This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

FAMILY PROJECT HARI KE-9

Bunda sayang

Ibu Profesional

IIP

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Hari ini adalah pelaksanaan proyek mingguan menanam bunga, sesuai dengan rencana proyek ini kita lakukan hanya berdua yaitu saya dan kakak. Pelaksanaan proyek ini saya laporkan dalam bentuk master mind.

Sukses apa hari ini?

Kegiatan ini diawali dengan memilih bunga yang akan ditanam. Saya bersama kakak langsung meluncur ke pasar bunga splendit untuk memilih-milih bunga. akhirnya setelah survey ke beberapa toko kakak memilih 2 bunga yang disukainya, dan saya memilih satu bunga. selain bunga, saya juga membeli tanaman sayur yaitu tanaman lombok dan terong, juga tanaman jeruk purut. Maklum, saya paling tidak tahan kalau melihat yang hujau-hijau, jadi agak meleset dari anggaran yang direncanakan.hehehehe…tapi sudah sesuai dengan budget. Kemudian berlanjut dengan membeli media tanam dan pot bunya. Begitu selesai membeli bunga, kita tidak langsung pulang begitu saja, kita tanya-tanya dulu kepada penjual bagaimana cara menanam dan perawatan bunga tersebut. Setelah itu kita baru cabut pulang. Perjalanan pulang kita tempuh sekitar 30 menit dengan membawa sepeda motor.

Setelah sampai di rumah, kakak begitu semangat menyiapkan segala peralatan yang diperlukan, seperti gunting, sapu, serok, pisau, dll. Sebelum mulai menanam, kakak memilih tempat yang sesuai, dia paling ahli kalau dalam hal menata dan mendesain, hehehehe….akhirnya diputuskan di teras rumah berhadapan dengan taman depan rumah, viewnya memang pas dan bagus. Barulah kemudian saya memulai untuk proses menanam. Pertama saya buka plastik polybag dengan gunting, kemudian saya  pindahkan ke pot bunga, baru kemudian menaruh media tanam ke pot bunga. Setelah selesai semua, kakak yang bertugas menata tempatnya dan kemudian kakak menyiram satu persatu bunga itu. Kakak kelihatan berbinar-binar ketika melakukan proyek ini, benar-benar kakak sangat menyukainya, dan dia berkomitmen untuk merawatnya, Subhanallah benar-benar ini adalah karunia Mu ya Allah, kau jadikan anakku menjadi insan yang sangat mencintai makhluk Mu.

Proses tanan-menanam selesai, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Ayahpun terkejut karena kita berdua (saya dan kakak) tidak memberitahukan kegiatan ini kepada ayah sebelumnya. ayah begitu takjub, karena ada bunga=bunga yang indah di teras rumah, jadi suasana rumah terasa indah bagai di surga (hahahay…lebay).

Tips sukses

  1. Sayangi segala pekerjaan yang kita lakukan
  2. Lakukan pekerjaan dengan keikhlasan dan kesabaran
  3. Biasakan melakukan sesuatu sesuai dengan yang direncanakan
  4. Hargai setiap hasil karya seseorang.
  5. cintai sesama makhluk dengan sepenuh hati.

Mau sukses apa besok?

  1. Melibatkan semua anggota keluarga dalam menjalankan proyek keluarga
  2. Ingin Fokus dengan kecerdasan ade Bibie.
  3. Melatih tanggung jawab kakak dalam merawat bunga
  4. Istiqomah dalam menjalankan proyek harian.

Demikian master mind pada hari ini, semoga bermanfaat dan tetap semangat.aamiin

#Day9

#GameLevel3

#MyTeamMyFamily

#BunsayIIP

FAMILY PROJECT KE-8

Bunda Sayang

Ibu Profesional

IIP

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat melaksanakan aktifitas harian (proyek harian keluarga) dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Setalah menjalankan proyek harian di pagi hari, dalam family forum kita berdiskusi bareng membahas proyek mingguan. Dari hasil diskusi itu ketemulah tema untuk proyek keluarga mingguan “Rumah Bunga”. Tema itu muncul karena kakak dari kemaren-kemaren ingin punya bunga yang bermacam-macam biar rumahnya kelihatan indah, dan tentunya  ingin merawat sendiri bunga-bunga itu. Rupanya memang kakak punya kecerdasan natural: suka dengan tanaman, hewan, pokoknya yang berkaitan dengan alam. Nah, pada kesempatan ini, proyek keluarga mingguan saya fokuskan untuk  meningkatkan kecerdasan kakak dan meningkatakan kecintaannya terhadap alam sekitar. Proyek ini kita lakukan cuma berdua, saya dengan kakak.

Tahap Persiapan

Alat dan Bahan yang diperlukan:

  1. Pot Bunga
  2. Media tanam
  3. Timba
  4. Gunting
  5. Pisau
  6. Serok
  7. Air untuk menyiram
  8. Bunga
  9. Kresek

Pembagian tugas:

Kakak: menyiram bunga, merapikan bunga, desain tempat bunga, memilih dan membeli bunga.

Bunda: menyiapkan media tanam di pot bunga dan memindahkan bunga ke pot bunga + dokumentasi.

Biaya yang diperlukan:

Rancangan dana:

  1. Bunga 3 jenis: Rp 70.000,-
  2. Media tanam 2 sak: Rp. 10.000,-
  3. Pot Bunga 3 buah: Rp.30.000,-
  4. Tanaman sayur 2 jenis: Rp.20.000,-

Waktu;

Kita merencanakan proyek mingguan itu pada hari Ahad, tanggal 19 Agustus 2017  pukul 08.00 WIB. dengan rincian jadwal sebagai berikut:

08.00-09.30: Membeli bunga di pasar bunga splendit

09.30-10.30: proses menanam bunga

10-30-11.00: makan siang

Tujuan kegiatan:

  1. Meningkatkan kecerdasan natural anak
  2. Memupuk rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban
  3. Meningkatkan rasa sayang terhadap makhluk lain

Semoga Proyek mingguan ini dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan, AAmiiin.

#Day8

#GameLevel3

#MyTeamMyfamily

#BunsayIIP

PROJECT FAMILY HARI KE-7

Bunda Sayang

Ibu Profesional

IIP

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.

Hari ini cukup membanggakan karena semuanya sudah mulai ikut terlibat, alhamdulillah proyek harian keluarga mulai terbiasa.

Sukses apa hari ini?

Tugas kakak:

Kakak setelah selesai sholat shubuh langsung menuju kamar untuk membersihkan kamar tidurnya, merapikan bukunya yang ada di mejanya, mengebasi kotoran-kotoran yang ada di atas kasur sampai merapikan sprei dan boneka-boneka cantiknya. Lalu kemudian kakak mempersiapkan buku yang akan dibawa ke sekolah, dia lihat jadwal pelajaran hari itu, lalu satu persatu dimasukkan tas. Biasanya sebelum dimasukkan tas, kakak minta tolong saya untuk mengecek benar tidaknya buku yang dibawa. Alhamdulillah kakak hebat……Rewardnya adalah stiker Hello kitty kesukaannya…

Tugas Dek Bibie:

Membereskan mainan merupakan hal yang tidak begitu menyenangkan bagi dek Bibie, tapi hari ini berbeda dengan hari sebelumnya, dia mau merapikan mainanya. Saya awali dengan menyanyikan lagu merapikan mainan sambil memberi contoh membereskan mainannya, ” Rapi…rapi…ayo rapi rapi…rapi…rapi ayo rapi,..rapi” (nyanyian). Sedikit-sedikit dia mengambili mainan lego yang kececeran, dia juga ikut bernyanyi menirukan saya, kemudian saya mengapresiasinya: “Hore….adek Bibie bisa….adek Bibie hebat…”. Alhamdulillah…..

Tugas ayah:

Jadwal tugas ayah mencuci piring di pagi hari diganti dengan menjelang sholat maghrib karena kalau pagi sangat dingin sekali jadi tidak di tangan dan perut. Oke dech…sudah kita sepakati bersama, karena ayah juga tiap malem lembur so kalau pagi dibuat leyeh-leyeh istirahat. Setelah menjemput anak-anak ke sekolah, ayah istirahat sebentar dan memasakkan air panas untuk anak-anak buat mandi sore. Selanjutnya baru ayah mulai beraksi enjalankan tugasnya mencuci piring yang numpuk di tempat cucian…hehehehe…Terimaksih ayah…

Tugas Bunda:

Hari ini saya mendapat energi positif dari kakak yang begitu semangat menjalankan tugasnya. Bagaimana tidak, diusia yang menurut saya masih kecil (6 tahun), dia begitu rapinya dalam membereskan tempat tidurnya. Saya benar-benar terkesima dan takjub…Subhanallah…Saya begitu semangat hari ini, setelah selesai memasak saya langsung mengerjakan proyek keluarga yaitu menyapu lantai bagian belakang dan depan, saya tidak mau kalah dengan kakak. Hari ini rumahku benar-benar bersih dan indah seperti tema proyek keluarga kita “Rumahku Indah”.

Mau sukses apa besok?

  1. Tetap semangat dalam melaksanakan proyek keluarga harian.
  2. Dapat membuat proyek keluarga yang lebih besar.
  3. Dapat mengisi weekend dengan hal yang bermanfaat.
  4. Dapat memotivasi keluarga terutama dek Bibie untuk terus aktif dterlibat dalam melaksanakan proyek keluarga.

Tips sukses:

  1. Terus bangun komunikasi produktif dengan keluarga untuk mendapatkna hasil proyek yang baik.
  2. Harus sabar dan telaten dalam kerja tim.
  3. Manajemen waktu yang baik dan terus ditingkatkan.
  4. Hargai setiap kesuksesan yang tercapai.

Semoga selalu istiqomah dalam menjalankan proyek keluarga dan tetep semangat, keep smile.

 

#Day7

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

PENGALAMAN HARI KE-6 (PROJECT FAMILY)

Bunda Sayang

Ibu Profesional

IIP

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

MasterMind untuk hari ini…..

Sukses apa hari ini?

  1. Bunda Menyapu bagian dapur
  2. Kakak membereskan tempat tidur dengan rapi dialnjut dengan menyiapkan buku-buku sekolah di tasnya
  3. Ayah mencuci piring di malam hari, alis tidak tepat waktu

Hari ini belum begitu menggembirakan untuk hasil proyek harian keluarga. Alasan yang pertama adalah kaki ayah kambuh lagi sakitnya, jadi belum bisa mengerjakan proyek keluarga dengan tepat waktu, kedua si kakak lagi agak ngambek sehingga tugas proyek belum seluruhnya dilakukan, ketiga ade’Bibie juga pas mudnya lagi tidak bagus…hehehe…lengkap dech. Jadi pagi tadi saya semuanya saya lakukan sendiri proyek itu, dan akhirnya juga terlambat bekerja so bikin emosi…hehehe…tapi saya ingat lagi kalau sekarang lagi latihan mengendalikan emosi…. Tapi yang terpenting sudah ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan walau tidak tepat waktu, saya tetep mengapresiasi mereka.

Sebagai apresiasi mereka, hari ini saya memasak makanan kesukaan mereka, yaitu sayur asem+ tahu tempe (ayah) dan telur puyuh bumbu kecap (kakak Cia dan De’Bibie). Mereka seneng sekali….semoga berikutnya mereka lebih semangat.

Hikmah dari kegiatan hari ini:

  1. Pentingnya menghargai waktu
  2. Mengapresiasi segala kerja keras seseorang itu sangat diperlukan untuk menambah semangat
  3. Kerja tim itu adalah solusi untuk bisa menyelesaikan suatu masalah.

Mau sukses apa besok???

  1. Kakak bisa menyapu lantai bagian tengah.
  2. Ayah bisa mencuci piring tepat waktu di pagi hari
  3. Memberi contoh de BIbie mebereskan mainannya sendiri di pagi hari.

Semoga kami diberi keistiqomahan dalam melaksanakan proyek dengan lancar.aamiin…keep spirit ayah, kakak, dan dek Bibie…

#day6

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

TANTANGAN HARI KE-5 (PROJECT FAMILY)

Assalamu’laikum Wr.Wb.

Hari ini akan saya sampaikan master Mind (MM) untuk project harian. Sesuai dengan rencana yang kita buat, kegiatan project harian dibagi menjadi beberapa bagian:

  1. Menyapu ruang tengah (Kakak) dan bagian depan dan belakang (bunda)
  2. Merapikan tempat tidur (kakak)
  3. Merapikan mainan (ade’Bibie)
  4. Mencuci piring (ayah)

Sukses apa hari ini?

  1. Tugas kakak terselesaikan dengan baik terutama merapikan tempat tidur
  2. Tugas bunda terlaksana dengan baik, tapi hanya bisa meyapu bagian belakang saja..hehehe…gak nutut waktunya.
  3. Tugas de’Bibie dapat terlaksana tapi hanya beberapa mainan saja, never mind de’Bibie
  4. Tugas ayah terlaksana dengan baik tapi tidak tepat waktu seperti yang direncanakan, seharusnya dilakukan pagi hari tapi bisa dilakukan malam hari, it’s OK.

Sukses apa esok hari?

  1. Semua tugas bisa terlaksana dengan baik.
  2. Manajemen waktu yang lebih  baik.
  3. Bangun lebih pagi lagi.

Tips agar lebih sukses:

  1. Patuhi jadwal yang telah disepakati.
  2. Melaksanakan tugas dengan penuh semangat dan ikhlas.
  3. Saling mengingatkan antar tim.
  4. diupayakan ada dokumentasi setiap kegiatan agar bisa digunakan untuk evalusi.
  5. Lakukan evaluasi setiap selesai kegiatan untuk memperbaiki kegiatan selanjutnya.

Semoga tetap istiqomah dalam menjalankan proyek keluarga harian, keep spirit and be happy.

 

#Level3

#10HariTantangan

#FamilyProject

#BunsayIIP

TANTANGAN HARI KE-4 (PROJECT FAMILY)

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Alhamdulillah…proyek keluarga pada hari ini dapat berjalan dengan lancar, hari ini merupakan proyek mingguan yang sudah kita rencanakan sejak 3 hari yang lalu ketika diskusi dalam family forum. Kakak yang paling semangat hari ini menjalankan tugasnya sebagai tukang beres-beres kamar tidur, dia memang paling jagonya kalau dalam hal bersih-bersih dan merapikan barang. Jempol empat dech buat kakak. Lalu ayah juga bersemangat walau awalnya masih disbukkan dengan tugasnya dari kantor, tapi setelah dipengaruhi oleh si kakak dan tentunya jubir rumah tangga yaitu saya hehehe,,,akhirya ikut gabung juga dengan kita. Kalau de’Bibie belum menjalankan perannya dengan maksimal sesuai dengan rencana awal. Awalnya dia kebagian bersih-bersih jendela kaca, tapi rupanya dia lebih tertarik membereskan mainannya sendiri walau hanya beberapa mainan saja. Bagi saya keikutsertaan de’Bibie itu sudah luar biasa dengan segala kekurangannya. Semoga de’Bibie semakin hebat dan hebat tiap harinya.

Oiya projek family kali ini kita beri nama dengan “Rumahku Indah”. Sesuai dengan nama yang kita usung, ada beberapa kegiatan dalam proyek itu:

  1. Menyapu rumah dan halaman depan & belakang (termasuk membereskan kamar).
  2. Mengepel lantai
  3. Membersihkan kaca jendela
  4. Menyiram bunga.
  5. Mencabut rumput liar di taman dan berburu ulat.
  6. Membersihkan kamar mandi dan WC.

Saya dan suami memang sejak menikah sudah sepakat untuk bagi tugas dalam urusan pekerjaan rumah tangga dan kita memanh sengaja tidak mempunya pembantu agar kita dapat merasakan benar bagaimana menjalankan rumah tangga seutuhnya dan berharap bisa memberi contoh kepada anak-anak kita. Nah, pengalaman 5 program di atas selalu saya lakukan sendiri, awalnya enjoy-enjoy aja….tapi lama kelamaan dengan bertambahnya kesibukan saya jadi capek sendiri. Akhirnya pada kesempatan ini saya jadikan proyek keluarga sehingga ada pembagian tugas yang jelas.

Ada beberapa hal yang kita rubah terkait proyek keluarga hari ini. Awalnya mencabut rumput dan berburu ulat itu kita jadwalkan di minggu depan, maka hari ini kita jadikan satu. Kenapa? mumpung ayah lagi moodnya bagus…wkwkwkwk. ..(nggak…cuma bercanda) .dan ada beberapa tugas yang berpindah, misalnya yang awalnya membersihkan jendela kaca adalah tuganya de’bibie, kali ini saya ambil alih karea dia belum berkenan, dia memilih membereskan mainannya. Kegiatan yang tidak terlaksana adalah membersihkan kamar mandi dan WC karena keburu-buru mau ikut lomba di kampung memperingati HUT RI yang ke-72. Kemudian kegiatan yang dilakukan  belum seluruhnya terdokumentasi, sibuk dengan tugasnya masing-masing..hehehhe…Kemudian setelah selesai mengerjakan proyek keluarga maka kita akhiri dengan sarapan bersama, menu sarapan pagi ini adalah rawon kesukaan suami dan kare ceker kesukaan kakak sebagai hadiahnya…hehehe…kalau de’Bibie cukup satu kotak susu milo.

Ini ayah sedang berburu ulat dan mencabut rumput liar di taman, kemudian foto disamping kanan adalah aktivitas kakak yang sedang membereskan tempat tidur…..seru ya….

Semoga proyrk keluarga ini tetap istiqomah di minggu depan, dan lebih displin lagi.aamin.

#Level3

#10HariTantangan

#ProjectFamily

#BunsayIIP

TANTANGAN HARI KE-3 (PROJECT FAMILY)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hari ini adalah hari weekend…saya dan suami libur kerja, kakak sekolahnya juga libur…hanya  de’Bibie yang masuk sekolah, rasanya ingin bersantai-santai…males2an……hehehe…tapi kita sudah komitmen menjalankan proyek keluarga harian yang dilakukan di waktu pagi. Setelah subuh saya langsung bergegas untuk segere menjalankan tugas proyek, saya ingin disiplin waktu sesuai dengan master mind yang kemaren saya buat. Saya menuju ruang tengah untuk membereskan mainan anak-anak yang berserakan, karena kemaren memang kebetulan banyak saudara yang bersilaturahim kesini, dan banyak ponakan kecil-kecil yang ikut, ya begitu dech…kalau sudah main serasa seruangan itu adalah dunia mainan milik mereka…hehehe.

Kulihat kakak masih beres-beres tempat tidur dan menata boneka-boneka kecilnya, ayah tidur lagi setelah shubuh, maklum karena kakinya masih sakit dan malemnya juga lembur tugas kantor. Akhirnya proyek keluarga yang jadwalnya pagi hari hanya kami lakukan berdua, saya dan kakak. Tetapi ayah juga gak mau kalah, ayah juga tetep menjalankan tugas proyeknya walau dilakukan di siang hari, ayah tetep semangat walau sakit, terimakasih ayah.

saking asiknya kakak beres-beres di kamar, tak terasa samapi saya melakukan semua tugas proyek termasuk tugas kakak menyapu bagian depan. Begitu kakak keluar kamar dia baru bertanya, “Bun…kapan bersih-bersihnya? mana bagian kakak?…kok sudah bersih ya?”. Bunda:”Oiya…saking semangatnya bunda…bunda lupa gan ngingetin kakak”. sebenarnya kakak agak kecewa karena kemaren malem dia sudah berjanji mau menjalankan proyek dan antusias banget.

Kakak hari ini juga semangat untuk mempersiapkan proyek mingguan esok hari, dia tanya melulu kapan kita bersih-bersih seluruh rumah…kapan kita ngepel…sunbhanallah…semoga besok bisa terlaksana dengan baik. aamin.

 

#LEvel3

#10HariTantangan

#ProjectFamily

#BunsayIIP

TANTANGAN HARI KE-2 (FAMILY PROJECT)

Assalamu’alaikum…

Rencana itu belum tentu sesuai dengan harapan yang diinginkan, seperti contohnya yang saya alami hari ini. kemaren ketika family forum, diskusi yang cukup panjang, dan memang semua bersemangat. Ayah, kakak dan saya begitu yakin akan bisa melaksanakan proyek keluarga terutama proyek harian pada saat family forum kemaren, tapi walhasil hasilnya nihil. Oleh karena itu hari ini saya buat master mind sebagai evaluasi kegiatan pada hari ini. proyek harian yang kita rencanakan adalah menyapu (bunda), menyiram bunga (kakak), dan mencuci piring (ayah).

Sukses apa hari ini dari proyek yang sudah direncanakan?

  1. Ayah sudah berhasil menyelesaikan tugasnya mencuci piring walau gak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yaitu pukul 05.30-06.00. Ketidaktepatan waktu itu karena ayah lagi kambuh kakinya bernanah dang bengkak.
  2. Tugas saya untuk mendapat bagian menyapu juga alhamdulilllah berhasil tapi belum 100%, hanya bisa menyapu bagian dapur saja…hehehe. bangunnya kurang pagi sehingga waktunya gak nutut.
  3. Untuk kakak harini belum bisa melaksanakan tugasnya karena masih dingin jadi gak berani kena air….hohoho..padahal kemaren kakak paling semangat menawarkan untuk diberi tugas menyiram bunga.

Ingin sukses apa besok dari proyek yang direncakan?

  1. Menjalankan tugas proyek dengan baik dan disiplin waktu.
  2. Dapat menjalankan tugas dengan ikhlas.
  3. istiqomah dalam menjalankan proyek keluarga.
  4. Kerja tim dalam menjalankan proyek

Tips sukses:

  1. Konsisten dengan rencana yang telah dibuat.
  2. Perangi kemalasan, fokus pada proses.
  3. Bangun terus komunikasi produktif dalam kerja tim.

Semoga proyek harian dapat berjalan dengan lancar, dan dimudahkan oleh Allah.aamin.

#Level3

#10HariTantangan

#FamilyProject

#BunsayIIP

 

TANTANGAN HARI KE-1 (MY FAMILIY PROJECT-BUNSAY IIP)

Assalamu’alaikum….

Beberapa hari ini saya agak bingung memikirkan tentang materi  proyek keluarga, apa sebenarnya itu? bagaimana cara memulainya? apa tujuannya? dan bla…bla…bla.. tentang proyek keluarga. Setelah sharing dan berdiskusi bersama teman-teman dan fasilitator dengan beberapa contoh dan amunisi yang diberikan…akhirnya baru ngeh sedikit tentang proyek keluarga. .

Nah…bermula dari family forum yang kami lakukan sore tadi dan berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya yaitu bersih-bersih rumah selalu saya lakukan sendiri baik menyapu, mengepel, menyiram bunga, taman dll. Akhirnya saya merasa capek sendiri dan kewalahan. Dari pengalaman itulah saya buat ide untuk berdiskusi di saat family forum. Awalnya saat saya tanya ke suami tentang proyek apa yang bisa kita lakukan di keluarga ini yang menarik, menyenangkan dan semua terlibat. Suamipun spontan menjawab: “Bagaimana kalau berbulu ulat bulu di Kebun?”. Sayapun langsung spontan berkata: “Apa yah? berbulu ulat? apa itu gak berbahaya untuk anak-anak? (maksudnya saya juga jijik…hehehe)”. Suami: “maksudnya berburu adalah kegiatan yang disitu ada proses memotong rumput, mencabut rumput yang tak berguna, dan membasmi ulat kalau ulatnya kelihatan. Kita nanti pakai pengaman, anak-anak yang bagian potong rumput, kita yang bagian membasmi ulatnya”. Setelah berdiskusi panjang dan si anak mbarep juga setuju, momennya juga pas untuk menyambut HUT kemerdekaan RI yang ke 72 maka kita putuskan proyek keluarga kita ada 2 jenis, yaitu proyek harian dan mingguan. Tema proyek keluarga pada kesempatan ini adalah “Rumahku Indah”. Pada hari ini kita buat programnya, jadwal pelaksanaan, sasaran, biaya kegiatan proyek (jika perlu) dan tujuan akhir kegiatan ini

Tahap persiapan

#Program proyek harian adalah membersihakan dan merapikan  rumah meliputi menyapu rumah, merapikan mainan, menyiram bunga, mencuci piring.

Waktu pelaksanaan: setiap hari pukul 05.30-06.00

Pembagian tugas:

  1. Menyapu: bunda
  2. Mencuvi piring: ayah
  3. Menyiram bunga: kakak Cia
  4. Merapikan mainan: adik Bibie
  5. Pemberi reward: bunda
  6. Dokumentasi: ayah

Sasaran: melatih kemandirian dan kerjasama.

Tujuan: meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan.

untuk proyek harian ini kita memberlakukan reward dan punishmant. untuk kakak rewardnya diberi stiker hello kitty, untuk ayah bunda rewardnya cium pipi kanan kiri…yee…yee. Punishmentnya tidak dibelikan kue semuanya di hari itu….hehehe.

#Program proyek mingguan: 1. Bersih-bersih rumah dan 2. Berburu ulat bulu di kebun rumah

  1. Bersih-bersih rumah meliputi: menyapu, mengepel lantai, membersihkan jendela, membersihkan kamar mandi dan WC

Waktu pelaksanaan: hari ahad, 13 Agustus 2017 pukul 06.00-08.00

Pembagian tugas:

– Menyapu bagian depan: kakak Cia, bagian tengah: bunda, bagian belakang: ayah.

– mengepel lantai: bagian depan dan belakang: kakak Cia, bagian tengah: bunda

– membersihkan jendela: kakak Cia dan de’Bibie

-membersihkan kamar mandi: bunda

– membersihkan WC: ayah

– dokumentasi: ayah dan bunda

-konsumsi: bunda dan kakak

Alat-alat yang dibutuhkan: sapu, pel-pelan, timba, sapu lidi, cikrak, sulak, tempat sampah, kresek, penggosok.

Bahan-bahan yang dibutuhkan: sabun pel, pewangi lantai.

Sasaran: melatih kemandirian dan kerjasama

Tujuan: meningkatkan kecintaan terhadap kebersihan

2. Berburu ulat di kebun rumah

Waktu pelaksanaan: hari sabtu, 19 Agustus 2017 pukul 08.00-10.00

Pembagian tugas:

– memotong rumput: kakak Cia dan bunda.

– nyemprot ulat: ayah

– dokumentasi: ayah dan bunda

-konsumsi: bunda dan kakak

Alat-alat yang dibutuhkan: gunting rumput, kresek, pisau, penyemprot baigon, cikrak, sapu lidi.

Bahan-bahan yang dibutuhkan: obat baigon.

sasaran: melatih kesabaran, kerja tim, cinta alam

Tujuan: meningkatkan kepekaan terhadap alam, peduli terhadap lingkungan.

Demikian beberapa persiapan yang kami lakukan untuk proyek keluarga kami, semoga dapat terlaksana dengan baik dan kerja kompak.aamiin.

#Level3

# Bunsay IIP

#10hariTantangan

#Proyekkeluarga

 

 

MATERI BUNDA SAYANG SESI#2 IIP BATCH#2

Senin, 10 Juli 2017

Fasilitator : Heny

KorLan : Yulia Ika

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?

Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.

 

Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

 

Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

 

Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?

 

Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.

 

Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita madih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

 

Apa saja tolok ukur kemandirian anak-anak?

 

☘Usia 1-3 tahun

Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.

Contoh :

✅Toilet Training

✅Makan sendiri

✅Berbicara jika memerlukan sesuatu

 

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th  adalah sbb :

👨‍👩‍👦‍👦 Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.

👨‍👩‍👦‍👦 Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.

👨‍👩‍👦‍👦Komitmen dan konsisten dengan aturan

 

Contoh:

Aturan berbicara :

Di rumah ini hanya yang berbicara baik-baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkannya.

 

Maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.

 

Aturan bermain:

Di rumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudaj tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain.

 

Maka tempatkanlah mainan-mainan dalam tempat yang mudah di ambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak-anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan di tempat B. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.

 

☘Anak usia 3-5 th

Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya

Contoh :

✅ Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.

✅Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

 

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :

👨‍👩‍👦‍👦Hargai keinginan anak-anak

👨‍👩‍👦‍👦Jangan buru-buru memberikan pertolongan

👨‍👩‍👦‍👦 Terima ketidaksempurnaan

👨‍👩‍👦‍👦 Hargai proses, jangan permasalahkan hasil

👨‍👩‍👦‍👦 Berbagi peran bersama anak

👨‍👩‍👦‍👦 Lakukan dengan proses bermain bersama anak

 

Contoh :

✅Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.

✅Apabila anda memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.

✅Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtus.Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.

 

☘Anak-anak usia sekolah

Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, mka saat anak-anak memasuki usia sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dari dalam dirinya tentang apa saja yang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupan ini.

 

⛔Kesalahan fatal orangtua di usia ini adalah terlalu fokus di tugas-tugas sekolah anak, seperti PR sekolah,les pelajaran dll. Sehingga kemandirian anak justru kadang mengalami penurunan dibandingkan usia sebelumnya.

 

🔑Kunci orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia sekolah

👨‍👩‍👦‍👦Jangan mudah iba dengan beban sekolah anak-anak sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orangtuanya

👨‍👩‍👦‍👦Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri

👨‍👩‍👦‍👦Percayakan manajemen waktu yang sudah dibuat oleh anak-anak.

👨‍👩‍👦‍👦Kenalkan kesepakatan, konsekuensi dan resiko

 

Contoh :

✅Perbanyak membuat permainan yang dibuatnya sendiri ( DIY = Do It Yourself)

✅Dibuatkan kamar sendiri, karena anak-anak yang mahir mengelola kamar tidurnya, akan menjadi pijakan awal kesuksesan ia dalam mengelola rumahnya kelak ketika dewasa.

 

☘Ketrampilan-ketrampilan dasar yang harus dilatihakan untuk anak-anak usia sekolah ini adalah sbb:

1⃣Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya

2⃣Ketrampilan Literasi

3⃣Mengurus diri sendiri

4⃣Berkomunikasi

5⃣Melayani

6⃣Menghasilkan makanan

7⃣Perjalanan Mandiri

8⃣Memakai teknologi

9⃣Transaksi keuangan

🔟Berkarya

 

☘3Hal yang diperlukan secara mutlak di orangtua dalam melatih kemandirian anak adalah :

1⃣Konsistensi

2⃣Motivasi

3⃣Teladan

 

Silakan tengok diri kita sendiri, apakah saat ini kita termasuk orangtua yang mandiri?

 

☘Dukungan-dukungan untuk melatih kemandirian anak

1⃣Rumah harus didesain untuk anak-anak

2⃣Membuat aturan bersama anak-anak

3⃣Konsisten dalam melakukan aturan

4⃣Kenalkan resiko pada anak

5⃣Berikan tanggung jawab sesuai usia anak

 

Ingat, kita tidak akan selamanya bersama anak-anak.Maka melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita

 

Salam,

 

 

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

 

Sumber bacaan:

 

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, gaza media, 2014

Septi Peni, Mendidik anak mandiri, pengalaman pribadi, wawancara

Aar Sumardiono, Ketrampilan dasar dalam mendidikan anak sukses dan bahagia, rumah inspirasi

 

 

Diskusi

 

  1. Andriyanti

1.bgm tips melatih kemandirian pd anak usia sekolah..kelas 3SD ?

saya tampilkan tabel kemandirian berdasarkan usia ya mba, silakan mba sesuaikan dgn usia ananda. Silakan diperhatikan apa saja y harus dilatih sesuai usia ananda d rumah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.bgm cara bernegosiasi yg efektif dg anak dlm rangka melatih kemandirian nya?

Mba andri bisa diskusi dgn ananda mengenai apa itu kemandirian, apa saja y harus ananda bisa lakukan sendiri, dan sampaikan harapan mba thdp ananda mengenai mengapa ananda harus belajar mandiri, sampaikan andai orang tua tidak dapat mendampingi ananda lagi, ananda sudah siap dan mampu mandiri.lalu bisa sama2 melihat tabel target kemandirian berdasarkan usia, diskusikan mana y akan dilatih bersama ananda diawal, lalu lakukan.. lakukan..lakukan…

 

3.utk kesalahan fatal dlm hal melatih kemandirian ini sering dialami ortu ….bgm tips/ cara spy bisa lebih “TEGA” ?

TEGA(s) ini tentunya harus dimulai dgn aturan yg jelas, apa saja yg harus dilakukan apa tujuannya, setelah sama2 memahami, boleh juga membuat sistem reward n punishment.

Dan lalukan dgn konsisten dan komitmen

 

 

  1. Artit Meita

Assalamualaikum,

“Kakak adalah contoh figur bagi adik – adiknya.  Beri contoh baik pada kakak dan kan kau dapati adik – adiknya mengikuti kebaikannya”.

Saya menulis kata-kata tersebut diblog, sejatinya kakak adalah role model adik2nya. Tapi terkadang keadaan dilapangan berbeda sesuai mood, si kakak (7y) mandiri mengembalikan mainan setelah bermain tapi terkadang membuat si adek (3y) lebih santai dan cenderung mengandalkan si kakak. Bagaimana agar kakak dan adik bisa sejalan kemandiriannya dan adik tidak terus mengandalkan si kakak. Terimakasih

 

mba Artit, ananda memiliki rentang usia berbeda dan cukup jauh, mba bisa melihat apa saja kemandirian yg harus dicapai ssuai tahap usia ananda, dan menyesuaikan dgn kondisi ananda dirumah, lalu mulai berlatih kemandirian berdasar usia dan kondisi masing-masing ananda

 

  1. Ayunda
  2. Gmn cara mengatasi anak yg sdng tantrum dgn cara menangis meronta2 saat menginginkan sesuatu yg tidak disetujui oleh orang tua?

Anak itu paling pintar membaca situasi, saat keinginannya tidak diikuti, senjata paling ampuh adalah dgn membuat orang tua gusar, merasa malu dgn sekitar, penat dsb. Salah satu nya dgn cara menangis meronta.

Saran saya, jika ananda seperti, biarkan saja, sampaikan bahwa ananda boleh mengeluarkan perasaan kesal, marahnya, dan jika sudah puas menangis, kita akan membicarakan nya.

Awasi saja dr jarak tertentu, pastikan ananda dlm kondisi aman.

 

  1. Bagaimana melatih kemandirian anak usia 1-3th. Apa sebatas memberikan pemahaman terus menerus tentang kemandirian yg ingin kita latih

Silakan melihat tabel kemandirian berdasarkan rentang usia nya ya mba, lalu lakukan latihan kemandirian tsb.

 

  1. Bagaimana jika terjadi pada anak yg rasa ingin tahunya tinggi pada usia 1-3th tentang smua aktivitas yg dilakukan org tua ato org2 disekitarnya. Maka qta org tua apa membiarkannya mengeksplor keingintahuannya atau kita harus membuat aturan dan perjanjian pada anak mana yang boleh dan tidak dilakukan? Tapi jika aturan yang dibuat tetapi anak tidak merasa puas bagaimana?

 

Selama itu positif mengapa tidak? Mengenai tingkat kepuasan thdp aturan, kembali ke tujuan dibuat aturan, maka berpegang saja di koridor tsb. Toh kita pribadi pun sering tidak puas thdp peraturan-peraturan yg ada, namun jika untuk kebaikan, maka tunduk adalah hal terbaik bukan?

 

 

  1. Apa menyekolahkan anak sedini mgkn dapat mempercepat proses kemandirian anak?

 

Latihan kemandirian yg paling efektif dan terbaik adalah dirumah dengan guru utama dan terbaik nya, yaitu orang tua.

Jangan mengandalkan pihak ketiga untuk melatih hal-hal yg akan dijadikan bekal ananda kelak saat kita tidak dapat mendampingi nya lagi ✅

 

  1. Kholilatul Wardani

Assalamualaikum,

  1. pada Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th salah satu contoh membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri. dalam proses latihan ini apakah sama sekali tidak boleh anak berlatih sendiri? untuk mengajari biasanya memang membersamai, akan tetai dalam stepnya terkadang saya juga membiarkan anak saya untuk berlatih sendiri, contoh makan, proses awal2 saya temani, ajari, arahkan, semakin dia menunjukkan progress, saya berusaha memberikan waktu anak sendiri tanpa di awasi untuk kegiatan yang sedang dia pelajari, karena saya ingin melatihnya tidak selalu saya ada di sampingnya untuk mengajarkan. bagaimana dengan kondidi seperti ini ( belum 100% full bisa sendiri, tapi saya berikan waktu untuk latihan sendiri)

terkadang juga tidak di set untuk latihan makan misal, tapi dia melakukan sendiri, karena tempat makan yang bisa dia jangkau sendiri)

*memang berbeda dengan saat membersamai, saya bisa tau kekreatifitasan anak saya, saat ada masalah yang muncul dalam latihan, saya berikan waktu sendiri mungkin kalau secara ketercapaian di atas 60%)

 

Diawal pelatihan ananda memang harus dibersamai, kita jelaskan dan contohkan caranya, dan seiring anak y makin mahir, tidak mengapa dibiarkan sendiri. Biarkan ananda bereksplorasi kemampuan baru nya.

 

 

  1. disampaikan bahwa jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya. (pada contoh aturan bermain) ;
  2. apakah pada usia 1-3 ini kita full menjadi peran teman?
  3. apabila tidak kapan kita berperan jadi ortu dan kapan jadi teman?
  4. bagaimana agar peran kita terampaikan dengan baik, misal saat kita menasehati berperan jadi ortu, anak malah menghiraukan karena dianggap teman, dan pada saat kita menjadi teman, anak kurang terbuka karena menganggap kita dalam peran ortu?
  5. apa saja peran ortu untuk anak usia 1-3 tahun?

 

Saya pribadi lebih memilih tetap berperan menjadi orang tua namun bisa dijadikan teman terbaik bagi ananda untuk bercerita semua hal yg ditemui nya, baik sedih, senang, marah dsb

  1. terkait pernyataan ‘jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.’

dalam kondisi ini saya berusaha menjelaskan ke anak saya bahwa “anak shalih harus ngomong, kalau nangis bunda gak ngerti”seringnya metode ini berhasil, akan tetapi ada case2 tertentu yang saya tidak memahami apa yang dia inginkan..lalu step saya ” anak shalih..bilang sama allah ya nak, bunda gak ngerti anak shalih mau apa?biar allah dengan caranya yan menunjukkan apa yang anak shalih inginkan”. Untuk step seperti ini saya tidak mengetahui jawaban secara langsung, tapi alhamdulillah biasanya dengan cara Allah dimudahkan.

yang saya tanyakan untuk step ke 2 yang saya ceritakan di atas, terkadang jngka waktu dalam menemukan jawaban yang anak inginkan kan beda, dengan kondisi dia tetap menangis.

  1. step apa yang harus dilakukan oleh ibu agar dalam kondisi seperti ini tetap mampu memanage emosi,

Keren mba Dhani, ananda sudah diajarkan memahami menyampaikan apa y diinginkan dgn baik 👍🏻👍🏻👍🏻

Memberi ruang antara ibu dan ananda sesaat bisa jd sarana untuk memanage emosi, banyak istighfar dan mendoakan ananda yg terbaik.

Supaya tidak keluar kalimat-kalimat yg tidak diinginkan boleh juga gigit lidah, agar otak memiliki waktu mencerna.

 

  1. step apa agar ibu selalu menemukan second opinion, tidak mentok, sampai menemukan keinginan anak

. Bagaimana dgn membiarkan ananda menuntaskan emosi yg tidak nyaman nya terlebih dahulu sampai ananda siap untuk menyelesaikan apa yg diinginkan nya?

 

  1. bagaimana mengatasi kondisi pola pendidikan yang berbeda dengan orang tua kita, contoh, saat anak menangis karena sesuatu hal, kita berusaha menjelaskan dan kemudian mengalihkan perhatian ke hal lain; dalam proses menjelaskan ortu sudah mengambil dan seolah mengiyakan permintaan dengan janji2) bersama ortu seminggu sekali (ke anak kita belajar dan tidak pernah membohongi dengan janji2 yang tidak dilakukan) ; juga telah berusaha sounding ke ortu, tapi terkadang hal yang sama di lakukan; padahal saat di menangis kita ingin menuntaskan perasaannya itu, dengan penjelasan bukan dengan metode pengalihan yang seperti itu.

 

Selalu sampai kan dan komunikasi kan ke orang tua perihal cara kita menghadapi ananda, sampai kan dgn cara paling sederhana y paling mudah dimengerti orang tua kita.

Kepada ananda pun selalu tanamkan nilai-nilai yg kita pegang, shg pertemuan sesaat dgn Kakek neneknya tidak menjadikan ananda menghadapi dualisme aturan yg membingungkan

 

  1. kalau ke diri saya, saya berusaha untuk tetap tidak memarahi, berkata kasar atau nada tinggi, bagaimana dengan menjelaskan ke orang di sekitar saya untuk berlaku hal yang sama, karena saya suka sedih kalau liat anak dimarah2 dan di bentak2, karena ketidakpahaman orang tua) terkadang juga saya mau kasih tau tapi responnya, saya aja gak tau sikap anaknya, kalau ga digituin gak akan berhenti. bagaimana yg seharusnya saya lakukan (jadi baper soalnya)

 

Bagaimana dengan keteladanan mba ? Kita lakukan y terbaik yg bisa kita lakukan, biarkan orang disekitar melihat hasilnya, lalu membangun ketertarikan untuk belajar dan melakukan hal yg sama dgn y kita lakukan.

 

  1. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan (kerelaan anak).
  2. Sampai tahap mana kita melatih menerapkan aturan ke anak kita tentang suatu aturan?

 

Mba Dhani akan melakukan sampai tahap mana kira2 thdp ananda?

 

  1. indikator apa saya yang bisa kita lihat bahwa anak2 sendirilah yang rela menjalankan aturan tersebut

 

Tentunya mba Dhani bisa melihat ditahap mana ananda melakukan krn terpaksa dgn ananda melakukan krn terbiasa?

 

  1. bagaimana membedakan anak2 yang memilih sendiri untuk menjalani dengan aturan, atau terpaksa menjalani aturan, (untuk usia 1-3 ; 3-5; usia sekolah) karena banyak kta lihat di kondisi sekarang, bahwa anak2 usia sekolah hanya sekedar menjalani aturan tapi karena terpaksa bukan karena kesadaran.

 

Amati saja, pasti akan terlihat mana y berdasar kesadaran mana y terpaksa.

 

  1. apakah anak usia 1-3 tahun bisa memiliki perasaan terpaksa?pada usia berapa perasaan terpaksa itu muncul?

 

Seperti nya rasa terpaksa itu mutlak dimiliki setiap orang saat mesti berhadapan dgn tgg jawab ya mba, mgkn y bisa kita lakukan adalah memberikan pemahaman dan proses yg menyenangkan thdp ananda. Misal nya usia 3-5 tahun, ananda harus mulai berlatih membereskan mainannya sendiri, mencuci baju sndiri, piring sendiri dll. Kita kira ananda akan sangat keberatan dan terpaksa, namun percayalah anak usia ini sangat suka bermain dgn air, sehingga mencuci alih-alih dirasa sbgi tgg jawab dan dilakukan dgn terpaksa justru menjadi hal y sangat menyenangkan

 

  1. pada point Terima ketidaksempurnaan, tips2 apa bagi para bunda agar lebih mudah dalam menerima ketidaksempurnaan?misal tidak menyukai hal yag disukai anak lain.

 

Dengan menurunkan standar penerimaan kita. Sehingga kita akan menerima ketidak sempurnaan tsb.

 

  1. dalam melatih kemandirian anak, kapan indikator apa yang bisa kita lihat bahwa anak siap untuk dilatih mandiri?berdasarkan apa?karena kalau berdasarkan referensi kan secara umum, terkadang anak kita bisa sama, bisa juga berbed dari ref yang ada. Misal terkait memegang sendiri benda tajam; dari referensi usia 4-5; akan tetapi anak bisa saja sebelum itu, pertanyaan saya, indikator apa yang menunjukkan bahwa anak ini sudah siap untuk dilatih mandiri, sama sepert baca tulis dkk (terkadang ada statement terlalu dini dkk; oleh karena itu butuh indikator jelas yang menggambarkan kesiapan)

 

Amati saja mba, tentu orang tua yg selalu ada didekatnya, memahami sejauh mana ananda siap dilatih kemandirian nya

 

  1. anak saya usia 21m; sudah mulai lancar naik turun tangga sendiri, saat mau dibantu untuk dipegangi, sering menolak, karena dia bilang “bunda..anak shalih aja” kalau tidak berbahaya saya biarkan untuk pengawasan saja ; tapi untuk kondisi tertentu yang bahaya, dia tidak mau, bagaimana menjelaskan pada anak, agar dia memahami, tanpa mencederai perasaan belajarnya yang tinggi.

 

Selama ananda dlm kondisi aman, tidak membahayakan diri dan juga orang disekitar nya biarkan bereksplorasi, namun sekiranya dpt membahayakan, sampaikan saja dgn bahasa y lugas. Insyaallah anak akan memahami nya.

 

  1. Ridla

Assalamualaikum, saya Ridla, ibu dari 2 anak lelaki (4th dan 3th)

  1. Umur brp sebaiknya anak mulai tidur sendiri di kamar sendiri?

 

Saya pernah membaca, ananda sudah boleh belajar tidur sendiri diusia 3 tahun. Krn diusia ini ananda sudah terlepas dr kebutuhan akan ASI dr ibu nya.

Untuk prosesnya, saya baca dr buku melatih kemandirian Abah Ihsan, ananda Diusia 3-4 tahun, pisahkan tempat tidur, namun masih tetap dalam satu kamar, lakukan ini selama 1 tahun agar ananda merasa ” ah ternyata tidak apa2 tidur sendiri”

Barulah pada usia 4-5 tahun pisahkan kamar ananda, dan temani sampai ananda tertidur dikamarnya. Lakukan selama 1 tahun

Setelah satu tahun, 5-6 tahun, dimana tahap 1 dan 2 sdh terlewati barulah Ananda siap untuk tidur dikamar sendiri tanpa ditemani.

 

  1. Efektif kah jika saya mengajarkan kemandirian kepada anak², tp saya sendiri sehari-hari dibantu ART?

Sampaikan saja pada ananda, bahwa ibu membutuhkan art untuk melakukan pekerjaan yg tidak bisa ibu lakukan sendiri, untuk membantu ibu. Untuk hal-hal yg harus ibu lakukan sendiri, ibu akan lakukan.

Dan latih ananda untuk mengerjakan sendiri apa yg menjadi kewajiban nya sndiri.

 

  1. Selama ini, saya mengajarkan kemandirian ke anak² hanya sebatas apa yg saya kerjakan sendiri juga, seperti memasak, mengatur baju di lemari, dll. Sedangkan pekerjaan ART (seperti mencuci baju, menyetrika baju) tidak saya ajarkan kepada anak². Menurut bunda Heny, salahkah saya? Atau lebih baik saya tetap ajarkan saja kepada mereka?

 

Menurut saya tidak mengapa diajarkan, dilatih, dan dibiasakan. Krn ananda tidak akan selamanya bersama kita, pada saatnya ananda harus sdh siap mandiri kapan pun.

 

Tanya satu lagi, anak sy dua lelaki, usia 4th dan 3 th, nantinya sy berniat membuat satu kamar untuk mereka, menurut bunda Heny, gpp satu kamar?  Kasur terpisah atau satu kasur ya?

 

Jika memungkinkan pisahkan kasurnya, jika tidak memungkinkan tidak mengapa satu kasur, namun pisahkan bantal dan selimutnya.

 

  1. Dila
  2. Apa yg bisa kita lakukan mengenai melatih kemandirian pada anak bila anak berusia di bawah 1 tahun?

 

Untuk usia 0-12 bulan, salah satu cara mengajarkan kemandirian dengan menyampaikan pesan-pesan positif, misalnya “wah adek mau pipis ya? Bilang ibu, aku mau pipis. Pintar! Sudah? Yuk, kita bersihkan” atau “waktu nya mandi sayang, yuk lepas baju, mulai dari tangan kiri ya, terus tangan kanan. Hebat! Anak ibu memang pintar”

(Bunda sayang : 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak,  2013)

 

Sedang usia 1-3 tahun, ananda dapat diajarkan untuk mengontrol diri. Sehingga dapat mengenali tanda-tanda rubuh untuk dpt memahami kebutuhan nyA, misal nya saat lapar ananda belajar mengutarakan rasa laparnya, ketika ingin berkemih, ananda  dapat sampaikan keinginan nya tsb.

Selaim itu ananda juga sdg bisa dilatih utnuk makan minum sendiri, memilih baju dan berpakaian, serta utamanya adalah proses menyapih saat usia dua tahun keatas.

 

  1. Misalkan seorang ibu bekerja menitipkan anaknya pada ibunya saat bekerja. (Umur anak 3-5th). Pada saat anak ingin ikut menyetrika dilarang. Memegang strikanya saja tidak diperbolehkan. Si anak mau membantu masak dan sebagainya tidak diperbolehkan karena menurut nenek berbahaya bagi si anak.
  2. Apa dampaknya bagi anak yang diperlakukan seperti itu?
  3. Bagaimana jika kita sebagai orangtua memiliki kondisi seperti itu?

 

Sebelum nya kita mesti lihat dulu usia ananda direntang usia berapa untuk siap thdp latihan kemandirian yg harus dijalaninya.

Sampaikan kepada orang tua mengenai skill kemandirian apa y harus dimiliki  ananda, apa manfaatnya bagi nya kelak, lakukan komunikasi produktif thdp orang tua yg dititipi.

Lakukan jg komunikasi thdp ananda mengenai hal tsb

 

 

  1. Ratih

🎀 Usia 12bln ke atas itu menguji kesabaran, gemes banget utk anak yg suka dg semua barang di makan😥 Bagaimana sikap kita?

 

usia ananda 12 bulan memang sangat menggemaskan yaa 😍😍

Lakukan reframing terlebih dulu dibenak kita, bahwa usia 12 bulan merupakan fase oral, dimana ananda suka sekali bereksplorasi memakan semua y ditemuinya.

Berikan pengertian, dan pastikan semua y disekitar jangkauan nya cukup bersih shg saat ananda kembali bereksplorasi dlm kondisi aman

 

🎀 melatih anak mandiri, bagaimana kalo anak kita di titipkan kapan wkt yg kira2 pas utk melatih?

Klo boleh tau dititipkan dimanakah mba?

 

 

  1. Rindang
  2. Bagaimana jika sudah usia lebih dari 7 tahun anak belum mandiri, karena proses kemandirian yang hilang atau belum dilakukan pada usia-usia sebelumnya? Bagaimana mengejarnya?

 

Mendidik anak itu bukan seperti lari seperti sprint, tapi seperti lari marathon, perjalanan panjang. Krn itu untuk y belum tercapai, tidak usah menjadi sbgi penyesalan, tp jdikan motivasi untuk memperbaiki jika ada y harus diperbaiki.

Mulai berlatih dr y paling harus diprioritaskan ananda, lakukan lakukan dan lakukan. Tetap semangat yaa mba

 

  1. Untuk keterampilan dasar yg harus diberikan adakah tahapan pembelajarannya berdasarkan usia?

Sudah ada ditabel diatas ya mba ✅

 

  1. Puteri Ayu

 

  1. Bagaimana menyikapi anak yg ngambeg. Yg awalnya mau mandiri lama2 jadi malas. Klo d kasih tau tutup telinga. Ini yg usia 5 thn

 

Tega(s) menegakkan peraturan sesuai yg disepakati bersama antara ananda dan orang tua memang tidak mudah. Jika anak ngambek, biarkan saja sampai ananda tenang, lalu lakukan dialog2 membangun, ingat komprod, bukan mencari kesalaham, tp menemukan solusi.

 

  1. Bagaimana cara mendisiplinkan anak usia 20 m yg blm d ajak d siplin bermain (semaunya sendiri)

Ajarkan dgn pesan-pesan positif terlebih dahulu, beri pujian, dan beri reward, misalnya dgn bermain papan bintang. Jika ananda berhasil melakukan a makan akan diberi stiker bintang yg ditempel di papa bintang milik nya ✅

Skip to toolbar