This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Tantangan Hari ke-10 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiiiim….

Alhamdulillah tiba saatnya memasuki tangan yang terakhir kuliah bunsay IIP level ke-1, semoga semakin semangat dan istiqomah. Aamiiin. Hari ini kebetulan hari weekend, jadi semuanya kumpul di rumah dan hari ini kita gak ada agenda keluar rumah, kita isi hari libur ini dengan membersihkan rumah: ngepel lantai, membersihkan kamar mandi dan WC, merapikan buku yang berantakan di almari. Kakak dan ade’ lagi asyik bermain ular tangga ketika saya lagi sibuk mengerjakan tugas kerumahtanggaan, bersyukur mereka tidak menonton TV. Setelah itu si kakak maen gunting-gunting gambar di buku dan menempelnya di dinding almari, yaa…itu kegemaran kakak ketika di hari libur. Nah, pada saat itu saya mulai praktikkan KISS, “Kakak…nantio kalau sudah selesai…sisa-sisa kertas dibuang di sampah ya…”, Kakak: “Iya bun….”. Alhamdulillah…Ternyata benar setelah selesai mengunting dan menempel si kakak membuang sisa-sisa guntingan ke tempat sampah. Kemudian saya lanjutkan dengan perintah berikutnya: “Setelah itu kembalikan gunting dan doble tip ke almari ya….”. Singkat dan jelas tidak berbelit-belit justru membuat anak-anak dapat melaksanakan perintah itu dengan baik.

Ada yang menarik ketika kakak dan adek bermain ular tangga, mereka pada saat mulai berebut dadu maka terjadilah pertengkaran. Disitulah saya mencoba menggunakan komprod dengan intonasi ramah, kalau tidak maka akan menambah bara api…heheheh…: “de’Bibie mau bermain  bareng?” pintaku dengan muka tersenyum. “Gak mau…ini…itu….” kata de’Bibie.”Emm…De’Bibie maunya apa?” jawab saya, lalu dia sambil menunjuk tangga ular dan berbicara dengan ala dia, yang maksudnya adalah dia ingin bermain dadu duluan (menurut pemahaman saya). Ternyata benar setelah dadu itu dikasihkan, dia mulai tersenyum dan mau gantian main. Alhamdulillah….

Sambil kakak menunggu adzan dzuhur untuk berbuka, saya menyempatkan bermian bersama dengan kakak dengan permainan bersama yaitu ular tangga. Di  dalam permainan ular tangga itu ada pelajaran bermakna, karena ular tangga itu memiliki tema” Ular Tangga anak Sholeh”, di dalamnnya ada gambar neraka dan Surga, ada perbuatan baik dan buruk. Jadi misalnya pas kena kotak yang beramal baik maka naik tangga bertemu Allah, kalau pas kena kotak perbuatan buruk misalnya menyembah berhala maka akan turun tangga ke neraka. Nah, disinilah saya sambil memasukkan pelajaran tentang akhlak baik dan buruk sehingga selain bermain ada bonus pelajaran moral di dalamnya. Alhamdulillaah…

Seperti biasa setiap sore kami mengisi dengan family forum, ngobrol ringan tentang apa saja pengalaman aktifitas di pagi dan siang hari. Bermain dan nonton bersama film kartun sambil bercerita. Alhamdulillaah…Semoga selalu istiqomah dan tetap semangat.Amin

#level1

#day10

#Tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Tantangan Hari Ke-9 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmtadanirrohiiiiiim….

Alhamdulillah sekarang sudah memasuki hari ke-15 puasa Romadlon, semoga tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah di bulan ini.AAmiiin. Hari ini cukup menyenangkan bagi kakak karena apa yang dia inginkan untuk berenang akhirnya terwujud setelah beberapa bulan tak pernah berenang.

Hari Sabtu dan Ahad adalah hari yang tidak menyenangkan bagi kakak karena dia tidak bisa bermain dengan teman-temannya. Walaupun di rumah juga ada teman yaitu de’Bibie tapai kakak tetap merasa tidak menyanangkan karena si adek suka gangguin kakaknya kalau lagi bermain (bikin kacau).  Tadi pagi setelah shubuh kakak tidur lagi, dan sesui dengan praduga saya bahwa kakak akan marah-marah habis bangun, dan benar kakak bangun dan mencari-cari saya marah-marah tidak jelas. Saya berusaha mendengarkan apa yang dia omelkan sebagai bentuk empati saya terhadap apa yang dia rasakan. dan biasanya saya yang selalu disalahin. Setelah kakak selesai ngomelnya saya pun meresponnya: “OO…gitu?? ” kakak menjawab: “Iya…(bla…bla…bla)”, saya: “Sedih ya kak….kakak lagi bosen ya?, kakak: “iya…kakak ingin jalan-jalan…”, saya: ” OO…kakak ingin jalan-jalan kemana?”…kakak: “Ingin jalan-jalan berenang”. “Tapi kakak kan puasa…kakak kuat panas-panas di jalan”. kakak: “Kuat kok bunda…tambah semangat kakak kalau jalan-jalan dan laparnya hilang, kalau kakak diam aja di rumah jadi bosan, terus tambah lapar, bunda sih gak ngajak bermain”, “OO..gitu ya? terus…terus…”. Kakak:” sudah bun…sekarang kakak mau bantuin bunda, boleh kan?. Saya: “Boleh donk, bunda seneng banget kalau mau bantuin”. Suasana jadi begitu chair dan menyenangkan.

Setelah selesai setrika, menyapu lantai, mandi dll, saya dan kakak berangkat ke tempat renang. ya kami memang cuma berdua (saya dan kakak)karena saya ingin me time bersama kakak agar bonding saya dengan kakak lebih kuat. Sambil bermain di play gound kakak bercerita santai tentang pengalamannya ketika dia berenang bersama-sama dengan temannya di tempat itu, sesekali saya selipi bercanda dan foto selfi dengan kakak, kadang kita gantian saling memfoto. Ternyata kakak punya bakat fotografer, jepretan yang dia ambil ternyata bagus dan tepat. Alhamdulillah…

Oiya…kemaren sore kita melakukan family forum sebagai agenda kita di sore hari sambil menunggu waktu buka puasa, di Family forum biasanya kita mengobrol tentang aktifitas hari itu, pegalaman-pengalamn menarik di hari itu bahkan keruwetan-keruwetan di hari itu. Di family forum itu kami sisipkan sedikit tantang puasa kepada si kakak, kenapa harus puasa, kenapa harus sabar, dll agar family forum itu juga memiliki makna yang lebih tidak sekedar ngobrol-ngobrol yang kesana kemari.

Demikian uirain tentang pengelaman tantangan kami di hari ke-9 ini. Semoga semakin istiqomah dan semangat dalam berlatih untuk komunikasi produktif. AAmiiin. Never give up.

#level1

#day9

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Tantangan Hari Ke-8 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiiim…

Kemaren sore setelah pulang dari kantor, dan setiba di depan rumah saya disambut oleh ana-anak di depan pintu…”Horeeee…bunda datang…” kata mereka, mereka pun satu persatu salim dan cium sayang ke saya. Kemudian kakak cerita-cerita pengelaman serunya bermain bersama teman-temannya di TPA dan kemudian menunjukkan hasil karya, LKS, jurnal, dan peralatan tulis dari sekolah. Pada saat kakak menunjukkan alat tulis berupa spidol ternyata de’Bibie mengincar spidol dan dia berusaha untuk meminjam spidol dan merebutnya. Nah, disitulah mulai terjadi pertengakaran….kakak gak mau minjami dan de’bibie berusaha merebut dan memukul…walhasil akhirnya si kakak menangis sambil marah-marah ke adek karena kakak dipukul sama adek. Kakak akhirnya berjalan menuju ke saya dan duduk dipangkuan saya sambil menangis, “Cup…cup..nak…yang sabar ya?”Saya berusaha menenangkannya. Tapi tetap saja kakak ngomel-ngomel tidak terima dengan perlakuan sam si adek. saya berusaha diam dan menunjukkan empati ke kakak sambil mengelus-elus punggungnya. “OO…gitu?”tanya saya, kakak merasa kalau saya mendengarkan omelannya, dia sdikit lega taetapi tetap lanjut ngomelnya. ” Terus kak…” lanjut lagi…”O…terus?, sampe berkali-kali tentunya dengan jeda mendengarkan omelannya. Akhirnya setelah selesai mengunkapkan perasaannya, saya ganti yang ngomong: “OO..gitu…terus enaknya gimana kak?”, si kakak dengan lega memberikan penjelasan mengenai apa yang dia inginkan…dan akhirnya tersenyum manis dech…dan sudah selesai permasalahan. Si adek juga tidak marah lagi setelah ditangani si ayah.

Kami biasanya kalau anak-anak lagi bertengakar, kita bagi tugas untuk menyelesaikan pertengakaran, kakak biasanya saya yang megang dan adek dipegang ayah (dipegang maksdunya ditangani). Alhamdulillah suami banyak berperan akhir-akhir ini selama saya berlatih komunikasi produktif. Nular kali ya…hhehehehe..Akhirnya suasana menjadi chair kembali, kakak dan adek juga baikan lagi, Alhamdulillah…

Selanjutnya kita memulai family forum di sore hari sambil ngabuburit. kakak minta dibacain buku cerita sedangkan adek minta main game bersama ayah, cucok dech mereka berdua suka banget ngegame…tentunya yang mendidik ya gamenya. Sebelumnya saya awali dengan ngobrol ringan bersama suami mendiskusikan apa saja kegiatan di hari itu, sedikit-sedikit ngobrol tentang recana mudik dsb.

Alhamdulillah semakin hari..komunikasi produktif menjadi terbiasa walau kadang sedikit ada yang lupa. Semoga selalu istiqomah untuk berlatih…berlatih…berlatih teris. aamiin.

 

#level1

#Day8

#Tantangan10hari

#Komunikasiproduktif

#kuliahbinsayiip

Tantangan Hari Ke-7 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiim….

Alhmadulilllah segala puji Allah SWT. sampai saat ini saya masih diberi kesehatan dan ekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dan menjalankan segala aktifitas baik di rumah maupun di Laboratorium. Dalam berlatih komunikasi produktif memang butuh kesabaran dan keistiqomahan, bila tidak maka hasilnya tidak maksimal dan cenderung berputus asa. Hampir saja hari ini saya tidak tahan menahan amarah dan ngomel-ngomel ke kakak (Cia), lagi-lagi saya menaraik nafas panjang agar tidak sampek marah dan sesekali satya beristighfar.

Mulai tadi pagi kakak mudnya lagi gak bagus gara-gara saya tidak bisa mengambil rapot di sekolah pagi hari seperti yang lain karena saya ada jadwal mengawas ujian mahasiswa S1, adaaaa saja yang diomelin kakak ke saya…yang minta dibelikan susulah, minta jalan-jalan lah, gak mau pake baju sendiri dan bla..bla..bla…pokoknya criwisnya kakak keluar semua…hehehe..saya berusaha untuk diam dan tenang..saya ajak bicara kakak dengan tenang, “Kakak…bunda sudah SMS Bu Guru (B.Is) kalau bunda datang telat ngambil rapot, dan bu Guru mengizinkan…”. Kakak merespon: ” Lha tapi kan malu…terlambat”. Saya: “Ooo..kakak malu? tapi Bu guru kan sudah mengizinkan? Jadi menurut kakak gimana?”. Mencoab menerapkan KISS, jadi tidak terburu-buru memberikan penjelasan yang banyak biar gak bingung kakak sambil melatih kakak untuk menyelesaikan masalah. Lalu si kakak mulai berfikir. Disitulah kakak mulai bisa tenang walau agak sedikit cemberut, tapi minimal saya melaksanakan solusi yang diberikan kakak agar ada kepercayaan padanya.

Setelah tiba di sekolah, saya segera menghampiri kakak di TPA yang sedang bermain dengan teman-teman, dengan melambaikan tangan dan mata berbinar-binar saya menghampiri dia, “Kakak jadi ikut bunda ngambil rapot???”. Kakak menjawab: “Gak jadi wes…bunda saja..tadi pagi kakak cemberut soalnya belum ada teman…sekarang sudah ada teman…”, ” OO..oke dech…selamat bermain ya…?” Jawab saya. Ternyata tadi pagi ngomel bukan karena saya ambil rapot telat tetapi rupanya dia bosen butuh teman bermain, dari sini saya tau bahwa kakak tidak suka aktifitas monoton, suka bermain dengan teman sebayanya. Jadi,  saya harus banyak memberikan waktu untuk bermain dengan kakak sehingga dia tidak bosan di rumah.

Alhamdulillah, kemaren sore saya sudah mulai family forum lagi, selepas pulang dari kantor sambil tidur-tiduran bersama anak-anak dan suami ngobrol bareng, sesekali menemani ade’Bibi bermain game huruf dan angka yang seru banget. Setelah itu juga mendengarkan pengemalan kakak yang baru saja berkunjung ke Panti Asuhan. Si kakak bercerita dengan sangat antusias dan ayahpun meresponnya dengan memberikan pujian. Kemudian mendengarkan  ayah ngobrolin tentang tugas proposal tesisnya, kami berbincang dengan santai dan saling tukar pikiran…Yaa…rasanya sore itu menjadi chaiiir banget suasananya sambil ngabuburit. Semoga family forum tetap selalu ada di sore hari.

Tantangan komunikasi produktif ini membuat kami menjadi terbiasa untuk selalu berbenah dab berbenah. Terimaksih IIP. Tetap Semangat ya…

#level1

#Day7

#Tantangan10hari

#KomunikasiProduktif

#Kuliahbunsayiip

 

 

Tantangan Hari Ke-6 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiiim….

Alhamdulillah…sekarang hari ke-2 komprod untuk poin “KISS”. Semakin hari semakin menantang…hehehe.. karena poin KISS ini agak lumayan susah bagi saya…karena terbiasa panjang lebar kalo ngomong sama kakak baik ketika meminta bantuan atau memerintah melakukan sesuatu.

Ya…tadi pagi ketika kakak bangun sahur tanpa saya bangunkan…dia tiba-tiba menuju ke tempat sholat untuk mencari saya, karena dia biasanya ketika bangun saya masih ada di sisinya. Dia diam menunggu di pintu tempat sholat karena saya belum selesai sholat tahajjud. Sedikit terdengar di telinga saya kalo kakak lagi ngomel-ngomel, ” Bunda kenapa sih kakak gak dibangunkan? sekarang kan waktunya sahur, kalo sahurnya terlambat nanti keburu imsak, soalnya kakak gak boleh telat masuk sekolah…mau ke panti asuhan…dan..bla..bla..bla…” Ketika saya selesai berdoa…saya langsung menatap wajah kakak dengan tersenyum (pura-pura tidak tau apa yang diomelkan tadi):” waah…subhanallah kakak sudah bangun ya…hebat dech kakak sudah bangun duluan tanpa dibangunkan bunda..(sambil mengacungkan jempol)”. si kakak akhirnya tersenyum malu…di saat sperti ini saya mencoba mempraktekkan KISS karena kakak sudah mulai mood…”Kakak boleh cuci muka dulu…” saya kasih jeda agar si kakak melakukan aktifitas dulu. Tapi si kakak menolak, dia kepinginnya langsung makan sahur. Akhirnya saya lanjutkan perintah berikutnya: “Emm…sekarang kakak mau sahur apa?” saya mencoba memberi kesempatan untuk menjawab (sebenarnya gak sabar sih…kelamaan…hehehe…tapi saya ingat bahwa setiap hari harus berlatih untuk KISS). Si kakak rupanya bingung, dan masih diam-diam aja, saya mencoba untuk mengajak dia ke dapur, dan saya berusaha untuk memberi kesempatan memilih apa yang dia suka apa saja makanan yang di meja. Si kakak tersenyum karena menemukan makanan yang dia suka. “Oke…sekarang kakak ambil piring dulu ya…”. Si kakak mengambil piring dan memberikan saya untuk diambilkan nasi. Setelah selesai sahur. dsb, kakak tiba-tiba bertanya: Habis ini kakak ngapain lagi?”. Emm..rupanya si kakak sudah terbiasa dengan intruksi bertahap, berarti besok saya akan terbiasa menerapkan KISS ke anak-anak.

Dua hari ini saya tidak ada family forum karena kebetulan suami lembur proposal tesis…saya tidak ingin mengganggu aktifitas suami agar tugasnya segera kelar. Tapi saya mencoba mencari waktu senggang suami pas lagi tidak mengerjakan tugas, saya berusaha mendekat dan ngobrolin tentang anak-anak. Alhamdulillah…walau waktunya cuma sebentar…tapi masih sempat ngobrol dengan suami tentang anak-anak.

Demikian uraian tentang tantangan saya di hari ke-6 ini, mudah-mudahan selalu istiqomah berlatih dan Never give up!!!.AAmiiin

#Level1

#Day6

#Tantangan10hari

#Komunikasi Produktif
#Kuliahbunsayiip

Tantangan Hari Ke-5 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmaniirohiim…

Alhamdulillah hari ini terasa lebih baik dari kemaren…dan cukup spesial hari ini karena si kakak tadi pagi waktu sahur dia bilang:”Bunda…puasa bulan ini lho seru banget…soalnya bunda gak marah-marah lagi dan suka senyum..” Saya dengan mata berbinar-binar sambil memeluk si kakak spontan bilang:”Oyaaa…waaah seneng donk kakak…bunda juga senang….” (dalam hati saya…yes…yes…yes…berhasil) saya lanjutkan berkata:”Kakak doakan terus ya supaya bunda gak suka marah-marah dan bentak-bentak…hehehe…dan sabar….”.

Ya Allah rasanya seperti mimpi karena kakak hari ini merasa senang tidak seperti biasanya..alhamdulillah ya Allah.

Karena menurut saya selama 5 hari ini sudah berjalan dengan baik menjalin komunikasi produktif pada poin intonasi dan suara ramah maka di hari ini juga saya mulai komprod pada poin KISS (Keep Information Short & Simple) karena menurut saya itu hal yang penting kedua untuk saya terapkan ke anak-anak, mengingat anak-anak (kakak Cia dan de’Bibie) suka gak tuntas kalau dimintai bantuan…maklum karena mboknya banyak ngasih perintah dalam satu waktu..jadi mungkin mereka bingung so gak bisa tuntas.

Kebiasaan saya ketika nyuruh anak-anak itu sering menggunakan kalimat majemuk dan bercabang…hehehe…misalnya pas waktu pagi dan waktunya agak keburu-buru: “Kakak habis ini segera mandi ya…disiapin dulu bajunya dikamar mandi, ambil handuk di luar, terus jangan lupa handuknya ditaruh lagi ke tempatnya,…jangan lupa habis itu sisiran ya..”, walhasil dia hanya melakukan 1 aktifitas saja.Yaach…memang betul kita menggunakan komunikasi tidak produktif, so anak-anak tidak berhasil melakukan semua aktifitas. Kita terlalu kemaruk ngasih perintah…

Nah…tadi pagi, saya coba untuk berlatih komunikasi produktif “KISS”. Ketika kakak selesai sahur..Si kakak saya minta untuk menaruh piring ke tempat cucian piring, perlahan saya tunggu untuk melakukan aktifitas itu. saya sebenarnya sudah gak sabar memberikan intruksi lagi karena kebiasaan ngasih perintah berabtai…hehehe..hari ini saya berusaha untuk menahan itu. Setelah selesai aktifitas pertama, si kakak saya minta untuk minum air putih. dan sterusnya…perlahan-perlahan..hampir tadi keceplosan memberikan perintah lebih dari satu dalam satu waktu, tapi untungnya si kakak bertanya: ” apa bun?”, saya jawab: Oh nggak…gak jadi…bunda keliru ngomong?…hehehe, “Habis ini kakak ambil air wudlu ya…sudah subuh…”.

Demikina tadi serangkaian aktifitas komunikasi produktif dengan anak-anak terutama pada kakak, semoga selalu istiqomah untuk berlatih tiap harinya sehingga menjadi sebuah kebiasaan baik bagi kita.aaamiiin.

 

#level1

#day5

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Tantangan hari ke-4 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiiim…

Kebiasaan buruk saya ketika membangunkan anak-anak terutama sama si kakak adalah dengan intonasi tinggi “kakak…!!! kakak…!!! ayo bangun…sudah siang…waktunya mandi…”. Nah, sekarag saya fokus dengan menggunakan komprod-intonasi rendah. Hari ini aadalah hari ke-10 bulan puasa…si kakak sudah mulai ogah-ogahan untuk bangun sahur…kalopun dibangunkan…si kakak mesti marah-marah dan pake nendang kaki, tapi tadi saya coba membangunkan dia dengan intonasi rendah dan suara yang lembut..” Kakak…kakak…” sambil saya elus-elus punggungnya..”Kakak hari ini puasa kan? 15 menit lagi mau imsak, kakak sahur nggak?” akhirnya kakak dengan mengusap-usap mata menjawab: “iya bun…tapi kakak nguantuk banget…” dan kakak tidak marah dan bentak…(alhamdulillah…dalam hati saya). dan si kakak segera bangun dan menuju wastafel untuk cuci muka.

Sungguh luar biasa hari ini, kakak tidak marah-marah dan tidak cemberut…bahkan cukup semangat hari ini. Setelah sahur si kakak lanjut ikut sholat berjama’ah dengan penuh semangat, dan setelah itu tidak tidur lagi seperti biasanya, si kakak mengemas segala perlengkapan sekolah ke dalam tasnya, menyiapkan baju untuk sekolah, membuat perahu untuk mainan nanti sore di sawah, dan berangkat sekolah. ketika saya bilang: “Hari ini kakak keliatannya semangat sekali…ada apa ya?” kakak menjawab: “karena bunda tidak marah-marah lagi sama kakak dan selalu senyum…daaaaan hari ini kakak sekolah bertemu teman-teman”. Alhamdulilah…saya terharu dengan mata berkaca-kaca…dalam hati saya Ya Allah itu belum seberapa nak…masih banyak kekurangan bunda dalam mendampingimu dan mendidikmu.

Sedikit demi sedikit berlatih untuk berkata dengan intonasi rendah sudah mulai terbiasa…si kakakpun juga begitu mulai tidak bentak-bentak lagi. Memang benar bahwa anak tidak akan salah meng-copy apa yang diucapkan orang lain. semoga selalu istiqomah untuk selalu berkomunikas produktif dengan anak-anak. aamiin

Hari ini mungkin itu yang bisa saya uraikan mengenai komprod pada tantangan di hari ke-4 karena badan kurang fit. Semoga hari esok labih baik dari pada hari ini. Never give up!!!!

 

#level1

#Day4

#Tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

Tantangan Hari Ke-3 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiiim…

Alhamdulillah sekarang sudah memasuki hari ke-9 bulan puasa..aktifitas ibadah sehari-hari berjalan lancar seperti biasanya…sahur bersama, tilawah dan muroja’ah alqur’an lebih meningkat dibandingkan hari-hari sebelum puasa, menyiapkan menu buka puasa dan sahur sudah menjadi hal yang biasa. Perlahan sudah terbiasa berlatih  melakukan komprod dengan anak-anak dengan intonasi rendah dan suara yang ramah. Lumayan si kakak sudah gak banyak bentak-bentak tapi si ade’bibie yang masih suka teriak, tapi perlahan saya tanggapi dengan intonasi rendah sehingga se akan mereka begitu nyaman ketika meluapkan perasaan mereka.

Hari ini si kakak kebetulan libur sekolah dan tadi pagi tidak seperti biasanya kakak bangun pas waktu adzan subuh…karena tiap harinya bangun di waktu sahur karena ikut berpuasa. Nah, tadi waktu bangun kakak langsung menuju tempat sholat dan marah-marah kepada saya karena dia merasa tidak dibangunkan di waktu sahur…padahal saya sudah beruasaha membangunkan tapi si kakak tidak merespon karena saking nyenyaknya…sayapun tidak memaksa karena saya tahu waktu tidur malamnya sekitar jam 9 an lebih sehingga mungkin masih sangat ngantuk. Waktu itu saya cuma berusaha diam mendengarkan omelan kakak, setelah dia selesai ngomel sayapun segera menatap wajah kakak sambil tersenyum dan berkata: “Kakak kecewa ya bangun siang? mohon maaf tadi bunda sudah bangunkan kakak tapi kakak tidak merespon, bunda lihat kakak sangat nyenyak sekali sehingga bunda tidak tega memaksa kakak untuk bangun sahur…” kakak: “Iya..(sambil tersenyum malu)…kakak soalnya kemaleman tidurnya. Saya menjawab: “Oke gak papa…nanti malam tidurnya lebih awal ya kak biar gak males bangun untuk sahur”. Akhirnya kakak menerima penjelasan saya dan kemudian langsung minta makan sahur dan dilanjut sholat subuh berjama’ah.

Syukur alhamdulillah saya juga berusaha berlatih membangun komunikasi produktif dengan suami dengan intensitas kontak mata yang lebih banyak. Di waktu senggang ketika  tidak ada aktifitas rumah tangga kita ngobrol tentang anak-anak, sharing tugas ayah membuat proposal tesis, rencana keuangan, dll dan itu dilakukan dengan enjoy dan menyenangkan. Suami sudah banyak memberikan perhatian tentang pengasuhan anak-anak, karena tiap hari saya mencoba untuk selalu mengobrolkan tentang anak-anak bersama suami agar suami merasa terlibat dalam menangani anak-anak. hehhehe…

Semoga hari-hari berikutnya tetap terbangun komunikasi produktif baik dengan anak-anak maupun dengan suami. AAmiiin.

 

#Level1

#day3

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

Tantangan Hari Ke-2 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohiim…

Alhamdulillah sekarang sudah memasuki hari ke-2 dalam mempraktekkan komprod poin intonasi dan suara yang ramah kepada anak-anak, terutama pada si kakak. Hari ini alhamdulillah saya tidak banyak berkata-kata dengan suara yang keras pada anak-anak, kebetulan juga pas lagi puasa….jadi cukup membantu untuk menahan emosi amarah…agar energi tidak banyak terkuras…hehehe. Kalaupun melihat tingkah anak-anak yang orat-arit mainan…mainan air di kamar mandi sampai air nglober keluar kamar mandi…saya mencoba untuk mengambil napas panjang dan berusaha tersenyum di hadapan anak-anak…(walaupun agak sesak di dada…hahaha).

Komunikasi dengan kakak diawali pada saat membangunkannya di waktu sahur…alhamdulillah si kakak sudah mulai belajar puasa Romadlon di tahun ini. Dengan suara lembut saya membangunkan: “Kakak sayang…bangun yuk…sekarang waktunya sahur…”, ternyata kakak merespon dengan menendang perut saya. sayapun tidak memaksa karena keliatannya si kakak sangat ngantuk banget. Kemudian saya lanjutkan pembicaraan, “Waktu imsak kurang 15 menit lagi ya kak? bunda tunggu ya” dan sayapun segera sahur bersama suami. Setelah kami selesai sahur ternyata si kakak juga tidak bangun, lalu ganti ayah yang giliran membangunkannya. Beberapa menit kemudian si kakak bangun dan sayapun segera menghampirinya dan segera saya tatap wajahnya dengan senyum: “kakak mau sahur sama apa?” kakak menjawab dengan cemberut: “gak mau sahur, gara-gara tadi malem sholat tarawih…jadi susah bangunnya…dan bla…bla…” saya jawab: oooo…gitu ya…masih ngantuk ya kakak…gak enak ya kak…bagaimana kalo kakak cuci muka dulu kayak bunda tadi…jadi seger gak ngantuk…hehehe”. dan akhirnya kakak mau melaksanakan saran itu dan makan sahur. Tapi tiba-tiba pada saat kakak makan sahur, segelas susu tumpah di karpet gara-gara kesenggol kakinya. sayapun terdiam menarik napas dalam-dalam dan berusaha menahan untuk tidak marah (dalam hati saya berkata” sabar…sabar…sabar…ini tantangan…ini tantangan…hahaha). Alhamdulillah dengan saya berkata lembut dan tersenyum membuat si kakak segera minta maaf dan tidak jadi marah-marah walaupun sedikit agak cemberut.

Yang menarik lagi hari ini pada saat kakak dan ade’Bibie bermain bareng mainan motor-motoran…lagi seru-serunya…si ade’merebut mainan dari si kakak…si kakakpun langsung marah dan bentak-bentak si ade’. Segera saya menghampiri si adek dengan tersenyum dan menatap wajahnya: “ade’ bibi kalo mau pinjam mainan bilang dulu ya? coba bilang dulu sama kakak? oke?. Diapun langsung bilang…tapi kakak masih cemberut…”ade’ bibie mainannya gantian ya…” “kakak juga sabar ya menunggu giliran mainannya” “bunda yang jadi wasitnya ya”. Ade’bibie dan kakak langsung serentak bilang “Oke….” dan akhirnya kompaklah mereka bermain motor-motoran dengan bergiliran. Efek positif setelahnya adalah si kakak begitu semangat ketika disuruh mandi, menyiapkan perlengkapan sekolah, dll.

Masalah berkomunikasi dengan suami alhamdulillah berjalan dengan chair…kami membiasakan untuk ngobrol ringan tentang anak-anak sebelum tidur dan sepulang kerja. Alhamdulillah intensitas kontak mata dengan suami ketika saling bercerita sudah lumayan banyak, suami juga senang bercrita sana-sini tentang anak-anak. intinya kloplah…hehehe…

alhamdulillah tantangan hari ini terlewati dengan baik walau agak berat…hehehehe..minimal hari ini saya tidak marah-marah dan bisa tersenyum lebar.

#level1

#day2

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Tantangan Hari ke-1 (Komunikasi Produktif)

Bismillahirrohmanirrohim….

Alhamdulillah akhirnya memasuki babak tantangan 10 hari komunikasi produktif…semoga bisa istiqomah untuk selalu mempraktekkan ilmu yang sudah didapat

Poin yang saya ambil untuk melatih diri berkomunikasi produktif dengan anak-anak adalah intonasi dan suara ramah…karena itu menurut saya yang paling penting untuk saya terapkan ke anak-anak terutama anak saya yang pertama, karena anak saya yang pertama ini suka cemberut kalau diomeli hehehe….

Hari ini kebetulan sudah masuk bulan romadhon…dan si kakak (Cia 6 th) mulai belajar puasa. Seperti pada umumnya anak-anak yang masih belajar puasa biasanya di jam-jam siang (jam 10-11) mulai merengek dan macem-macem yang diminta. Pada saat jam 10 betul si kakak mulai merengek dan ngomel2…”aduh perutku kok sudah lapar ya bun…kapan ya dzuhurnya…kakak gak puasa wes hari ini…gak enak puasa bikin lemes. dan bla…bla…bla…sambil cemberut.”  Saya pun mencoba untuk mendengarkan omelan kakak dan berusaha diam dan tidak menyela sekalipun biar si kakak lega mengungkapkan kekesalannya. setelah kakak selesai ngomel kemudian baru saya jawab: “ooo…gitu ya…lemes ya kak…bosen juga ya?…emm…” lalu saya mendekat dan berusaha tersenyum kepada kakak dan seemberutsekali memeluknya…lalu saya bicara dengan intonasi rendah dan berempati “kakak waktu dzuhurnya kurang 1,5 jam lagi…gimana kalau kita bermain dulu biar gak terasa laparnya?? yuk kita bikin amplop lebaran?? kakak mau?? ” diapun langsung berbinar2 senang…”Oke bunda…tapi sama bunda ya…” dan saya jawab ” siap kakak….”

Kemudian di sore harinya…waktu saya mencuci piring , si kakak nyamperin dengan wajah cemberut karena bosan menunggu waktu maghrib yang lama menurut dia. “kenapa ya kakak wajahnya cemberut begitu? kakak lagi bosen ya?”…kakak menjawab sambil cemberut: “iya…kakak pengen makan sekarang”. kemudian saya sejenak meninggalkan pekerjaan mencuci piring, dan mencona menatap wajahnya. untuk menawarkan sesuatu. “kakak hari ini mau beramal baik untuk bunda sambil menunggu waktu maghrib??? kakak suka main air kan? ” jawab kakak :” iya bener…bleh main air sekarang??…yeyeyeye…” dengan girang kakak menjawabnya. saya pun meresponnya dengan senyum: “tapi main airnya lain hari ini..membasuh piring…bisa kan?”…kakak menjawab: “yes…kakak suka..besok kakak aja yang mencuci piring semuanya…kakak suka…boleh bunda?” saya jawab: ” wah…boleh banget…hebat ya kakak mau bantu bunda.”

Ternyata berkomunikasi dengan anak dengan intonasi dan suara ramah itu memberikan energi yang positif pada mereka. mereka menjadi senang dan gak gampang marah. Memang itu butuh perjuangan dan sabar tentunya. Biasanya saya kalau minta tolong ke anak-anak atau menasehati tidak dengan menatap wajahnya dan to the poin…apalagi kali pas lagi emosi…sambil pasang sungu…hahahaha…dan si anak meresponnya dengan suara yang lebih tinggi dan meledak-ledak…hehehe.

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

Skip to toolbar