This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

T10 LEVEL#11 (DAY 7)

Bismillahirrohmaanirrohiiim…

Review Diskusi ke-7

Tema: Mengetahui Pelecehan Seksual Pada Anak

Komisi perlindunagn anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan, angka kasusu kekerasan seksual pada 2015 cukup tinggi. Kemudian tahun 2016 dan 2017 turun drastis. Namun di awal tahun 2018 kembali tinggi, bahkan naik drastis. KPAI menyatakan saat ini anak laki-laki sama rentannya dengan dengan anak perempuan. Ini membuat paradigma perlindungan yang dulu menganggap anak perempuan saja yang jadi korban perlu diubah. Saat ini nak laki-laki juga butuh perlindungan.

  • Pelecehan seksual bisa terjadi pada semua anak baik laki-laki maupun perempuan
  • celakanya, pelecehan seksual justru sering terjadi di tempat yang kita pikir aman seperti sekolah bahkan di rumah
  • Peleakunya kadan dari kalangan yang tak kita sangka sebelumnya seperti teman anak, guru, tetangga, keluarga bahkan orang trua.
  • pelecehan tak melulu harus seekstrim perkosaan. Semua bisa berawal dari gestur sederhana.

Pelecehan seksual adalah pelecehan seksual yang merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaiakn melalui kontak fisik maupun non fisik, yang menyasar pada bagian tubuh sekssual atau seksualitas (komnas perempuan).

Macam-macam pelecehan seksual ringan berbentuk kontak fisik antara lain:

  • sentuhan/rangkulan/tepukan di tangan, bahu, paha, pinggang
  • pijitan
  • bergulat dengan maksud bercanda
  • gelitikan
  • jarak wajah yang terlalu dekat
  • usapan di kepala.

Macam-macam pelecehan seksual ringan non- fisik antara lain:

  • siulan
  • Main mata
  • celetukan seperti “cantik, entar malem ngopi yuk”
  • komentar/ucapan/lelucon humor bernuansa seksual

Bentuk-bentuk pelecehan seksual sedang:

  • pelukan yang terlalu erat
  • sentuhan di area pribadi tubuh

bentuk-bentuk pelecehan seksual berat:

  • perkosaan
  • sodomi

Efek kekrasan seksual terhadap anak antara lain: deperesi, stres, gelisah, kecenderungan untuk menjadi korban lebih lanjut pada masa dewasa, dan cedera fisik untuk anak.

  • cara menagtasi trauma pada anak korban kekerasan:
  • hindarkan mengisolasi anak
  • jauhkan anak dari tempat di mana kejadian tersebut terjadi
  • aplikasikan metode terapi EMDR (Eye Movement Desentization Reprocessing) adalah salah satu bentuk psikoterapi oleh para psikolog untuk mengatasi trauma mendalam pada anak-anak.
  • alihkan anak pada kegiatan yang lebih positif
  • berilah dukugan dan tetaplah optimis

Hasil duiskusi:

  1. terkait media edukasi terhadap korban kekerasan seksual ada beberapa poin yang harus diketahui. seselum bertemu anak, konselor harus membuat keputusan tentang media yang paling tepat yang akan digunakan di sini. Pemilihan didasarkan pada usia, jenis kelamin, karakteristik pribadi dan jenis masalah emosional (Geldard, 2012)
  2. Terapi EMDR mulai bisa diaplikasikan pada anak berusia 4-5 tahun ke atas. terapi ini telah melalui uji coba dan hasilnya terbukti efektif dan cepat mengatasi trauma pada anak. Terapi EMDR tidak menggunakan obat atau hipnotis pada anak. Yang mana ini merupakan aplikasi terapi sederhana dengan tidak menyakiti si kecil namun melibatkan peran seta terapis pasien agar penyembuhan bisa berlangsung efektif. untuk itulah, terapi ini dianjurkan untuk langsung melibatkan orang tua di dalamnya.
  3. Media edukasi reproduksi untuk anak biasa dibuat gambar-gambar animasi atu nyanyian-nyanyian yang disukai anak-anak.

 

 

#Tantangan10Hari

#Level11

#KuliahBunsayIIP

#FitrahSeksualitasAnak

 

T10LEVEL#11 (DAY 6)

Bismillahirrohmaanirrohiim….

Review Diskusi ke-6

Tema: Pendidikan Seksulaitas Bagi Individu Autisme

Pendidikan seks untuk anak autis

Hasil Diskusi:

  1. Cara anak autis bermain dengan teman sebayanya agar tidak menganggu fitrah seksulitasnya adalah dengan cara dilatih jika masih kecil, sekalian diajari berteman. Supaya anak yang autis aware dengan lingkungannya. dan teman-temannya juga memiliki teman yang harus dikasihi dan tidak diberlalukan berbeda. Bermain tentu saja diajarai dengan yang sama gendernya sembari belajar bahwa autispun bisa mandiri. Anak autis cenderung punya daya ingat yang tinggi, jika sejak dini sudah dibiasakan mereka adalah peniru ulung, bisa dikenalan juga tentang konsep aurat laki-laki, sehingga tau perbedaan gender laki-laki dan perempuan, jika anak laki-laki memakai celana panjang, auratnya lutut ke bawah, juga diperkenalkan kalau anak perempuan pakai jilbab.
  2. orang tua yang diamanahi anak autis juga punya tugas untuk mendidik teman-teman anaknya dan lingkungannya, minimal memberikan informasi bahwa anak kita sama tidak boleh dibeda-bedakan sehingga teman di sekitar tidak membully dan cenderung bisa menerima, bahkan mereka lebih care dan membantu jika ada kesulitan.
  3. Tantangan terbesar bagi orang tua ABK dalam merawat fitrah seksualitas adalah memperkenalkan rasa malu. Solusinya: setiap hari dan setiap saat harus diingatkan. Intinya metode edukasinya adalah harus terus menerus dan berulang-ulang sampai dia paham betul tapi juga membutuhkan waktu lama.

 

#Tantangan10Hari

#Level11

#KuliahBunsayIIP

#FitrahSeksualitasAnak

T10 LEVEL#11 (DAY5)

Bismillahirrohmanirrohiiim…

Review Diskusi ke-5

Tema: Fitrah Seksualitas

Fitarh adalah kondisi yang diciptakan Allah sesuai kepribadian anak yang sesunguhnya telah ada sejak lahir. diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas.

Mendidik Fitrah seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang laki-laki berfikir, bersikap, bertindak merasa bagaimana lelaki juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.

Prinsip 1: Fitrah seksulaitas memerlukan kehadiran, kedekatan kelekatan ayah dan ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqil baligh (15 tahun)

Prinsip 2: Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu berperan memberikan suplai feminitas secara seimbang

prinsip 3: mendidik fitrah seksulaitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya peran keayahan sejati bagi anak lelaki dan peran keibuan sejati bagi anak perempuan.

Kasus LGBT merupakan bentuk penyimpangan dari fitrah seksualitas yang tidak tuntas.

Hasil diskusi:

  1. Untuk menjelaskan masalah LGBT kepada anak, bisa dikaitkan dengan fitrah keimanan. Dalam agam Islam sudah ada beberapa ayat maupun hadits yang melarang LGBT. untuk menjelaskan ke anak-anak bisa dikemas dalam bentuk dongeng dengan memperhatikan referensi yang ada. selain ditinjau dari segi agama, masalah LGBT juga bisa ditinjau dari segi kesehatan. Kita bisa menjelaskan apa saja kerugian dari tindakan LGBT.
  2. Fitarh seksulitas tidak tumbuh berdiri sendiri harus diiringi pula dengan tumbuhny afitrah yang lain seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah tertular penyimpangan seksual oleh lingkungan. untuk pendekatan pada salah satu orang tua, bukan berarti orang tua lainnya tidak ikut membantu. Perlu kerjasama antara orang tua untuk menuntaskan fitrah anak-anaknya.
  3. untuk menghadapi transgender: 1) bekali diri dengan ilmu agama, 2) jelaskan kepada anak, bagaimana seharusnya dia bersikap sesuai dengan gendernya.
  4. Tujuan anak di usia 7-10 tahun didekatkan dengan orang tuanya yang sejenis adalah untuk memahamkan peran gender dan sosialnya.. “Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib. Begitu pula anak perempuan lebih didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuannya dalam kehidupan sosialnya. indikator tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.” (Harry Santoso). bahkan Rosulullah SAW didekatkan dengan kakek dan pamannya untuk menggantikan peran ayahnya.

 

#Tantangan10Hari

#Level11

#KuliahBunsayIIP

#FitrahSeksualitas

T10 LEVEL#11 (DAY 4)

Bismillahirrohmaanirrohiim…..

Review Diskusi ke-4

Tema: FITRAH SEKSUALITAS —-> MEMBENTUK KARAKTER PEMIMPIN PADA ANAK LAKI-LAKI

“Mendidikk satu anak laki-laki sama dengan membangun sebuah peradaban, karena mreka adalah calon imam keluarga, calon pemimpin peradaban. Ketika mendidik mereka dengan benar, maka kita sedang berkontrbusi untuk munculnya “khoiru ummah” (ummat terbaik yang terdiri dar keluarga-keluarga dahsyat, yang dipimpin para imam keluarga yang tangguh. Rakyat yang tangguh akan memiliki pemimpin yang unggul, karena pemimpin adalah cerminan rakyatnya.” (Septi Dewi Wulandari)

Konsep peran laki-laki dan perempuan dalam al-qur’an (QS. an- Nisa’:34)

Perbedaan otak anak laki-laki dan Perempuan:

Anak laki-laki

  1. Lebih suka bergerak atau bahkan menggerakkan sesuatu
  2. lebih agresif dan lebih mudah fakus pada satu tujuan
  3. lebih bersikap impulsif, mudah terdorong atau terstumulasi

Anak perempuan:

  1. memiliki mendengar dan membedakan nada suara dengan lebih baik
  2. memiliki daya ingat lebih tinggi
  3. lebih tidak impulsif, mampu mengatur emosi dan bicaranya

Fitrah peran ayah

  1. penganggung jawab pendidikan
  2. main of Vision and mission
  3. sang ego dan individualis
  4. pembangun sistem berfikir
  5. Supplier maskulinitas
  6. penegak profesionalisme
  7. konsultan pendidikan
  8. The person of tega

Fitrah peran ibu

  1. peaksana harian pendidikan
  2. person of love and sincerity
  3. sang harmoni dan sinergi
  4. pemilik moralitas dan nuarani
  5. supplier feminitas
  6. pembangun hati dan rasa
  7. berbasis pengorbanan
  8. sang pembasuh luka

karakter pemimpin:

  1. cerdas
  2. inisiatif
  3. tanggung jawab
  4. dapat dipercaya
  5. rela berkorban

Penyebab tidak terbentuknya karakter kepimpinan:

  1. hilangnya figur dan teladan ayah ayah dalam pola pengasuhan
  2. ayah berfungsi sebagai mesin ATM, hanya didatangai anak saat butuh saja
  3. ayahnya hanya menjalankan peran sebagai”penjaga sekolah” ketimbang sebagai “kepala sekolah” pada pola pendidikan keluarga
  4. dominasi peran ibu dalam pola pendidikan rumah dan sekolah, teruatam di level usia dini dan SD
  5. pendidikan kurang menanamkan pentingnya karakter pemimpin bagi laki-laki
  6. kurangnya pemahaman agama dalam pendidikan

akibatnya:

  1. banyak anak yang sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya
  2. hilangnya keberanian, kemandirian, dan ketegasan yang harusnya diajarkan di usia dini, dan berlanjut hingga dewasa
  3. hlangny atanggung jawab pada anak laki-laki untuk mencari nafkah, minimal untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang terdekat yang menjadi tanggungannya.
  4. Dominasi perasaan ketimbang daya nalar saat menyelesaikan masalah lebih berkembang, dan ini sangat berbahaya jika kemudian disertai  dengan aktifitas fisik (pemukulan)
  5. banyak ayah muda yang tak mau terlibat dalam pengasuhan, karena mereka melihat begitulah sosok ayah baginya di masa lalu (lingkaran setan)
  6. tidak adanya rasa bersalah saat mengahadapi masalah, tidak ada inisiatif

Solusi:

  1. menghadirkan sosok ibu dan ayah kembali ke rumah-rumah
  2. komunikasi produktif, denga pendampingan dari ayah dan ibu
  3. melatih jiwa kepemimpinan
  4. melatih anak untuk belajar mandiri secara fiansial
  5. mendampingi ibadah dengan mengajak ngobrol santai tentang makna ibadah kesehariannya.

Hasil diskusi:

  1. Dalam agama Islam, sudah ada tuntunan bahwa suami adalah qowwamuun, maka istri adalah makmum. Istri berperan sebagai penasehat, dia akn berlapang dada apapun penerimaan dari suami.
  2. Jika ayah terlanjur hilang perannya sebagai ayah maka dia harus berdamai dengan innerchlidnya. Jika si ayah sudah menyadari hilangnya peran ayah paad dirinya, pastinya dia akan bisa berdamai iiner childnya. jika belum, kita sebagai istri bisa sbg penasehat
  3. Ada beberapa yang bisa dilakukan ketika seorang suami sudah terlanjur hilang peran ayahnya:

– melakukan komunikasi produktif dengan suami terkait pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, apa saja tugas dan tanggung jawabnya, dan apa konsekuensinya.

– mengajak sumai terlibat dalam agenda parenting yang melibatkan ayah. karena perasaan “tidak sendiri” akan membantu ayah lebih kuat berada dalam koridor yang seharusnya

– membantu melepaskan inner chlid para ayah

– banyak mendoakan suami agar diberi kemuadahan dalam menjalankan semua kewajibannya

– bersabar karena setiap proses membutuhkan waktu

 

#Tantangan10Hari

#Level11

#KuliahBunsayIIP

#FitrahSeksualitas

 

 

T10 LEVEL#11 (DAY 3)

Bismillahirrohmanirrohiiim….

Review Diskusi ke-3

Tema: Mnecegah Pelecehan Seksual Pada Anak

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki
sejati atau sebagai perempuan sejati. Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada
kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu. (ust. Harry
Santosa).

Tantangan yang dihadapi saat ini terkait gender:

Internal

a.Ayah/ibu atau suaim/istri harus bersikap, berpikir, bertindak dan berperan sesuai dengan gendernya.
b. Setiap anak harus diasuh, dididik dan dibesarkan sesuai dengan fitrah, tahapan perkembangan dan gendernya.
c. Setiap keluarga harus kokoh dan dibentengi oleh norma agama dan aturan yang berlaku sehingga terhindar
dari penyimpangan.

Eksternal:

a. Lingkungan sekitar tempat tinggal/pergaulan yang tidak sesuai dengan visi misi pengasuhan, bahkan parahnya terpapar LGBT
b. Propaganda dari berbagai oknum dan media yang kian gencar menyebarkan LGBT+ dengan dalih HAM.

Cara Pencegahan agar tidak terjadi pelecehan Seksula pada anak:

1. Jangan berikan pakaian yang terlalu terbuka karena bisa menjadi rangsangan bagi tindakan pelecehan seksual;
2. Tanamkan rasa malu sejak dini dan ajarkan si kecil untuk tidak membuka baju di tempat terbuka, juga tidak buang air kecil selain di kamar mandi;
3. Jaga si kecil dari tayangan pornografi baik film atau iklan;
4. Ketahui dengan siapa anak Anda menghabiskan waktu dan temani ia saat bermain bersama teman-temannya. Jika tidak memungkinkan maka seringseringlah memantau kondisi mereka secara berkala;
5. Jangan membiarkan anak menghabiskan waktu di tempat-tempat terpencil dengan orang dewasa lain atau anak laki-laki yang lebih tua;
6. Jika menggunakan pengasuh, rencanakan untuk mengunjungi pengasuh anak Anda tanpa pemberitahuan terlebih dahulu;
7. Beritahu anak agar jangan berbicara atau menerima pemberian dari orang asing;
8. Dukung anak jika ia menolak dipeluk atau dicium seseorang (walaupun masih keluarga), Anda bisa menjelaskan kepada orang bersangkutan bahwa si kecil sedang tidak mood. Dengan begitu anak Anda belajar bahwa ia berwewenang atas tubuhnya sendiri;
9. Dengarkan ketika anak berusaha memberitahu Anda sesuatu, terutama ketika ia terlihat sulit untuk menyampaikan hal tersebut;
10. Berikan anak Anda waktu cukup sehingga anak tidak akan mencari perhatian dari orang dewasa lain.

Untuk anak yang lebih besar:
1. Ajarkan penggunaan internet yang aman – berikan batasan waktu baginya dalam menggunakan internet, selalu awasi situs-situs yang ia buka. Jelaskan juga bahwa tidak semua orang yang ia kenal di
internet sebaik yang ia kira, jadi ia tak boleh sembarangan memberi informasi atau bercerita kepada mereka;
2. Minta anak untuk segera memberitahu Anda jika ada yang mengirimkan pesan atau gambar yang membuat anak tak nyaman;
3. Awasi juga penggunaan gadget seperti seperti ponsel atau smartphone jangan sampai anak terekspos dengan hal berbau porno melalui alat-alat tersebut meskipun tidak disengaja karena bisa
berdampak pada perkembangan seksual anak.

Tanda dan gejala pelecehan seksual
• Ketakutan yang luar biasa dan mencolok akan seseorang atau tempat tertentu;
• Respon anak yang tidak beralasan ketika anak ditanya apakah ia telah disentuh seseorang;
• Ketakutan yang tidak beralasan akan pemeriksaan fisik;
• Menghindari hal-hal terkait buka pakaian;
• Membuat gambar-gambar yang menakutkan atau menggunakan banyak warna merah dan hitam;
• Perubahan perilaku yang tiba-tiba (misalnya jadi lebih diam dan patuh, atau sebaliknya jadi gampang marah);
• Gangguan tidur (susah tidur, mimpi buruk, dan ngompol);
• Menarik diri atau depresi;
• Kesadaran akan alat kelamin dan tindakan serta kata-kata seksual;
• Upaya untuk membuat anak lain melakukan tindakan seksual.

Penanganan

  • Memberikan sebanyak mungkin cinta dan rasa nyaman
  • Jika kita marah atau terkejut, jangan biarkan anak
    melihatnya. Beri tahu anak betapa pemberaninya ia telah
    memberi tahu kita. Kemudian, beri tahu seseorang dan cari
    bantuan, misalnya membicarakannya dengan dokter anak,
    konselor, polisi, guru atau lembaga yang bisa membantu
    seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Catatan:

  1. Tantangan internal pada kejadian pelecehan seksual adalah ada pada orang tua, kita sebagai orang tua harus banyak belajar untuk bisa memahami anak karena bagaimananpun tanggung jawab anaka adalah berada di pundak orang tuanya.
  2. pendidikan seks untuk anak laki-laki sebaiknya disampaikan oleh ayah. Uapayakan dekatkan anak laki-laki dengan ayah ketika umur 10-14 tahun. Tidak hanya mendekatkan dengan ayah, tapi mengahdirkan figur ayah dengan cara ayah banyak melunagkan waktu bersama anak lebih banya, misalnya bermain bersama, belajar atau jalan-jalan bersama ayah.
  3. Pelecehan seksula yang terjadi di podok pesantren rata-rata dipicu karena kurangnya perhatian orang tua, atau fase egosentris anak tidak terpenuhi dengan baik.

 

#Tantangan10hari

#Level11

#KuliahBunsayIIP

#FitrahSeksualitas

T10 LEVEL#11 (DAY 2)

Bismillahirrohmanirrohiiim…

Review Diskusi ke-2

Tema: Fenomena Pengetahuan Tentang Seksualitas di Luar Batas Usia Anak

Tantangan Pada Era Digital (faktor pemicu anak mendapatkan info seksualitas di luar batas usianya):

  1. Anak terlalu dini mengenal gadget
  2. Banyak media yang menyajikan pornografi VCD, internet, bahkan tayangan televisi
  3. Pronografi bahkan menjadi komoditi pada era digital ini
  4. Kurangnya pengawasan dan pendampingan orang tua

Beberapa penyebab kemungkinan terjadinya perilaku anak-anak melakukan seks di luar batas usianya adalah:

  1. Adanya modeling yang tidak sepatutnya menjadi contoh bagi anak-anak, terutama di usia yang belum saatnya melihat seksualitas dalam bentuk hubungan suami istri
  2. Tidak adanya atau kurangnya pengawasan dari orang tua.
  3. Belum adanya pendidikan seksualitas yang mampu mengedukasi anak secara maksimal.
  4. Kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang dewasa sekitar, juga kurangnya merasa penting untuk mengajarkan pendidikan seksualitas pada anak.

Penanganan

Apabila anak-anak pra aqil baligh sudah memperlihatkan perilaku hubungan seksual layaknya orang dewasa, maka selaku orangtua perlu melakukan tindakan penanganan yang tepat

Prinsip penanganan:

  1. Menahan amarah,
  2. Menerima kenyataan
  3. Tetap Menyayangi Anak
  4. Tidak memberikan label jelek kepada anak

Langkah-Langkah Orang Tua

  1. Tazkiyatun nafs
  • Orangtua banyak beristighfar dan berdzikir kepada Allah, karena sedikit banyak ada peran orangtua sehingga anak melakukan perbuatan seks tersebut.
  • Orangtua menyadari kesalahannya, bertaubat dan tidak mengulanginya.
  • Berdoa dan bertawakkal kepada Allah, karena Allah-lah pemilik hati.

2. Berdialog dengan anak

  • Cari waktu yang tepat saat akan memulai.
  • Kuatkan bounding dengan anak dan tumbuhkan kepercayaan  anak kepada orangtua.
  • Hindari perkataan dengan nada tinggi.
  • Arahkan diskusi sehingga anak sendiri menyadari bahwa perbuatannya tidak benar.
  • Tujuan dari dialog adalah mencari solusi bersama, bukan menuntut.
  • Sepakati aturan bersama untuk menghentikan kebiasaan buruk anak dan konsekuensi jika melanggar aturan.
  • Tidak terburu-buru, jalani proses dialog dengan tetap memperhatikan anak.

3. Memberikan aktivitas yang bermanfaat yang bisa menyibukkannya.

  • Tawarkan berbagai aktivitas bermanfaat kepada anak
  • Ajak dan dampingi mereka untuk memilih serta melakukan aktivitas bermanfaat.
    Ini juga bisa sebagai upaya mencari bakat anak.

4. Mencari bantuan dan dukungan

  • Carilah bantuan psikolog dan atau psikiater jika orangtua tidak mampu mengatasi sendiri.
  • Carilah dukungan teman/komunitas yang peduli, bisa para orangtua dengan kasus serupa, juga bisa komunitas dengan visi misi yang sama.
  • Bantuan dan dukungan akan menguatkan orangtua untuk bersabar dalam menghadapi anak-anak mereka.

Pencegahan

  1. Mendidik anak sesuai fitrahnya.
    Pendidikan fitrah seksualitas (Ust.Harry Santosa, FBE ver 2.5)
    Usia 0-2 tahun didekatkan kepada ibu dengan menyusui
    Usia 3-6 tahun didekatkan kepada ayah dan ibunya
    Usia 3 tahun anak tahu identitas gendernya laki-laki atau perempuan

Usia 7-10 tahun membangkitkan kesadaran fitrah seksualitas dalam peran kelelakian dan peran keperempuanan.

Usia 10-14 tahun mewujudkan peran seksualitasnya secara bertanggung jawab.

2. Mengkayakan anak dengan berbagai gagasan, wawasan dan aktifitas.
✏Menghindarkan anak dari BLAST (Bored, Lonely, Angry and Afraid, Stress, Tired).
✏Orangtua kaya ide dan kreatif dalam memberikan aktifitas kepada anak.
✏Membuat project keluarga.
✏Menguatkan hubungan antar anggota keluarga.

3. Memberikan Pendidikan seksualitas yang tepat kepada Anak sesuai dengan usianya

Kesimpulan

Dalam pendidikan seksualitas, perlu adanya peran orang tua dalam mendampingi setiap tahap perkembangan fitrah seksualitas pada anak.

Karena setiap tahap memiliki keunikan tersendiri dan perbedaan cara penyampaian maupun cara pendampingan.

Sehingga diharapkan anak mampu melewati setiap tahap perkembangan fitrah seksualitas dengan baik. Tidak tertinggal atau terlampau cepat mengetahui perihal seksualitas di luar batas umurnya atau dalam istilah jawanya adalah “Kebrangas”.

Anak tidak pernah meminta untuk hadir di tengah-tengah kita para orang tua, namun mereka hadir atas harapan kita. Maka jaga dan lindungi mereka sebaik mungkin. Mereka adalah titipan dari Allah yang kelak dimintai pertanggung jawabannya

 

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#Level11

#FitrahSeksualitasAnak

T10 LEVEL#11 (DAY 1)

Bismillahirrohmanirrohiiim….

REVIEW DISKUSI KE-1

TEMA:PENTINGKAH MEMBANGKITKAN FITROH SEKSUALITAS ANAK?

Membangkitkan fitroh seksualitas anak adalah sangatlah penting karena:

  1. membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya
  2.  Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya
  3. mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual
  4.  Agar anak terhindar dari perilaku menyimpang.

Tantangan Gender Saat ini:

  1. LGBT
  2. Seks Bebas
  3. Kehilangan orientasi seksualitas
  4. Kekerasan seksual

Solusi untuk mengatasi masalah seksualitas  pada anak sejak dini di antaranya:

  1. Mengenal anggota tubuh
  2. Mengajarkan toilet training
  3. Menanamkan jiwa maskulinitas/feminitas
  4. Perlakukan sesuai gender
  5. Pengajaran fitrah seksual melalui shalat
  6. Memisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan
  7.  Mengenalkan waktu berkunjung ke kamar orang tua
  8. mengenalkan konsep mahrom
  9. Menjelaskan etika pergaulan
  10. Menjelaskan perihal ihtilam dan haidh menjelang aqil baligh
  11. Mengenalkan batasan aurat
  12. Penguatan iman, akhlak dan adab.

Tahapan fitrah seksulaitas

  1. 0-2 tahun dekat dengan ibunya
  2. 3-6 tahun dekat dengan orang tuanya

Penguatan konsepsi gender dan pelekatan. Kelekatan ini terkait keseimbangan dalam kedekatan dengan ayah dan ibunya sehingga secara ilmiah anak paham dan mampu menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian, maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas sehingga dapat dengan tegas berkata “saya perempuan atau saya laki-laki”

3. 7-10 tahun dekatkan anak dengan orang tua sesuai dengan gendernya.

Pada tahap ini, anak perempuan dekatkan dengan ibunya, anak laki-laki dengan ayahnya agar dia mengerti fitrah seksualitasnya masing-masing.

4. 11-14 tahun dekatkan anak dengan orang tua beda gender.

Dalam konsep Fitrah Based Education jika pada usia aqil baligh (10-14 tahun) anaka permpuan harus dekat dengan ayahnya karena tahap in adalah puncak fitrah seksualitas di mana peran reproduksi telah dimunculkan. sehingga anak perempuan yang tidak dekat dengan ayahnya di tahap ini kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormaytannya kepada orang lain. sehingga peran kedua orang tua sangat diperlukan dalam membangun kedekatan dengan anak.

Pendidikan seks terbaik berawal dari dalam keluarga, kita sebagai orang tua harus sejak awal menumbuhkan fitrah keimanan, bersama-sama kita sebagai ayah bunda membangun bonding yang kokoh dengan anak, dan senantiasa terus belajar bagaimana memberi pemahaman kepada anak tentang firah seksualitas mereka.

#Tantangan10Harilevel#11

#KuliahBunsayIIP

#FitarhSeksualitasAnak

#Diskusisatu

ALIRAN RASA BUNSAY #2 LEVEL 10

Bismillahirrohmanirrohiiiim…..

MENDONGENG….

Dengan mendongeng kita dapat menjalin hubungan dengan anak terasa lebih hangat….

Dengan mendongeng kita dapat menyampaikan pesan kepada leabih mudah dan membekas….

Dengan mendongeng kita dapat menanamkan kejujuran, keberanian, kesetiaan, keramahan, ketulusan, dan sikap positif lain dalam kehidupan lingkugan keluarga……

Dengan mendongeng kita dapat memberikan sejumlah pengetahuan sosial, nilai-nilai moral dan keagamaan dengan lebih menyenangkan….

Dengan mendongeng kita dapat memberikan pengalaman untuk belajar dan berlatih mendengarkan…..

Dengan mendongeng dapat memungkinkan anak untuk mengembangkan kognitif, efektif maupun psikomotorik….

Dengan mendongeng dapat memungkinkan dimensi perasaan anak……

Dengan mendongeng kita dapat memberikan informasi tentang kehidupan sosial anak dengan orang-orang yang ada di sekitarnya dengan bermacam pekerjaan…..

Dengan mendongeng kita dapat membantu anak membangun bermacam peran yang mungkin dipilih anak, dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat…..

Dan kakak selalu bilang “Lagi Bun…lagi Bun….lagi Bun dongengnya….

 

 

TANTANGAN 10 HARI LEVEL#10 (DAY 10)

Bismillaahirrohmaanirrohiiiim….

Malam ini kakak cepat-cepat bergegas menuju kamar untuk persiapan mendengarkan dongeng dari saya. “Bun…tak tunggu di kamar ya? Tanya Kakak. “Iya…sebentar…5 menit ya…bunda tak bikin susu dulu…boleh?”Jawab saya sambil meminta izin kepadanya. Setelah selesai minum susu saya segera menuju kamar kakak. Kakak malam ini tetap inta dongneg tentang dunia hewan terutama hewan ikan…ya dunia ikan…Ikan yang yang dibahs kali ini adalah IKAN MAS. Ikan yang yang sangat unik dan lucu, warnanya bisa berubah-ubah tergantung pencahayaan yang ada. Dan di setiap negara Ikan mas punya ciri kahs bentuk yang berbeda-beda, unik ya…

Judul dongneg kali ini adalah”IKAN MAS SI LINCAH YANG HEBAT”. “Waaah…kayaknya seru dech ceritanya…kakak segera mendengar”Kata kakak. Seperti biasa, ketika saya mulai mendongneg, kakak sudah mulai banyak komentar dan pertanyaan. Dalam alur ceritanya saya selipkan nilai moral tentang gemar berolah raga seperti yang dilakukan ikan mas dalam dongneg itu. Sehingga ikan mas itu menjadi lincah karena rajin olah raga. Selain itu saya juga masukkan nilai moral tentang sayang kepada semua makhluk Allah termasuk hewan. “Jadi,,,kalau kita punya hewan peliharaan…maka kita harus merawatnya dengan baik, menyayanginya seperti kita menyayangi saudara-saudara kita…sehingga iannya tidak gampang mati”. Kata saya di akhir-akhir cerita. “Hehehe..iya…kakak suka hewan tapi tidak bisa memeliharanya…jadi mesti mati dech…..”Ungkap kakak.

Semoga dongeng malam ini bisa mengubah perilaku si kakak dan bermanfaat untuk ke depannya. aamiin

 

 

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 10 (DAY 9)

Bismillahirrohmanirrohiiim…..

Malam ini kakak sudah tak sabar lagi menunggu dongeng dari saya, soalnya kemaren tidak ada dongeng karena kakak harus mengerjakan tugas, jadi malam ini dongengnya dobel sebagai gantinya hari kemaren. dari siang kakak sudah menentukan tema yang mau didongengkan. “Bunda tentang hewan lagi ya…hewan sejenis ikan saja…seperti hari-hari sebelumnya…kakak lagi senang sama dunia ikan sekarang.”Pinta kakak sambil terenyum lebar. “Oke dech….bunda cari bukunya dulu ya…hehehe”jawab saya.

Dongeng malam ini tentang “CRAB (KEPITING)”, lalu dilanjutkan dengan judul “KIS-KIS AKHIRNYA KAPOK”. Ketika mendongneg tentang CRAB, saya masukkan tentang nilai-nilai kasih sayang seperti sayang pada teman, tidak menyakiti teman, dan tidak saling bermusuhan. Saya membuat adegan Crab yang cukup menyeramkan, tangan-tangan saya bergerak seperti cupit-cupit Crab seolah-olah kakak sedang menghadapi seekor Crab yang sebenarnya, hehehe…suara saya pun saya buat besar dan meyeramkan ketika Crab menyerang musuhnya atau mencari mangsa. “Menakutkan ya Bun…..kakak lho pernah digigit cupitnya Crab…sakit Bun” Kakak menyela di tengah-tengah dongeng. Dalam dongeng ini Crab bermusuhan dengan temannya sendiri, suka bertengakar, mencuri makan temannya, dll. Cerita dongeng ini seolah seperti yang dialami kakak, sehingga sring kali dia berkomentar ketika di tengah-tengah dongeng. Waah…berarti pas banget dongeng malam ini sehingga kakak bisa mengambil hikmahnya. “Kalau sering bertengkar jadi gak punya teman ya bun…tambah sakit semua badannya kayak Crab yang jahat…”Ungkap kakak. “Iya…makanya kita harus sayang sama teman, kita hargai teman kita walau berbeda dengan kita, minta maaf kalau kita berbuat salah…” Jawab saya.”Seperti pelajaran Aqidah akhlak ya…Sayang teman termasuk akhlak yang terpuji”, tanggapan kakak berikutnya. “Yap…betul…kakak hebat” Saya memujinya dengan mengacungkan jempol. Alhamdulillah….semoga bermanffat dongengnya…

Kemudian dilanjutkan dongeng yang kedua tentang “KIS-KIS AKHIRNYA KAPOK”, sumber dongneg kali ini saya ambil dari buku “Dongeng pengantar Tidur#4 KIS-KIS AKHIRNYA KAPOK”, tetapi saya tambahin dengan nilai-nilai tentang patuh terhadap nasehat orang tua. Ceritanya agak sedikit saya rekayasa agar terkesan lebih hidup dan lucu. Kakak mendengarkan dongeng sambil ketawa-tawa di atas kasur, karena ada peran dari si Tupai yang lucu. saya menirukan adegan tupai yang melompat dan jatuh sehingga kakak semakin ketawa terbahak-bahak. Di akhir dongeng ini si Kis-Kis terperangkap kurungan di bawah pohon kelapa saat Si Kis-kis mau mengambil buah kelapa yang sudah ia idam-idamkan sejak lama. Sebenarnya dia sudah dinasehati sama sang Raja orang tuanya kalau Si Kis-Kis tidak boleh makan buah kelapa karena masih belum cukup umur, pencernaannya belum kuat tetapi Si Kis-kis tidak percaya alias ngeyel sehingga dia melarikan dari istana untuk mencari buah kelapa. Ketika dia menemukan buah kelapa yang lokasinya jauh dari Istana, tiaba-tiba dia terperangkap kurungan ketika mau mengambil buah kelapa. Akhirnya dia tidak bisa bergerak dan menagis kebingungan. Si Kis-kis akhirnya ditemukan oleh tentara istana dan di bawa pulang. Si Kis-Kis akhirnya kapok dan bertobat tidak mengulangi lagi. Dia sadar bersalah tidak mendengarkan nasehat Sang Raja orang tuanya.”Nah begitu kakak…kalau tidak nurut nasehat orang tua jadi celaka…” Kata saya selanjutnya. “Waah…jadi takut kakak…”Jawab kakak. “Kakak pernah tidak nurut sama bunda…tapi kakak sudah minta maaf kan?” Ungkap kakak. “Iya…bunda juga sudah memaafkan…bunda cuma mengingatkan saja lewat dongeng ini…” Jawab saya.

 

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Skip to toolbar