunda:”hehehehe…bunda sudah pernah belajar…nanati kakak juga akan punya ide sendiri kalau kakak semakin besar”

(hari ini tidak ada doumentasi karena kebetulan saya lakukan secara spontanitas sehingga tidak ada persiapan membawa kamera, hehehe…)

Semoga tetap istiqomah untuk menemani anak-anak belajar matematika di sekitar agar mereka terbiasa menggunakan konsep matematis di kehidupan sehari-hari. AAmiiin.

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroudUs

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (#Day3)

TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU

Bismillahirrohmanirrohiiim……

Segala puji kehadirat Allah SWT, atas berkat Rahmat dan Hidayah-Mu kami sebagai seorang ibu masih diberi kesempatan untuk membersamai anak-anak dalam mendampingi tumbuh kembangnya. Siang hari…pada saat hujan mengguyur kampung kami, suasana rumah jadi dingin dan rasanya ingin terus berselimut di atas kasur, hehehe. Tapi beda dengan anak-anak kami, kakak Cia dan ade’Bibie, mereka dengan asyiknya bermain di ruang tengah sesekali ke kamar untuk bertanya kepada saya. Hari ini saya coba memperkenalkan konsep pengukuran panjang kepada kakak dengan menggunakan jengkal (kilan: bahasa jawanya), depa (kedua tangan terlentang), dan hasta (ujung jari sampai siku-siku). Media yang saya gunakan untuk obyek pengukuran adalah kotak-kotak lantai keramik, kasur dan almari. Kebetulan kakak sempat mengenal istilah jengkal, depa dan hasta dari buku pelajaran BUPENA. Karena dia masih bingung denga konsep itu, maka dia bertanya-tanya kepada saya. Pada kesempatan ini saya mencoba menjelaskannya dengan menggunakan benda-benda sekitar.

Kakak: ” Bun….jengkal itu apa?

Bunda:”Jengkal itu jari tangan kakak terbuka lebar…seperti ini….”(sambil saya contohkan dengan tangan saya)

Kakak: “Ooo…gitu….”

Bunda: “Coba jari tangan kakak tempelkan ke lantai…hitung panjang kotak keramik dengan jengkal…kira-kira ada berapa jengkal?”

Kakak:” Iya…kalau ini gampang…hehehe…, ada 5 jengkal Bun”

Bunda:”Oke…kalau bunda cuma 2 jengkal”

Kakak:”Ya iyalah…tangannya bunda lebih besar daripada kakak”

Bunda:”hehehe…iyaya….”

Selanjutnya kakak menayakan tentang konsep pengukuran menggunakan depa.

Kakak:” Kalau depa bun?”

Bunda:”emmm…apa ya?….kalau gak salah kedua tangan terlentang”

untuk meyakinkan jawaban, saya sambil bertanya kepada suami.

Kakak:”Kakak coba baca dibuku ya Bun….”

Bunda:”Oke…oke…bunda juga mau tanya ayah dulu…soalnya lupa…hehehe…”

Setelah saya bertanya kepada suami dan kakak juga memebaca buku BUPENA, maka ketemulah jawabannya bahwa Depa adalah kedua tangan terlentang.

Bunda:”Sudah taukan sekarang apa itu depa, coba sekarang hitung panjang almari dengan menggunakan Depa, kira-kira ada berapa depa ya?”

Kakak: “Bentar tak ukur dulu….”

Kakak: “ada 3 depa bun…, tapi agak susah ya ngukurnya…”

Setelah istilah jengkal dan depa, kemudian yang terakhir adalah hasta yaitu mulai ujung jari sampai siku-siku. Kakak mencoba mengkur panjang kasur dengan hasta. Keliahatannya agak susah kakak mengukurnya, memerlukan bantuan untuk menandai titik hasta. Tapi kakak memang sangat menyukai matematika, apapun yang berkaitan dengan matematika dia sangat antusias untuk mempelajarinya. Alhamdulillah….

Nah…kalau de’Bibie hari ini belajar menghitung nugget yang lagi digoreng di wajan. Di waktu pagi hari ketika memasak di dapur, datanglah si anak ganteng dan sholeh menghampiri bunda. hehehehe….

ade’Bibie: ” Unda mau…goleng…goleng…”

Bunda: “de Bibie mau maem?”

ade’Bibie:” Iya maem…maem…sama itu…digoleng..diogelng”

bunda:”Oooo…nuget…mau digorengin?”

ade’Bibie: “Iya…”

Naeklah de’Bibie di atas kursi plastik untuk menengok nuget yang sedang digoreng di wajan. Sambil menggoreng, saya coba meminta de’Bibie menghitung nugetnya.

Bunda:” Ada berapa ya nugetnya? coba ade’Bibie hitung…..”

de’Bibie:” satu…dua…tiga….empat…lima…., yeeee….lima….”

Bunda:”aah masak sih….coba hitung lagi”

Maklum…kadanng menghitungnya masih asal-asalan…

De’Bibie: “satu…dua…tiga…empat…”

Bunda: “yeeee….ada empat…nah itu baru betul anak ganteng…..”

Untuk ade’Bibie tidak ada dokumentasi, karena tidak mungkin membawa HP ketika memasak. Matematika jadi terasa  menyenangkan kalau diperkenalkan sambil bermain, ngobrol dan aktifitas yang lain yang non formal.

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroudUs

 

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (#Day2)

“TEMUKAN MATEMATIKA DI SEKITARMU”

Bismillahirrohmaniirohiiim…

Kebiasaan anak-anak setelah habis maghrib adalah belajar mengaji al-Qur’an pada saya terutama kakak yang sudah pada tahap belajar membaca al-Qur’an Juz 1. Setelah habis maghrib biasanya lanjut membaca buku cerita, tetapi hari ini berbeda kakak ingin bermain dengan media kerudung. Nah…pada saat bermain kerudung, tiba-tiba di pikiran saya terbesit untuk mengenalkan matematik di sekitar dengan media kerudung, pas banget dech…kebetulan kakak memegang 2 kerudung, kerudung segiempat yang tipis dan kerudung instan berbahan kaos yang tebal. Dari sini saya perkenalkan tentang konsep tebal tipis dan bagaimana mengukurnya.

Bunda:” Kakak mau main apa nih?”

Kakak:”Kakak pingin pakain jilbab ini ke boneka?”

Bunda:”OOO..kok ada 2 kerudungnya?

Kakak:” Iya…kerudung yang tipis (kerudung segi empat) untuk menutup selimut, dan yang tebal untuk kerudung boneka”

Kakak:” oiya Bun…kenapa ya kok yang ini dikatakan tipis dan yang ini dikatakan tebal?” (sambil menunuk kedua kerudung itu)”

Bunda:”Karena yang tipis itu kalau diapit pakai dua tangan itu nempel banget kedua tangan kita hampir tidak ada jarak, klau yang tebal jarak antara apitan tangan agak longgar, Coba praktekin pakai kedua tangan kakak.”

Kakakpun mencoba mempraktekkan…

Kakak: “Tebal…tipis…tebal tipis…”

Bunda: “Terus coba diukur pake penggaris….nanti menunjukkan angka berapa…?”

Jadi sebenarnya cukup mudah memperkenalkan konsep matematik dalam aplikasi sehari-hari, karena emuanya berada di sekitar kita.

Kemudian ade’Bibie hari ini ketika lagi leyeh-leyeh di kasur, saya coba dekati dengan membawa boneka.

Bunda:” Ade’Bibie….lagi ngapain?”

ade’Bibie:” Gak mau…gak mau…”

Bunda:” Lhoh kenapa gak mau?”

Rupanya cuma berguarau…heheheh

Bunda:”Eh coba liat bonekanya…hidungnya lucu ya? Coba pegang….Berapa ya hidungnya?

Sambil dia memegang hidung boneka, saya coba untuk menirukan kata satu.

ade’Bibie:”  satu…satu…”

Bunda:” Yeee Hebat de’Bibie….Tos dulu…”

Tossss….

Bunda:” Kalau matanya berapa de’? Coba hitung”

ade Bibie sambil menunjuk ke bagian mata boneka

Ade’Bibie: “Satu…Dua…”

Bunda:”Jadi ada berapa???…Du….Du….”

Ade’Bibie: “Dua…”

Bunda:”Yeee…de’Bibie hebat lagi…”

dan seterusnya ke anggota badan yang lain….Dan memang saya harus bersabar ketika mengajari anak yang kedua ini karena dia adalah anak spesial (PDD NOS) jadi harus berkali-kali mengajarinya sampai tertanam betul konsep itu. Alhamdulillah……

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroundUs

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 6 (Day#1)

Bismillahirrohmanirrohiiim,,,,,

Dalam aktivitas sehari-hari tidak terlepas dari matematika…iya betul matematika. Mulai dari bangun pagi jam berapa, memasak sayur dengan takaran bumbu berapa sendok, biji, liter dll, merebus air berapa lama dan lain sebagainya, semuanya menggunakan angka-angkamatematik untuk kepastian ukurannya. Nah…ternyata cukup banyak matematika di sekitar kita yang perlu diperkenalkan kepada anak-anak kita sejak dini dengan menyenangkan.

Kakak Cia (6,5 tahun) sejak kecil memang menyukai matematik. Minatnya terhadap matematik mulai terlihat menonjol ketika TK B. Kalau sudah melihat angka matanya berbinar-binar. Hari ini sepulang sekolah kakak minta dibuatkan soal tentang penjumlahan, pengurangan, perbandingan, pengelompokan. Untuk menghindari agar tidak bosan dengan yang namanya angka, maka saya buat gambar-gambar yang ada di sekitar sekaligus untuk menanamkan konsep matematika di lingkungan sekitar. Subhanallah…dia kelihatan berbinar-binar dan antusias untuk mengerjakannya.”Emmm…Kalau ini ya gampang BUN…kakak suka ini…” kata kakak Cia. “Oya…oke dech coba dikerjain…heheh.”Jawab saya. Kemudian tidak sekedar mengerjakan soal matematik saja tapi saya coba mengaplikasikan dalam keseharian. Pada saat pagi hari ketika saya masak di dapur, kakak bertanya kepada saya, ” Bun…sekarang jam berapa? nanti kakak mandi jam berapa?”. Nah…ini pertanyaan yang bagus, momen yang tepat untuk saya gunakan mengenalkan matematik dalam kehidupan sehari-hari kepada kakak (pikir saya). Berikut percakapan saya dengan kakak di waktu itu:

Saya: “Oiya…coba kakak lihat jam dindingnya…jarum pendeknya ada di angka berapa? dan jarum panjangnya ada diangka berapa?”

Karena kakak sudah mengenal angka maka dengan mudah dia menyebut,

Kakak: ” Jarum pendek ada di tengah-tengah antara angka 5 dan 6 bun…terus jarum panjang ada diangka 6″

Saya: ” Oke betul kakak…itu artinya sekarang jam 5 lebih 30 menit atau setengah 6″ .Nanti kakak mandi jam 6 tepat ya…, jarum pendek ada di angka 6 dan jarum panjangnya ada di angka 12″

Kakak: “Ooo…aku tau…kalau jarum panjangnya diangka 6 itu artinya setengah ya bun, kalau di angka 12 itu pas ya bun…begitu?

Saya: : Iya betul…100 untuk kakak…kakak memang anak bunda yang hebat…hehehe…”

Berbeda dengan ade’Bibie (5 tahun 2 bulan), hari ini saya menstimulus logika matematikanya dengan mengajarkan warna dan mengelompokkanya. Alat yang saya gunakan adalah mainan lego yang menjadi mainan kesukaannya.

Saya:” Ade’ Bibi…yu bermain lego…mau?

De’Bibie:” Iya…..mau…ayoook maen ledo…”

lego saya acak, dan saya meminta de’Bibie untuk menyusun barisan seperti kereta dengan warna yang sama, sambio memperkenalkan warna, dan mencoba untuk meminta menghitungnya.

saya:” Ayo bikin kereta api yang panjang….”

De’Bibi: ” Teta api…api…ya…”

Saya:” iya..ayo mana warna hijau???

de’Bibie:”ini…ini…ijau…”

Saya: “Jadiin satu ya yang hijau….bikin barisan…”

de’Bibie:” Mana…mana….ini ya….”

Dia dengan senang hati dan serius menyusun balok-balok itu menjadi barisan yang rapi, lalu menghitungnya. Tapi kadangmasih loncat-loncat menghitungnya…hehehee…warnanya kadang juga masih kacau…

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroundUs

Skip to toolbar